Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
JPA 104. season 2


__ADS_3

Keesokan harinya Adrian telah sampai di Abraham farm. tbk dan di ikuti Erwin berjalan di belakangnya. Ia berjalan melewati semua karyawan yang sibuk lalu Lalang dengan beberapa berkas di tangannya. Dengan sifat angkuh dan dinginnya Adrian terus berjalan tanpa menghiraukan semua mata karyawan yang menatapnya dengan penuh kekaguman.


Saat tiba di depan lift khusus presdir. lift khusus karyawan langsung terbuka, tampak seorang gadis keluar tergesa-gesa membawa beberapa tumpukan berkas di tangannya. 


Tanpa sengaja ekor mata Adrian menangkap sosok gadis yang begitu ia kenal. Adrian tersenyum miring, lalu melanjutkan langkahnya masuk ke dalam lift menuju lantai teratas dimana letak ruangannya.


Adrian masuk ke dalam ruangannya, lalu mendudukkan bokongnya di kursi kebesarannya. Ia tampak tersenyum sambil menautkan jari jemarinya di atas meja kerjanya.


" Erwin, kembali ke ruangan mu dan panggil manajer HRD untuk menghadap ke ruangan ku sekarang." Perintah Adrian. Setelah beberapa saat terdiam memikirkan gadis ceroboh yang ia temui di depan lift tadi.


" Baik tuan."


Erwin keluar dari ruangan lalu melanjutkan perintah tuannya. tak lama manajer HRD sampai di depan ruangan Presdir. Sebelum masuk ia mengetuk pintu ruangan Adrian terlebih dahulu.


Tok. Tok.


" Masuk."


Pintu terbuka, Tampak manajer HRD berjalan masuk mendekat ke arah kursi kerja Adrian sambil tersenyum dan menunduk hormat.


" Silahkan duduk."


" Baik Tuan."


Lama terdiam, akhirnya Adrian angkat bicara. 


" apa anda memasukkan beberapa karyawan baru,?" Tanya Adrian the point pada manajer HRD.


" Benar tuan, sebab ada beberapa posisi yang kosong di beberapa bagian yang harus segera diisi tuan." Jawab manajer HRD, ia bingung, tidak biasanya atasannya bertanya masalah seperti ini.


Adrian tersenyum miring, entah apa yang saat ini ia pikirkan.

__ADS_1


" Antarkan semua CV karyawan baru sekarang. Khusus wanita. Ada beberapa yang harus aku seleksi menjadi sekretaris ku.


" Baik tuan."


" Kembali keruangan mu, dan antarkan segera CV karyawan yang aku Minta.


" Baik Tuan." Manager HRD berdiri lalu meninggalkan ruangan atasnya.


Setelah manajer HRD keluar, Adrian tersenyum. gadis yang selama ini ia cari ternyata ada di perusahaannya.


***


Adrian berdendang ria kala membaca salah satu CV seorang gadis yang sangat ia kenal.


" Dasar gadis ceroboh. kali ini kau tidak akan lepas lagi dari ku." Adrian tersenyum miring memikirkan rencana selanjutnya. Ia kemudian meraih gagang telepon yang ada di atas meja lalu menelpon bagian HRD untuk membuat surat kontrak kerja selama setahun dan tidak ada pembatalan kecuali ia Membayar denda atas pembatalan kontrak kerjanya. dan tentu saja, surat kontrak itu akan ditumpuk dengan beberapa berkas lainnya agar gadis itu tidak curiga.


Setelah menelpon bagian HRD, Adrian bersandar di kursi kebesarannya, ingatannya kembali ke beberapa tahun silam saat Anaya melemparkan beberapa lembar uang ke wajahnya. Ia mengira Anaya adalah gadis murahan seperti gadis - gadis yang selalu menghangatkan  ranjangnya. ternyata dugaannya salah. Anaya bukan gadis seperti yang ia pikirkan. Setelah kejadian itu, ia tak pernah lagi bertemu dengan gadis ceroboh yang selalu membersihkan apartemennya itu. Gadis malang yang bernasib sama  dengannya. Cuma bedanya ia masih memiliki ayah dan kekuasaan sedangkan Anaya gadis miskin yang tinggal dengan bibinya yang harus bekerja untuk menopang biaya hidupnya.


