Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Episode 60


__ADS_3

Matahari telah kembali dari tempat peraduannya. Hari ini, hari wisuda Noureen. Setelah menyelesaikan studinya Selama kurung waktu tiga tahun setengah, akhirnya ia bisa mendapatkan gelar sarjana desain ( S.Ds).


Terlihat Noureen tampak sibuk didepan meja rias dibantu seseorang yang sengaja dipesan oleh cakra agar membuat penampilan Noureen terlihat cantik di hari bahagianya.


Setelah Noureen di make-up, ia kemudian berdiri dari bangku meja riasnya, lalu berjalan ke arah cermin besar yang menempel di salah satu dinding sudut kamarnya.


Noureen menatap tubuhnya dari bawah sampai atas. Tangannya terangkat membelai perutnya yang mulai membuncit. Ia tersenyum kala menatap perutnya yang mulai berisi. Perlahan Noureen mengusapnya.


" Sayang, hari ini mommy wisuda, jangan rewel yah, i love you." Ucap Noureen tersenyum sambil terus mengusap perutnya.


Noureen hari ini Terlihat sangat cantik, dengan makeup tipis dengan balutan kebaya rendah berwarna maroon yang khusus dipesan Cakra hanya untuk sang istri.


Setelah puas dengan penampilannya, Noureen kembali berjalan ke arah meja riasnya. Noureen tersenyum menatap wanita yang masih berdiri menunggunya.


Senyum Noureen kemudian di balas oleh wanita itu.


" Bagaimana Nyonya, apa ada yang harus saya perbaiki lagi?." Tanya wanita itu pada Noureen.


" Sudah cukup mbak, makasih yah, mbak boleh keluar sekarang."jawab Noureen tersenyum puas atas hasil kerja wanita itu.


Setelah wanita itu keluar. dari sudut ruangan yang berbeda tampak Cakra keluar dengan pakaian yang masih berantakan.


" Sayang, bisa bantu mas, mas kesusahan memakainya." Ucap Cakra berjalan menghampiri Noureen dengan tangannya memasukkan satu persatu kancing kedalam lubangnya.


Noureen mengeleng.


" Mas, mas." Ucap Noureen, tangannya dengan lihai membantu memasangkan satu persatu kancing kemeja Cakra, kemudian memasangkan dasi berwarna maroon senada dengan kebayang Noureen. Saat Noureen sibuk memasangkan dasi ke leher Cakra, Cakra tiba-tiba mendaratkan sebuah kecupan manis di bibir Noureen. 


Noureen terperanjat kaget, saat mendapatkan ciuman dari sang suami.

__ADS_1


" Mas." Ucap Noureen menunduk, wajahnya bersemu merah. sampai saat ini Noureen masih merasa sangat malu saat mendapatkan ciuman dari sang suami.


Cakra mengulum senyumnya, saat Melihat Noureen tampak malu, lagi-lagi Noureen membuatnya merasa gemas. Seandainya pagi ini  tidak ada acara penting, pasti mereka akan berakhir di ranjang.


" Sayang apa sudah selesai?.' tanya Cakra saat Noureen masih menunduk.


" Maaf mas," jawab Noureen melanjutkan mengikat simpul dasi pada leher Cakra. Noureen terlihat salah tingkah.


Cakra tersenyum bahagia sambil menghela nafas.


Saat ini, ia benar-benar sangat bahagia bersama Noureen, apalagi ia sedang menanti kelahiran buah hati mereka.


Butuh beberapa detik saja, hingga simpul dasi cakra terpasang sempurna. Noureen lalu berjalan ke arah ranjang mengambil jas Cakra yang ada di sana, kemudian memakaikan nya pada sang suami.


" Sudah selesai mas. Kamu terlihat sangat tampan." Ucap Noureen setelah jas itu terpasang rapi di tubuh Cakra.


" Terimakasih sayang." Balas Cakra, mencium pucuk kepala Noureen, lalu berpindah turun ke perut. Cakra mengusap perut Noureen, mendaratkan kecupan di sana. perut Noureen sudah mulai membuncit , ia butuh tenaga extra menghadapi nafsu makannya yang mulai meningkat." Hari ini jangan rewel yah diperut mommy, hari ini mommy wisuda, kalau butuh sesuatu panggil papa saja." Cakra kembali mencium perut Noureen lalu mengusapnya.


Setelah mobil yang ditumpangi Cakra sampai di aula kampus, ia kemudian turun dari mobil sambil berlari kecil membuka pintu untuk sang istri.


" Ayo sayang hati-hati," ucap Cakra meraih tangan Noureen setelah pintu mobil terbuka. Perlahan Noureen keluar dari mobil dibantu oleh Cakra. dan diikuti Bu Ratna dan Bu citra yang juga keluar dari pintu penumpang. Minus pak Satrio karena ia  sedang menghadiri pertemuan penting dengan beberapa kliennya.


Setelah Noureen keluar dari mobil, ia tampak merapikan pakaian. Sesekali ia bercermin di kaca spion mobil, menatap wajahnya kemudian memperbaiki tata letak toga yang ia kenakan.


" Mas apa sudah bagus." Tanya Noureen yang masih fokus menatap wajahnya di kaca spion mobil Cakra.


" Sudah bagus sayang, kamu yang tercantik." Jawab Cakra memuji kecantikan sang istri.


" Mas jangan bercanda deh, aku serius."ucap Noureen mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


" Mas serius sayang, udah dong bercermin nya." Cakra merengkuh tubuh Noureen.


" Kamu sangat cantik, sempurna. Apa kamu tidak Percaya dengan suami mu ini." Tanya Cakra tersenyum.


" Bukan begitu mas," ucap Noureen menatap sang suami.


" Yah sudah, percaya sama mas. Kamu sangat cantik." Cakra meraih tubuh Noureen lalu mendekapnya. Noureen membalas peluka Cakra.


" Terima Kasih mas.


Bu Ratna dan Bu Citra tersenyum menatap Kedua pasangan yang terlihat sangat bahagia sambil merangkul tangan satu sama lain.


"Mas lepas dilihat orang, aku malu." Ucap Noureen.


Cakra kemudian melepas pelukannya lalu tersenyum.


" Gimana sayang, apa kita masuk sekarang." Tanya Cakra.


" Iya mas, sepertinya sudah ramai.


" Ayo mah, ibu, kita masuk," ajak Noureen yang berjalan ke arah gedung aula.


Di Depan Aula kampus sudah tampak terlihat ramai oleh beberapa peserta wisuda dengan didampingi oleh keluarga mereka masing-masing berjalan memasuki gedung Aula kampus.


.


.


.

__ADS_1


Trimakasih sudah mampir, maaf telat up, saya benar-benar sibuk.🙏☺️


__ADS_2