
Arkana memanggil sekertarisnya untuk mengurus semua urusanya karena saat ini Dia ingin keluar.Beberapa menit kemudian sekertarisnya datang.
"Saya Pak" Kata Sekertaris itu.
Arkana memberikan beberapa dokumen kepadanya, lalu memakai jasnya dan pergi.
Sekertarisnya itu memandanginya dengan lekat, saat Arkana memakai jasnya saja ketampananya bisa berlipat ganda.
"Bawah itu lalu kembali bekerja" Suruh Arkana
Membuat sekertarisnya mengambil nya dengan cepat.
"Tunggu, Kamu baru disini?" Tanya Arkana
"Iya Pak, Saya sekertari Bapak yang baru" Jelasnya
"Nama Saya Rania Pak, Panggil Rani saja"Sambung Rani
"Hem," Jawab Arkana lalu pergi
Setelah beberapa menitan Arkana sampai dia Caferia dimana Kirana berada.
"Sebelah sini Mas" Suara lembut itu terngiang di telinga Arkana lalu menoleh kearah suara itu. Arkana tersenyum lalu berjalan kearah Kirana
"Hai Dek, dah lama nunggu?" Tanya Arkana lalu memgecup kening Kirana lalu mengelus perut Kirana yang masih datar.
"Mas, malu ih sana dusuk" Ucap Kirana Malu malu
Arkana duduk dan menatap orang disana ternyata Ada Karina dan juga Ayah Kirana serta seorang Wanita. Arkana menggaruk kepalanya yang tak gatal itu
"Eh, Papa" Arkana Celingak celinguk Kirana yang menatapnya hanya tersenyum
"Ngak apa, kan wajar to Nak" Jawab Papa Kirana
"Ini?" Tanya Arkana
"Mama"Kirana
"nanti aki jelaskan di rumah" Sambung Kirana
"Kita makan dulu, Aku laper" rengek Kirana
Mereka memesan makanan beberapa menit berlalu makanan datang dan mereka menyantapnya penuh bahagia apa lagi Kirana saat ini yang tengah tersenyum lebar menatap kedua Orang tuanya bergantian lalu tersenyum.
__ADS_1
*****
Hari mulai sore, Kirana telah selesai dengan aktivitasnya dan tengah mengeringkan rambutnya setelah itu turun memasak makan malam. Kirana saat ini memasak Cumi goreng, kepiting saus merah dan siput. Bel berbunyi Kirana telah selesai memasak lalu membuka pintuh utama.Kirana mengambil tas bawaanya dan jas yang Iya kenakan, lalu menarunya di kursi dekat meja makan karena saat ini Kirana menyuru Arkana makan terlebih dahulu.
"Ayok Mas, Makan dulu" Kirana menuntun sang suami ke meja makan
"Dek, Kamu ngak salah masak kan? ini kok masaknya banyak dan lagi....." Ucapan Arkana di potong Kirana
"Mas ngak suka masakan Aku? atau masakan Aku ngak enak? atau gimana?" Oceh Kirana
"Bukan begitu sayang, tapi kan ini terlalu banyak dan lagi Kamu kan ngak suka kepiting dan semua masakan yang Kamu masak ini sayang, kan sayang kalau di buang" Jelas Arkana lembut
"Tapi, Aku kan sekarang suka Mas, Aku juga masak karena Aku mau makan kalau Mas ngak mauakan ya udah Aku makan sendiri aja"Lirih Kirana
"Mas mau kok makan, tapi Kamu kan alergi seafood sayang" Kata Arkana lagi
Kirana tak menjawab perkatan Arkana dia terus memakan masakanya dengan lahap tanpa memperdulikan perkataan Suaminya itu.
Karena tak tega melihat nya Arkana pun ikut memakan sebagian makanan itu agar Kirana tak memakan semua.
"Dak, bukanya Mas ngelarang tapi ini bahaya buat Kamu, apa lagi kan kamu lagi hamil nanti kolestrol kamu tinggi gimana?" Ucap Arkana lembut
"Bilang aja Mas ngak mau kan Aku gendutan?ngomong aja susah" Ucap Kirana ketus
"Kamu kenapa si Dek? kok emosian banget udah ah Mas capek mau mandi dulu"
****
Arkana selesai mandi Dia duduk di pinggir tempat tidurnya, Kirana membuka knop pintu lalu masuk dan berbaring di sisi lain tempat tidur dan membelakangi Arkana.
Arkana berbaring dan mendekati Kirana mengelus lembut bahu istrinya itu dan menciumnya pelan lalu menyusup kan tanganya di bawah sana sehingga posisi mereka saat ini Arkana memeluk Kirana dari belakanga. Kirana hanya terdiam mendapati perlakuan suaminya itu hatinya tak tega melihat suaminya yang sedih akibat amaranya tadi saat makan.
"Dek, Maafin mas ya udah bikin kamu marah marah tadi" Ucap Arkana membuat Kirana berbalik dan mengarah pada Arkana.
