Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Episode 79


__ADS_3

Hari ini tepat seminggu setelah penyuntikan Pematang paru untuk janin yang ada di kandungan Noureen. selama seminggu pula Noureen hanya berbaring di kamar. Setelah Cakra melakukan pertemuan dengan beberapa team dokter di Indonesia. Cakra memutuskan persalinan Noureen dilakukan Minggu depan di rumah sakit mount Elizabeth Singapura..


Cakra, Noureen, Bu citra dan beberapa team dokter keluar dari dalam rumah sakit menuju ambulans yang akan mengantarkan Noureen ke bandara untuk terbang ke Singapura. Negara yang dijuluki sebagaiĀ  kota singa.


Sedangkan ayah Satrio dan Bu Ratna tidak kembali ke Indonesia. melainkan, ia langsung Terbang dari Jerman Menuju Singapura


Noureen tersenyum, saat kursi roda yang saat ini ia duduki dinaikkan ke ambulans. Cakra yang Berdiri di sampingnya tidak lepas memegang tangannya. Memberi kekuatan untuk sang istri di masa-masa persalinannya.


Setelah Noureen dan cakra sudah di dalam ambulans. dokter Arif dan dokter Dian ikut masuk ke dalam mobil yang ada di belakang ambulans. Mobil yang akan di kemudian oleh Alex.


"Mas," panggil Noureen yang saat ini duduk di kursi roda.


"Ada apa, sayang?"Tanya Cakra. Ia menggenggam tangan Noureen.


"Aku takut, mas,"ucap Noureen.

__ADS_1


"Kamu yang tenang, sayang. Semua pasti akan baik-baik saja,"jawab Cakra berusaha menenangkan Noureen yang saat ini terlihat gugup.


Tak lama kemudian. perlahan mobil ambulance dan mobil yg ada di belakangnya mulai bergerak, berjalan meninggalkan parkiran rumah sakit.


Cakra yang duduk di samping kursi roda yang diduduki Noureen, terus mengusap-usap punggung tangan Noureen. Sebisa mungkin ia terus akan berada di samping sang istri selama perjalanan.


Sejam kemudian setelah melewati jalan tol Prof.Dr. ir. Sedyatmo. Jalan tol penghubung dari kota Jakarta menuju bandara internasional Soekarno Hatta. Kini ambulans yang membawa Noureen tiba di Bandara.


Dengan sigap Cakra membantu Noureen turun dari dalam ambulans menuju ruang VVIP bandara. Karena sebelumnya Alex sudah mengurus semua persyaratan yang diperlukan selama penerbangan.


Hampir dua jam mereka melakukan penerbangan dan perawat sukses landing di bandara internasional Changi Singapura.


Setelah menginjakkan kakinya di Singapura, Noureen disambut hujan deras dengan petir dan guntur yang menyertai. Terlihat Cakra menghela nafas lalu memasuki bandara menuju ruang VVIP.


Tak berselang lama. Seorang pria datang menghampiri mereka.

__ADS_1


"Apakah anda tuan Cakra?" Ucap pria itu. Dengan berbahasa Inggris.


"Iya, benar." Jawab Cakra.


"Saya utusan dari rumah sakit Mount Elizabeth, saya diutus untuk menjemput tuan di bandara. silahkan tuan, mobilnya sudah menunggu anda di sana." Ucap pria itu dengan sopan.


"Ya," ucap Cakra singkat lalu mengikuti langkah kaki pria itu.


Sepanjang perjalanan menuju ke rumah sakit, pelukan Cakra tak terurai sedikit pun. Ia memeluk tubuh sang istri yang sedang tertidur di pelukannya selama perjalanan. Tangan cakra tak hentinya membelai berambut Noureen sesekali ia mendaratkan kecupan singkat di dahi wanita yang saat ini mengandung anaknya.


Bu citra yang duduk di samping Noureen tersenyum saat melirik Cakra sekilas. Sungguh menantunya sangat menyayangi putrinya.


Seketika tangan Bu citra terangkat. Ia mengusap punggung menantunya.


"Terima Kasih, nak. Karena sudah mencurahkan banyak cinta untuk Noureen," ucap Bu citra tersenyum.

__ADS_1


Cakra mengangguk," sama-sama, Bu." Balas Cakra.


__ADS_2