
Setelah menenangkan dirinya di dalam mobilnya. Cakra lalu menyuruh Alex untuk mengantarnya pulang ke kediamannya. Ia tidak punya cukup tenaga saat ini, pikirannya benar-benar kacau. Hatinya tercubit, saat pikirannya kembali berputar mengingat apa yang tadi diucapkan oleh sang dokter .
Seketika ia mulai berbicara dengan Alex.
"Alex,"
"Iya, tuan!"
"Bisakah kau mencari rumah sakit dengan fasilitas terbaik untuk istri ku. Aku sungguh tidak ingin kehilangan dia, dia begitu berarti untuk ku." Ucap Cakra. Sesekali tangannya terlihat mengusap cairan bening di ujung kelopak matanya.
"Bisa, tuan!" Jawab Alex. Matanya sesekali melirik ke arah kaca spion menatap raut wajah tuannya yang saat ini terlihat sangat sedih.
Saat ini Cakra benar-benar terlihat rapuh. Pria tampan yang biasanya terlihat tegas dan berwibawa berubah menjadi pria yang cengeng.
Saat mobil yang dikendarai Alex berhenti tepat dihalaman rumah. Cakra turun, berjalan dengan gontai masuk kedalam rumah.
Seketika Noureen langsung menghampirinya.
"Mas, kau sudah pulang?" Tanya Noureen. Wajahnya terlihat nampak bahagia saat menyambut suaminya pulang.
Bukannya menjawab. Cakra malah berhambur memeluk tubuh Noureen.
Noureen mengeryitkan, tidak biasanya suaminya bertingkah seperti ini. Netranya lalu melirik ke arah Alex yang saat ini berdiri tidak jauh dari mereka.
Seketika Alex menggeleng saat melihat tatapan Noureen yang sepertinya sedang meminta penjelasan.
Tak lama terdengar Isak tangis yang keluar dari bibir Cakra.
Naureen semakin dibuat bingung dengan tingkah laku suaminya.
"Mas, tenang, ya. Sebenarnya apa yang terjadi?' tanya Noureen. Ia mengurai pelukannya hingga saat ini mereka saling bertatapan.
Kini Noureen bisa melihat wajah suaminya yang Tampak lesu seperti sedang memiliki masalah.
"Apa yang sebenarnya terjadi, mas? Kau sepertinya sedang memiliki masalah yang sangat serius,"tanya Noureen.
Cakra mengeleng. Kemudian langsung membawa Noureen berjalan ke arah sofa.
Saat tiba di sofa. Cakra kembali menenggelamkan wajahnya di pundak Noureen. Mencium aroma tubuh Noureen. Ia takut jika suatu saat aroma ini tidak dapat ia nikmati lagi.
"Mas, apa sebenarnya yang terjadi dengan mu,'tanya Noureen yang saat ini sedang mengusap-usap rambut sang suami.
Lagi-lagi Cakra menggeleng."aku hanya kelelahan, Sayang.
"Mas, jangan bohong,"
"Mas, tidak bohong sayang, mas hanya kelelahan," pungkas Cakra.
__ADS_1
"Kalau begitu ayo kita kekamar mas," ajak Noureen menggandeng tangan suaminya masuk kedalam kamar.
***
Setelah perkenalan Anaya dan Rio tempo hari di acara wisuda Noureen. Kini mereka tampak terlihat sangat dekat.
terbukti saat ini, mereka sedang duduk berdua di sebuah kafe, sambil mendengarkan musik dan lagu yang dibawakan oleh salah satu grup band yang ada disana.
Anaya sesekali terlihat tersenyum saat berbicara dengan Rio.
saat lagu yang dibawakan salah satu grup band itu selesai. mereka mempersilahkan jika ada pengunjung yang ingin bernyanyi.
seketika Rio berdiri, lalu berjalan naik ke atas. membisikkan sesuatu kepada salah satu orang yang ada disana.
orang itu mengangguk. Rio mengambil gitar dan mulai bernyanyi.
CINTA LUAR BIASA
Waktu pertama kali
Kulihat dirimu hadir
Rasa hati ini inginkan dirimu
Hati tenang mendengar
Suara indah menyapa geloranya hati ini tak ku sangka
Rasa ini tak tertahan
Terimalah lagu ini dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamu
Hari hari berganti
Kini cintapun hadir
Melihatmu memandangmu bagai bidadari
Lentik indah matamu
__ADS_1
Manis senyum bibirmu
Hitam panjang rambutmu anggung terikat
Rasa ini tak tertahan
Hati ini slalu untukmu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cinta ku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Terimalah cintaku yang luar biasa tulus padamu.
saat lagu yang dibawakan Rio berakhir, semua pengunjung Seketika bertepuk tangan. Rio tersenyum kemudian berjalan ke arah Naya. sesampainya ia didepan Anaya. ia lalu mengambil sesuatu dari saku celananya.
"Nay, maukah kau menjadi kekasih ku?" tanya Rio yang saat ini berjongkok di depan Anaya.
seketika semua pengunjung langsung bersorak. meminta Anaya menerima Rio untuk menjadi kekasihnya.
Anaya tersenyum, kemudian mengangguk. Rio lalu berdiri dari berjongkok dan langsung memeluk tubuh Anaya.
__ADS_1
"trimakasih, Nay!" ucap Rio.
"sama-sama, mas,"