Kirana memegang kedua pipi suaminya itu.
"Mas,harusnya Aku yang minta maaf Aku ngak bisa kontrol emosi Ku akir akir ini, bawaanya hanya marah marah aja, ngak tau juga semua makanan yang aku ngak suka tiba tiba jadi suka semua maafin Aku Mas" Lirih Kirana membuat Arkana menariknya dan mendekapnya dalam, kedalam dada bidang nya membuat Kirana terisak.
"Mas ngerti kok Dek, ini pasti bawahan Arkana junior" ucap Arkana sambil mengelus perut Kirana dan sesekali naik ke dada Kirana dan meremasnya pelan membuat Kirana mendesah pelan.
"Boleh gak Dek?" Tanya Arkana
"Apa sih Mas, gak boleh Aku kan lagi hamil" larang Kirana
__ADS_1
"Sekali main aja Dek, Mas rindu itu Dek mas pengen banget nih" Ucap Arkana merayu
"Mas, jangan dong nanti Anak kita kenapa napa gimana?" Ucap Kirana
"Mas janji main pelan Dek, Ayo lah Dek plissss" Bujuk Arkana
Kirana menarik nafas kasar lalu menganguk tanda mengiya kan permintaan Kirana.
Mendapatkan persetujuan istrinya itu Arkana langsung melumat bibir Kirana dengan perlahan lalu turun ke leher menghisap nya sesekali dan membuat tanda kepemilikanya disana, Setelah itu ciumanya turun ke bawah di ciumnya gundukan itu dari luar piyama yang Kirana pakai saat ini, Kirana terus mendesah membuat Arkana semakin terangsang.
Arkana membuka kancing piyama Kirana satu persatu sehingga menyisakan bra lalu tanganya turun kearah celana dan membukanya menyisakan CD Kirana yang warnanya senada denga Bra nya. Arkana memulai kegiatanya tanganya terus * payu darah Kirana sesekali memainkan **** nya.Setelah selesai dengan ciuman di bibir Kirana Arkana turun kedada Kirana dan menyedot payu darah Kirana kencang membuat Kirana berteriak menikmati sentuhan Arkana, setelah itu tangan Arkana memasuki *** Kirana dan meng in outkan jarinya disana membuat Kirana mendesah menikmati setiap sentuhan suaminya itu. Setelah beberapa kali Klimaks Arkana meminta izin Kirana untuk memasuka Juniornya kedalam area Kirana, Kirana menganguk. Perlahan Arkana memasukanya dengan pelan
"Ussshhhhh, Dek kamu masih sempit aja, Mas suka"racau Arkana saat memasuki ** *** Kirana yang masih sedikit susah
"Ahhhssshh, Mas cepat masukin, gak tahan ni" Racau Kirana.Melihat itu Arkana menghentakkan juniornya sekali dan semuanya masuk memenuhi Kirana denyutan milik Kirana membuat Arkana mendesah karena kenikmatan.
"Ahhhhssssmmm,,Dek enak ahhhh" Racau Arkana
Arkana memulai mengoyangkan juniornya membuat Kirana mendesah.
"Mas,ahhhh Mas pelan ahhhhh Mas "Desahan Kirana
Arkana mengoyangkan dengan tempo cepat di pompanya dengan cepat membuat Mereka berdua mencapai puncak bersamaan dan melepaskan desahan bersama sama.
"Ahhhaaahhhhhhhhhahhh Mas, Aku mau keluar"Kirana
"Mas juga Dek, kita samaan keluarnya" Racau Arkana.
Setelah itu Arkana memdiamkan Adiknya itu sejenak di dalam Kirana, lalu melepaskanya perlahan dan berbaring di samping Kirana dan memeluk Kirana dan mengelus Perut Kirana
"Nak, Maafin Papa ya, Papa pengen sekali tadi jadi jangan Marah, Papa sama Mama sayang kamu Nak, cepat Tumbuh biar Papa sama Mama bisa setiap Hari seperti ini tanpa ganggu Kamu" Ucap Arkana membuat Kirana terkekeh
"Apa sih Mas, sembarangan ngomong udah cukup kali ini ya, aku capek mas ini perut ku juga udah makin membesar kan" ucap Kirana
"Iya Dek, Maaf ya abisnya kamu hamil makin seksi" Goda Arkana
"Isssh, Mas ini udah tidur besok kerja.Aku juga mau ketemu dosen besok" Kata Kirana
Mereka berdua tidur dengan lelap masih dengan tanpa sehelai benang di badan mereka dengab Arkana Masih memeluk Kirana Erat.
Maaf tekat up nya Kemarin ada ujian mendadak jadi lupa Up.
Maafin ya udah membuat kalian menunggu lama🙏🙏🙏
Semoga terhibur maaf kalau ada typonya🙏🙏
Selamat membaca😊😊
__ADS_1