Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
JPA 147. season 2.


__ADS_3

Keesokan harinya.


"Nay, kau masak apa?" Tanya Adrian saat menghampiri Anaya di dapur dan langsung memeluk Anaya dari belakang, sesekali ia mengecup pipi Anaya, menghirup aroma shampoo yang menyeruak hingga ke rongga hidungnya.


"Kakap asem manis dan cak kangkung mas. Tumben pagi-pagi sudah bangun mas. Apa ada maeting? Tanya Anaya sambil mengaduk masakannya.


"Tidak. Aku harus ke Bogor pagi ini , menghadiri undangan dari pak Tommy."balas Adrian. Ia menelusupkan tangannya masuk ke dalam kaos yang di kenakan Anaya, kemudian mengusap-usapnya.


"Oh. Aku lupa mas, apa kau menginap?" Tanya Anaya tersenyum.


"Sepertinya tidak, setelah acara selesai aku langsung pulang. Kalau begitu aku mandi dulu." Pamit Adrian.


Anaya mengangguk. Namun sedetik kemudian ia kembali memeluk anaya." Apa aku tidak mendapatkan jatah pagi ini sebelum ke Bogor." Ucap Adrian ia menggoda Anaya hingga wajah Anaya terlihat bersemu.


"Aku masih kedatangan tamu mas." Ucap Anaya polos.


Seketika wajah Adrian menjadi sendu, ia meletakkan kepalanya di pundak Anaya bersandar di sana."jadi berapa lama lagi aku harus menunggu?" Tanya Adrian.


"Biasanya 6 hari, mas." Jawab Anaya.


Adrian kemudian menghitung mengunakan jarinya." Sudah empat hari, berarti dua hari lagi?" Tanya Adrian. Ia masih meletakkan kepalanya di pundak Anaya menghirup aramo tubuh sang istri yang akhir-akhir ini membuat dirinya candu.


"Tergantung, mas."


Adrian melongos, sudah empat hari adiknya tidak mendapatkan jatah, padahal ia ingin sekali melakukan itu sebelum ia berangkat ke Bogor.


"Mas, lepas. Aku sesusahan bergerak jika kau terus menempel seperti ini." Seru Anaya.

__ADS_1


"Jadi kau tidak senang suami mu menempel seperti ini?"tuding Adrian.


"Bukan begitu, mas. Aku kesusahan bergerak lihat, aku harus mengambil piring, mengambil yang lainnya, bagaimana aku bisa mengambil jika kau terus menempel begini." Ujar Anaya. Ia terkikik geli saat Adrian mengusap-usap hidungnya di leher Anaya.


"Geli, mas. Lepas." Seru Anaya lagi.


Adrian ikut tertawa kemudian melepaskan, Anaya." Ya sudah, aku mandi dulu. Tapi ingat dua hari lagi akan ku tagih jatahku. Pakai lingerie yang bagus, aku ingin kau yang merayuku." Adrian menunjuk Anaya mengunakan telunjuknya sambil berjalan mundur. Namun tanpa sengaja ia menabrak pembatas pantry.


"Auuu." Adrian meringis saat kakinya tanpa sengaja tertabrak di bagian sudut ruangan.


Bukannya membantu Anaya malah tertawa."makanya hati-hati, mas." 


Adrian meringis. Melihat itu Anaya langsung menyimpan sudet yang ia pegang dan berjalan ke arah Adrian. Ia menekuk kakinya." Yang mana yang sakit, mas." Tanya Anaya saat memegang pergelangan kaki Adrian.


"Apa yang ini?" Tanya Anaya. ia sedang fokus mencari luka di kaki Adrian. Namun berbeda dengan Adrian ia malah tersenyum misterius dan langsung meraih tangan Anaya dan meletakkannya di atas adik kecilnya yang saat ini menegang.


"Adrian terkikik."


"Aku kaget, mas. Kau keterlaluan. Dasar mesum."ujar Anaya dan kembali bangkit dari posisinya." Ya sudah, mas. Kau bersiap. di jalan sangat macet, apa lagi akhir pekan seperti hari ini." Seru Anaya.


Adrian mengangguk dan langsung tersenyum dan pergi  meninggalkan Anaya menuju kamarnya, ia harus membersihkan tubuhnya dan menidurkan adik kecilnya di toilet.


***


Dua jam kemudian Adrian keluar dengan tampilan rapi, ia mengenakan celana jens, kos polos dan jas potong. Ia menyunggingkan senyumnya setelah sampai di meja makan.


Setelah Adrian duduk, Anaya kemudian mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan beberapa lauk.

__ADS_1


"Tarima kasih, Nay." Seru Adrian saat Anaya meletakkan piring yang berisi nasi ke atas meja.


"Sama-sama, mas."Anaya menyungingkan senyumnya dan kembali berjalan ke pantry untuk mengambil kopi Adrian yang tadi tidak sempat ia bawa ke meja makan.


"Nay, maaf. hari ini aku tidak bisa menemani mu karna harus menghadiri undangan Pak Tommy." Adrian merasa bersalah saat akhir pekan ia tidak bisa menemani Anaya padahal beberapa waktu yang lalu ia berencana mengajak Anaya berjalan-jalan ke pulau seribu. Namun ia juga tidak bisa jika tidak menghadiri undangan Pak Tommy. Pak Tommy adalah klien penting Adrian, itu sebabnya ia harus hadir. Lagipula Pak Tommy sudah mewanti-wanti jika ia harus datang.


"Tidak apa-apa, mas. Hari ini aku ingin ke rumah Noureen, aku akan mengembalikan uang yang tempo hari aku pinjam padanya."balas Anaya.


Adrian mengangguk-angukkan kepalanya." Kau hati-hati. Setelah acaranya selesai aku akan segera pulang."


"Iya, mas. Mas juga hati-hati di jalan." Anaya menyungingkan senyumnya dan kembali menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.


Setelah menghabiskan sarapannya dan pamit pada Anaya. Kini Adrian melajukan mobilnya meninggalkan bestmen apartemen.


Hampir dua jam membela jalan, akhirnya Adrian sampai di lokasi yang akan ia tuju.


Setelah mobil yang ia kendarai berhenti, ia langsung ke luar dari mobil. Dari jauh terlihat pria tampan berlesung pipi di bagian sebelah kiri datang menghampiri Adrian." Terima kasih, Pak Adrian. Anda bersedia hadir." Ujar pria itu yang di ketahui bernama Tommy.


"Sama-sama, pak. Saya merasa terhormat mendapatkan undangan dari bapak." Adrian tersenyum dan menyalami pria itu."


Setelah mengobrol cukup lama, Adrian pamit menuju resort. Ia akan beristirahat telebih dahulu setelah itu ia bergabung dengan yang lainnya.


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang masih setia membaca. besok saya akan umumkan pemenang gift awal bulan. Terimakasih.🙏


__ADS_2