Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Episode 80


__ADS_3

Rumah sakit mount Elizabeth adalah rumah sakit terbesar di Singapura. Terletak di mount Elizabeth road di daerah Orchard.


Sesampainya di rumah sakit, setelah Cakra melakukan pendaftaran dan mengecek kondisi Noureen. Kini  Noureen didorong oleh seorang suster menggunakan kursi roda melewati koridor rumah sakit mount Elizabeth Menuju ruang inap nya. 


Sepanjang perjalanan tangan Cakra tak pernah melepaskan genggaman tangannya dari tangan sang istri.


Rumah sakit Month Elisabeth adalah rumah sakit terbaik di Asia Pasifik. Itu sebabnya Cakra memilih rumah sakit ini untuk tempat Noureen melakukan persalinan.


Saat sampai di depan kamar VVIP yang dipilih Cakra, seorang suster membuka pintu ruang perawatan Noureen. Seketika Noureen tercengang.



Ia tampak takjub, pasalnya kamar VVIP yang akan ia tempati beristirahat sebelum melakukan operasi tidak seperti rumah sakit pada umumnya. melainkan, rumah sakit yang disulap seperti kamar hotel berbintang lima. 


Saat tiba di dalam kamar, Noureen di baringkan di atas brankar oleh dua orang suster. Setelah itu mereka berpamitan pada Noureen dan Cakra.


"Kalau begitu kami pamit, kalau anda butuh sesuatu, anda boleh memencet tombol nurse call yang terletak di belakang tempat tidur anda," ucap suster itu dengan berbahasa Inggris. 


"Baik, sus. Terima kasih." Ucap Cakra saat suster itu melangkah meninggalkan ruangan Inap Noureen.


Setelah suster itu pergi, Cakra mendekat ke arah Noureen.


"Kamu suka?" Tanya Cakra.


"Suka, mas. Tapi pasti biaya sangat mahal, mas. Uangmu pasti akan habis, mas." Ucap Noureen menunduk. Ia terharu dengan perlakuan baik Cakra. Beberapa bulan ini Cakra terus-menerus mengucurinya dengan banyak kasih sayang.


Cakra mendekat ke arah Noureen lalu mengelus punggung Noureen kemudian membawa Noureen ke dalam pelukannya. Ia memeluk tubuh Noureen begitu erat.

__ADS_1


"Aku akan melakukan apapun, asal kau dan bayii kita baik-baik saja." Balas Cakra. Ada dua bulir bening terjatuh dari kelopak matanya. Namun, sebelum Noureen melihatnya. Ia sudah lebih dulu menghapusnya.


Cakra kemudian mengurai pelukannya. Menatap sang istri.


"Kau haus?" Tanya Cakra.


Noureen mengeleng


"Aku hanya lapar, mas." Jawab Noureen.


"Bukan kah tadi kau sudah makan?" Balas Cakra.


"Tadi cuma makan Hokkien prawn mee. Itu tidak bisa mengenyangkan ku. Aku maunya nasi bakar ayam, yang wangi kemanginya sampai penjuru negeri."ucap Noureen.


Cakra terkekeh mendengar keinginan sang istri.


"Sayang, saat ini kita sedang di negeri orang. tidak ada Bi Ima yang akan membuatkan mu nasi tim seperti di Indonesia." Ucap cakra terkekeh.


"Apa kau mau popiah," tanya Cakra.


"Itu makan apa, mas?"balas Noureen. Ia menegakkan tubuhnya lalu menatap serius pada sang suami.


"Itu semacam lumpiah Singapura, sayang. Berisi sayuran, bungcis dan campuran daging cincang." Jawab Cakra.


Noureen mengangguk.


"Sepertinya enak, mas. Boleh deh. Perutku sudah sangat lapar." Ucap Noureen terkekeh sambil memegangi perutnya.

__ADS_1


"Tunggu, ya. Mas pesankan dulu." Ucap Cakra mengusap lembut perut sang istri. "Jagoan papa sabar, yah." Setelah mengatakan itu Cakra Lalu mengambil ponselnya untuk memesan makanan melalui aplikasi yang ada di ponselnya tapi bukan gofood Indonesia yah, melainkan go food service pte yang ada di Singapura.


Sambil menunggu makanan yang ia pesan, Cakra menyuruh Noureen beristirahat. Sedangkan ia akan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya Terlebih dahulu.


Tiga puluh menit berselang, Cakra keluar dari kamar mandi setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian sederhana. Tidak seperti biasanya yang memakai jas. saat ini Cakra hanya memakai celana pendek selutut dan baju kaos t-shirt bermerk hammer dengan logo palu di bagian belakang kerahnya.


Tak lama terdengar ketukan dari luar kamarnya.


Tok tok tok


Cakra lalu berjalan Menuju pintu. Ia membuka pintu. Nampak seorang jasa food delivery datang membawa sebuah kota makanan pesan Cakra.


Setelah menandatangani tanda terima, Cakra mengambil kotak makanan itu lalu berterima kasih kepada orang itu. Lalu masuk kedalam kamar Menuju brankar Noureen.


Noureen tersenyum menatap kotak makanan yang saat ini sudah ada didepannya, aromanya tercium sangat harum hingga menembus sampai Indera penciuman.


Tak lama Noureen mulai membuka kotak itu. Saat kotak itu sudah terbuka, seketika matanya berbinar melihat makanan yang ada di depannya.



Ia mengambil satu dan mulai melahapnya.


"Mas, mau?" tanya Noureen. Tangannya terulur ke depan dengan memegang sebuah popiah.


Cakra mengangguk seketika ia membuka mulutnya ingin melahap popiah yang ada di tangan Noureen. Namun, baru saja ia akan memakannya Noureen menarik tangannya. "Ini punya ku, mas. Kau ambil saja yang baru, mas," ucap Noureen tersenyum lalu kembali melahap kembali popiah yang ada di tangannya.


Cakra cemberut lalu mengambil popiah yang ada di dalam dus. Ia menggigit popiahnya kasar. "Baru juga mau bermesraan," ucap Cakra mencebit bibir.

__ADS_1


Noureen terkekeh melihat tingkah laku suaminya.


"Cup cup cup yah sudah, ini, mas." Noureen mengarahkan popiah itu pada Cakra. Cakra pun melahap popiah itu. hingga mereka terkekeh bersama.


__ADS_2