Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Episode 51


__ADS_3

Pukul enam pagi. Anaya sudah terlihat sangat rapi. Ia berjalan keluar kamar, menuju dapur mencari sisa makanan semalam. Ia harus mengisi perutnya sebelum berangkat ke apartemen Adrian.


Ia membuka kulkas tapi tidak menemukan apapun. di dalam kulkas hanya ada telur. Ia kemudian melirik jam yang menempel di dinding. Masih pukul enam, "sebaiknya aku membuat nasi goreng dan telur ceplok saja." Gumamnya.


Anaya kemudian mulai meracik bumbu-bumbunya dan mulai menggoreng telur mata sapinya. Setelah telurnya matang. ia mengangkat telurnya, lalu menuangkan minyak ke dalam wajan beserta bumbu-bumbunya. saat aroma bumbunya sudah tercium wangi. Anaya kemudian, Menuangkan nasi ke dalam wajah. Ia terus mengaduk nasi yang ada di dalam wajannya. saat fokus dengan masakannya, bi Asih datang menghampirinya.


" Nay, tumben banget masih pagi udah rapi." Tanya bi Asi pada ponakannya.


" Iya bi. selama sebulan ini, Anaya ada kerjaan, jadi berangkatnya harus pagi-pagi Banget.


" Kerjaan apa nay,? Kafe tempat kamu bekerja bukanya siang yah bukanya?." Ucap Bi Asi.


" Naya kerjanya bukan di kafe Bi tapi di tempat fotocopy. Nay bantu-bantu disana. Kebetulan pemiliknya temannya nay. Lumayan Kan Bi, buat nambah-nambah biaya semester." Ucap Anaya berbohong, ia tidak mungkin berbicara jujur pada bibinya kalau ia akan menjadi babu selama sebulan untuk Mengganti pakaian pria tengil yang ia temui kemarin siang . Ia tidak ingin membuat bibinya cemas.


Setelah nasi goreng yang dibuat Naya mateng. ia melirik kembali jam yang menggantung di dinding. " Sudah pukul setengah tujuh," gumamnya. 

__ADS_1


"Bisa-bisa aku telat nih, kalau sarapan dulu." Ucapnya sambil berfikir. Akhirnya Anaya memutuskan untuk memasukkannya ke dalam kotak bekal. Anaya lalu berjalan ke arah lemari dan mengambil kotak makan yang ada di dalam lemari lalu berjalan ke arah wajan yang ada di atas kompor, Lalu mengisinya dan memasukkannya ke dalam tas.


Bi asi yang duduk di meja makan hanya diam sambil mengamati setiap gerak gerik keponakannya. Ia sangat menyayangi Anaya. Setelah kepergian ibu Anaya, Bi asih lah yang merawatnya sampai sekarang.


" Nduk kamu cantik. sayang, kamu tidak seberuntung wajah mu. Semoga kamu selalu kuat Ndu menghadapi Ujian hidup." Ucap Bi asi menatap iba pada keponakannya.


Tak lama, Anaya datang mendekat ke arah Bi asih.


" Bi, Anaya berangkat dulu yah, udah telat nih." Ucap anaya mencium punggung tangan bibinya.


" Ia bi." Ucap Anaya memeluk leher bibinya dan mencium pipi bibinya.


Anaya kemudian berjalan keluar rumah menuju ke parkiran rumahnya lalu melajukan motornya menuju alamat yang diberikan Adrian kemarin.


Sesampainya di depan apartemen Adrian, ia menyapa seorang security yang berjaga di sana lalu menanyakan unit apartemen milik Adrian. Setelah itu, ia berjalan memasuki lift dan memencet  lantai sembilan, dimana unit milik Adrian berada.

__ADS_1


Setelah keluar dari lift. Anaya berjalan menelusuri lorong unit lantai sembilan, ia melirik satu persatu nomor unit di lantai sembilan. Ia sedang mencari unit No.125.


Saat ia menemukan angka No.125 yang tertera di unit paling ujung. seutas tersenyum terlihat di bibirnya.


" Ini dia," ucap Anaya sambil melirik kertas yang dipegangnya. Seketika ia memencet bel yang ada didepan unit 125. Ia memencet terus. Beberapa kali memencet, tampaklah wajah seorang pria dengan wajah bantalnya menguap sambil membuka pintu apartemennya.


.


.


.


🍂jangan lupa, like, komen, beri hadiah dan vote karena ada gift di awal bulan dan di akhir kisah. @cek pengumuman di ☝️.


 

__ADS_1


__ADS_2