
Setelah mereka sampai di bandara Soekarno Hatta, devano tidak langsung pulang ke apartemennya, dia langsung menyuruh sang supir untuk kerumah mommy.
Sesampainya di sana Noureen dan Cakra sudah menyambut kedatangan keduanya.
"Bagaimana honeymoonnya? Lancar?" Noureen memeluk Amelia.
"Lancar, mom." Ucap Amelia
Noureen langsung tersenyum." Dad sebentar lagi kita akan memiliki cucu." Noureen terlihat kegirangan.
"Mom, bukan begitu maksudku." Amelia terlihat ingin meralat ucapannya.
Kau tidak usah malu, mommy dan daddy paham kok.
Noureen mengajak Amelia masuk, sedangkan Devano mengusap tengkuknya.
Setelah sampai di dalam, Devano mendudukkan tubuhnya di sofa di ikuti Amelia yang duduk di samping Devano.
"Kenapa tidak langsung istirahat di atas." Tanya Noureen.
"Tidak, mom. Kami akan kembali ke apartemen sebentar lagi."
"Loh kok cepat Banget." Noureen mendudukkan tubuhnya di sofa.
"Ada beberapa berkas yang harus Devano pelajari dan berkasnya ada di apartemen." Ucap Devano.
"Ya sudah, tapi kalian sering-sering ke sini yah." Balas Noureen.
"Iya, mom. Kami akan sering kesini." Devano menyeruput kopi yang tadi di buatkan bi Imah.
***
__ADS_1
Devano membuka pintu apartemennya. Dia langsung masuk dan merebahkan tubuhnya di kasur.
"Mas, bersihkan tubuhmu dulu, setelah itu baru beristirahat." Amelia mendudukkan tubuhnya di samping Devano lalu melihat wajah Devano.
"Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Devano.
"Tidak kok." Elan Amelia membuang wajahnya ke arah lain.
Devano tersenyum laku menarik nafas.
"Oh iya, mas. Besok aku mau kerumah daddy. Vino sudah tiba di Jakarta, aku harus menemuinya."
"Jam berapa?" Tanya Devano.
"Mungkin jam 10an mas."
"Nanti mas antar."
"Kenapa? Apa karena kau tidak memperkenalkan siapa namanya? Mas lupa ."
"Vino mas,"jawab Amelia.
"Iya vino, apa karena kau tidak mau memperkenalkan ku pada si vino, vino itu." Balas Devano.
"Bukan begitu, mas. Maskan kerja, klo mas mau mengantarku juga tidak apa-apa."
"Besok mas masih cuti." Devano bangkit dari berbaringnya dan duduk di sampaing Amelia."besok kita sama-sama ke rumah Daddy ."lanjut Devano.
Amelia mengangguk." Baik, mas."
Devano lalu bangkit dari kasur dan berjalan ke kamar mandi
__ADS_1
Setelah menghabiskan waktu kurang lebih sejam , Devano keluar dari kamar hanya mengenakan handuk. Dengan tidak tahu malu dia berjalan ke arah lemari dan mengambil pakaiannya. Sedangkan Amelia pura-pura tidak melihat. Dia sibuk memainkan ponselnya.
Devano berjalan ke arah sofa di mana Amelia duduk di sana.
"Mel aku lapar." Ucap Devano memegang perutnya.
"Mas mau makan apa?" Tanya Amelia.
"Apa aja aku makan."
"Baik, mas tunggu sebentar. Aku akan membuatkan makanan untukmu." Amelia bangkit dari sofa dan berjalan ke arah dapur.
Amelia membuka kulkas. Dia mengambil beberapa buah telur, wortel, daun bawang.
Amelia lalu mengupas wortel dan daun bawang kemudian mencucinya lalu memotong-motongnya. Setelah itu Amelia memecahkan cangkang telur lalu mengocoknya. Amelia menuangkan sayuran ke dalam telur yang sudah dikocok lalu memberikan perasa.
Amelia mengambil teflon, menyalakan kompor lalu mengusap mentega di permukaan teflonnya.
Sedikit demi sedikit Amelia menungkan telurnya, menggulungnya lalu menungkan lagi, menggulung lagi hingga telur habis.
Setelah telur gulungnya Matang, Amelia memindahkan telurnya ke piring, kemudian menambahkan saos di atasnya.
Amelia tersenyum saat mencium aroma telurnya. Amelia lalu melangkah keluar dari dapur dengan membawa sepiring telur gulung beserta segelas jus lemon. Setelah sampai di sofa, Amelia langsung duduk di samping Devano.
"Silahkan, mas." Amelia menyimpan sepiring telur gulung di depan Devano.
"Terima kasih." Devano mengambil piring omelet yang tadi di bawa Amelia. Dia menusuk telurnya menggunakan garpu lalu mencicipinya.
"Rasanya enak." Puji Devano.
Amelia tersenyum malu.
__ADS_1