
Sinar tammaran masih setia menyelimuti ibu kota, akibat sang mentari masih betah diam di tempat peraduannya.
Pagi ini seperti pagi sebelumnya. Noureen bangun dengan kondisi mual. saat matanya terbuka, ia lalu bangkit dan berlari menuju kamar mandi untuk menumpahkan seluruh isi perutnya.
Saat merasakan ada pergerakan di sampingnya, Cakra kemudian mengerjapkan matanya. saat kesadarannya mulai pulih, ia membuka matanya dan melirik ke sisi tempat tidur. Noureen sudah tak ada di sampingnya. seketika ia bangkit dan berjalan menuju kamar mandi. Saat sampai di kamar mandi, Cakra mendekat dan memijat tengkuk Noureen.
Rasa iba menyelimuti hati Cakra melihat kondisi tubuh Noureen yang sangat lemah.
" Gimana sayang, apa sudah enakan." Tanya Cakra.
Noureen menggeleng. " Kepalaku sangat pusing mas." Lirih Noureen memegang kepalanya yang terasa sangat pusing.
Setelah memuntahkan seluruh isi perutnya, Noureen kemudian berjalan keluar kamar mandi dibantu oleh Cakra menuju ke arah ranjang.
Setelah membaringkan Noureen di ranjang. Cakra kemudian bangkit hendak turun kebawa untuk meminta bi idah, membuatkan bubur untuk Noureen. Seketika Noureen memegang tangan Cakra. " Mas temani aku disini," ucap Noureen.
" Sebentar yah sayang, mas kebawa dulu. Mau meminta Bi idah membuat bubur untuk mu.
" Ngak mas. aku nggak mau bubur. Aku maunya SOP Buntut.
Cakra menghembuskan nafasnya kasar. sepagi ini, di mana ia akan menemukan warung yang menjual SOP buntut.
" Sayang, pagi ini sarapannya bubur dulu yah. Agak siangan mas mencari sop buntut pesanan mu. Lagi-lagi Noureen menggeleng.
" Aku pengennya SOP buntut mas. rasanya pasti seger mas, sarapan dengan SOP buntut.
__ADS_1
Cakra menyerah, entah kenapa akhir-akhir ini sikap Noureen berbeda dari biasanya.
Yah sudah, mas menghubungi Alex dulu, untuk menyuruhnya mencari sop buntut. Cakra kemudian mengambil ponselnya yang ada di atas nakas dan menghubungi asistennya itu.
Setelah menghubungi Alex, Cakra kembali dan duduk di sisi ranjang tepat disamping Noureen dan menyandarkan Noureen tepat di dada bidangnya. Ia mengusap-usap pipi Noureen. Membuat Noureen tersenyum dan mendongak menatap wajah Cakra.
"Aku mencintaimu mas," ucap Noureen menatap wajah Cakra..
" Aku lebih mencintai mu sayang." Jawab Cakra sambil mencium pucuk kepala sang istri.
***
Di dalam mobil, Alex mendengus kesal. Sudah berapa warung yang ia masuki. tapi lagi-lagi ia tak menemukan SOP buntut pesanan tuannya.
" Ia kemudian mengambil ponselnya yang ada di sakunya Lalu ia membuka geogle mencari restoran yang menyediakan Sop buntut dua puluh empat jam. Tapi lagi-lagi ia harus menelan pil pahit. ia tak menemukan SOP buntut di pagi hari. SOP buntut adanya di siang hari.
" Yang ngidam siapa yang repot siapa." Ucap Alex kesal sambil melajukan mobilnya kembali mencari warung yang menjual SOP buntut.
Tak lama netranya menangkap sebuah warung yang terdapat plang bertuliskan SOP buntut.
Alex kemudian memarkirkan mobilnya dan keluar menuju warung SOP buntut.
" Permisi. pak, apa SOP buntutnya sudah ada." Tanya Alex pada bapak pemilik warung SOP buntut.
" Maaf tuan, warungnya belum buka, nanti agak siang." Ucap pemilik warung.itu ramah.
__ADS_1
" Pak, apa saya bisa membeli SOP buntut nya seporsi saja," ucap Alex memohon.
" Maaf tuan, kami bukannya agak siang." Jawab pemilik warung kekeh.
" Pak, gimana kalau saya membeli semua SOP buntut bapak hari ini." Ucap Alex.
" Tuan serius?
" Iya, apa boleh saya membeli semuanya.?
" Boleh,. Boleh tuan, sangat boleh," ucap pemilik warung senang karena hari ini semua dagangannya habis terjual.
" Tunggu sebentar yah tuan,
Alex mengangguk.
Beberapa lama kemudian Alex mendengus menatap kursi jok di belakang mobilnya yang penuh kantongan plastik yang berisi SOP buntut.
Dengan terpaksa ia harus membeli semua SOP buntut yang ada di warung tersebut. Ia takut mendapatkan amukan dari tuannya, jika ia tak bisa menemukan SOP buntut pesanan tuannya.
.
.
.
__ADS_1
🍂jangan lupa, like, komen, beri hadiah dan vote karena ada gift di awal bulan dan di akhir kisah. @cek pengumuman di ☝️.