Beberapa tahun silam, saat Anaya membersihkan apartemen Adrian. Adrian masuk ke dalam apartemen dalam kondisi yang setengah sadar. Saat itu Adrian benar-benar kalut. kekasih yang ia cintai bermain api dengan pria lain dan lebih parahnya lagi, Adrian tahu jika selama ini Clara hanya menginginkan uangnya untuk memenuhi seluruh kebutuhan Clara.


Saat mendapati Anaya sedang mengepel lantai apartemennya, Adrian lalu mendekat dan memeluk Anaya dari belakang. Anaya memberontak.


Lepasin aku, lepas bajingan. Anaya terus meronta-ronta. Adrian melepas pelukannya dan mendorong Anaya masuk kedalam kamar, hingga Anaya terjatuh di atas ranjang king size milik Adrian. 


Kau mau apa? Mau duit? biar gue kasih, dasar gadis murahan." Adrian mengeluarkan dompet dari saku celananya lalu mengeluarkan semua lembaran yang ada didalam dan melemparkannya ke wajah Anaya.


Anaya berusaha bangkit, tapi dengan satu kali hentakan Adrian dapat meraih tubuh Anaya.


"Adrian lepas, lepas bajingan, aku gak butuh duit. Jangan sentuh aku." Anaya terus meronta-ronta.


Adrian menyambar bibir mungil  Anaya dan **********, Anaya tak membalas, dengan sekuat tenaga ia mendorong tubuh Adrian lalu segera bangkit. Ia berdiri sambil bersedekap menatap tajam ke arah Adrian.

__ADS_1


" Kau jangan macam-macam, aku tidak butuh uang, aku kesini hanya untuk Mengganti kerugian atas pakaian mahal yang aku kotori tempo hari." Anaya berjalan memunguti lebaran yang Adrian lemparkan tadi.


"Aku tidak butuh uang, harga diriku lebih berharga daripada uang." Anaya melemparkan lembaran itu tepat ke wajah Adrian lalu keluar kamar dan menyambar tasnya yang ada di atas meja. Ia berlari keluar apartemen Adrian.


Adrian bangkit sambil meremas rambutnya.


"Sial." Umpatnya karena ia tak bisa mengontrol dirinya.


Anaya terus melajukan motornya menjauh dari apartemen Adrian. Tak lama ia berhenti, air mata yang sedari tadi ia tahan, akhirnya luluh juga. Hiks..hiks..tangis Anaya pecah.


Hampir saja kehormatannya direnggut oleh pria bajingan macam Adrian. Ia bersumpah jika ia tak akan kembali lagi ke apartemen terkutuk itu. Ia sudah tak peduli lagi jika Adrian akan melaporkannya sekalipun.


Setelah puas menangis. Perlahan Anaya menyeka air matanya dan kembali melajukan motor. Ia berhenti di sebuah taman yang ada di pusat kota. Ia memarkirkan motor dan berjalan masuk. 


Saat sampai di taman. Ia kembali menangis tergugu. Ia merasa seperti wanita tak ada harga dirinya di depan pria kaya seperti Adrian.


flashback off.


Setelah mengantarkan semua berkas yang tadi di bawa Anaya, ia kembali ke ruangnya. Ia menghela nafas panjang. Hari pertama ia masuk bekerja, pekerjaannya benar-benar sangat menumpuk. Karyawan sebelumnya meninggalkan banyak pekerjaan yang harus di backup oleh Anaya. Sehingga hari pertama anaya Bekerja, ia sudah harus mengerjakan banyak pekerjaan.


Tak lama seseorang masuk ke dalam ruangan.


"Nay, apa berkas yang tadi sudah selesai kamu input." Tanya rekan kerja Anaya.


"Baru sebagian, Mel." Jawab Anaya dan melirik tumpukan berkas di depannya." Ini benar-benar sangat banyak, aku mungkin tidak sanggup jika harus menyelesaikannya hari ini juga." Anaya menghela nafas berat.


"Semangat, Nay." Ucap meli dengan menepuk pundak Anaya dan langsung pamit keluar di ikuti anggukan oleh Anaya.


Setelah meli pergi, Anaya kembali fokus pada laptopnya, ia kembali mengutak-atik berkas yang ada di depannya sampai terdengar seseorang mengetuk ruangannya Kembali, ia langsung menoleh ke sumber suara. 


Nay,....

__ADS_1


__ADS_2