Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Masalah muncul


__ADS_3

Mungkin ada yang belum tau Rani itu siapa? dan kenapa Dia muncul menjadi bumerang bagi rumah tangga Arkana dan Kirana.


Jadi Rani ini adalah adik dari Natasya, kalian tau kan Natasya itu siapa? Dia adalah wanita yang membuat Papah dan Mamah Kirana berpisa dan saat Karina membongkar semua kejahatan mereka Natasya di usir oleh Wibowo hal itu membuat Natasya berniat membalas dendam dengan kepolosan sang adik.


Rumah Sakit


Ruangan rawat Kirana di pindahkan, Arkana tetap setia menunggunya disana. Kedua Bayinya di bawah pulang oleh sang Bunda


"Dek, bangun dong Mas gak bisa lihat Kamu kek gini, bangun dong sayang--"Arkana


"kamu lihat, Anak kita lahir dengan sehat coba buka matamu dan lihat mereka, Kita punya Dua baby sayang bangun dong"Lirih Arkana di telinga Kirana


Seseorang membuka pintu lalu masuk.


Dia mendekati Arkana dan menyentu pundaknya.


"Sabar, Doakan saja agar dia cepat sembuh"Rani


"Makasi Ran--"Arkana


"Sama sama Ka-"Rani


Arkana terus mengelus jari Kirana membuat Rani geram.


"Kenapa gak mati saja si Kamu Kirana,"Batin Rani


"Arkana, soal semalam maafin Aku, Aku gak bisa menahan mu untuk tidak melakukanya tenaga mu sangat kuat dan Aku gak bis--"Rani


"Jika sudah selesai Kamu bisa pulang sekarang, Saya ingin bersama dengan Istri saya disini, tolong jangan gangu Kami anggap saja semalam itu saya lagi mabuk dan jika terjadi sesuatu saya akan bertanggung jawab tapi tidak akan menghianati Kirana"Ucap Arkana dengan tegas


Rani mendengar perkataan Arkana merasa sangat marah.Setelah itu Ia pergi dari sana dengan rasa kesal.


"Sial apa apaan Dia, dengan susa paya Aku melakukan ini Dia hanya berkata seperti itu seolah olah Aku ini jalang. Lihat saja apa yang akan aku lakukan pada Kirana, Jika dia tidak mati, maka aku yang mencabut nyawa wanita pujaan mi itu Arkana"Rani


 


Hari hari telah berlalu Arkana tak pernah meninggalkan Kirana sedetik pun, bahkan Ayah dan Mertuanya sudah menyurunya bergantian menjaga Kirana namun Dia tak menginginkanya. Satu minggu sudah Kirana koma begitu pun dengan Umur Anak mereka.


 


Rani terus datang menemui Arkan di rumah sakit lagi dan lagi Arkana tak memperdulikanya membuat Rani geram.


Pagi ini Karina menani Arkana di rumah sakit


dan Karina menyuru Arkana untuk kembali ke rumah menjenguk bayi nya dan Karina menjaga Kirana.


Seorang membuka pintu dan masuk kedalam.


"Kenapa? mau menjenguk Kirana atau mau menjenguk Arkana? saya lihat Kamu rajin sekali datang kemari dan repot repot membawa makanan, untuk Arkana?" Karina


"Bukan urusan Anda, Saya peduli dengan Kirana juga Arkana"Jawab Rani


"peduli? atau kau menyukai Adik ipar ku itu?


licik sekali Kamu mengunakan kesempatan dalam kesempitan" Ledek Karina


"Hahah, tenang saja Sebentar lagi Kamu akan menangis Karina dan Adik kesayangan mu ini akan dimadu, jadi bahagialah dulu ya Kaka Ipar"Rani


Karina menatap Rani yang berlalu dan meninggalkanya bersama Kirana


"Apa yang akan Dia lakukan? tak akan ku biarkan Aku harus berbuat sesuatu"Batin Karina


*****


Arkana tekal selesai dengan aktifitas mandinya lalu berpakaian dan pergi ke kamar Anak anaknya.


Mengetuk pintu.


Tok ..Tok...Tok..


Arkana membuka pintu lalu masuk, disana Bunda dan Mertuanya tengah sibuk mengurusi Bayi kembar mereka, Saat ini Mertuanya menginap untuk menjaga cucu nya menemani Dania Bunda Arkana.


"Halo Sayang nya Daaddy berdua, apa kabar kalian hari ini"Arkana


"Kabal baik Dad"Balas Mertuanya


"Gimana keadaan Mu Nak?"Tanya Rania


"Baik Mah, Kalian gimana?"Tanya Arkana balik

__ADS_1


"Seperti yang Kamu lihat Nak,"Jawab Dania


"Kirana gimana? ada perkembangan?"tanya Dania


Arkana hanya mengelengkan kepala nya


"Sabar" Mertuanya


Dania dan Rania meninggalkan Arkana bersama Anak nya itu.


"Halo sayang, gimana kabar Kalian hari ini?


Daddy senang kalian hadir disini, Daddy bahagia kalian melengkapi Daddy dan Moomy kalian, tapi---" Arkana


Perkataan Arkana terhenti matanya menatap kedua manik mata bayi mingil nya itu dan mengusap jari kecil mereka dengan lembut


"Apa Kalian Tau Nak? Moomy kalian sangat kuat, Dia bisa menahan rasa sakitnya sendirian dan menyembunyikan semuanya dari Daddy agar Daddy dan yang lain bahagia, Moomy Kalian sangat hebat Daddy harap apa pun yang terjadi kedepanya Daddy anak terus mencintai dan menyayangi kalian meskipun nanti Moomy tidak bersama Kita bertiga--"Isak Arkana


Dari dalam kamar Arkana mendengar keributan dengan samar samar, Dia pun keluar dan mendapati wanita yang bernama Rani disana sedang berbicara dengan Ayah Arkana, semua keluarga Kirana dan Arkana ada disana.


"Ada apa ini? kenapa ribut sekali apa yang sedang kalian rib--"Arkana


Plakkkk......


Tamparan keras mengenai wajah Arkana


"Apa apaan Kamu ha? apa ini yang kamu lakukan di belakang Anak Saya? kurang apa Anak saya sehingga Kamu menghianati Dia seperti ini? apa salah Anak Saya pada Mu Arkana"Ucapan wibowo membuat Arkana tercengang, lalu menatap Rani penuh Amarah


Menari tangan Rani namun di cega oleh Ayahnya


"Anak tidak tau di untung, Kirana sudah berkorban banyak pada mu, tapi balasan mu sperti ini? mulai saat ini Kau keluar dari rumah ini jangan pernah datang sebelum Kirana memaafkan perbuatan terkutuk mu ini"Usir sang Ayah


"Pah, tenang lah dulu kita bisa tanya baik baik dengan mereka kejadian sebenarnya"Bujuk Dania


"Yah, ini tidak seperti yang Kalian semua pikirkan,saat itu aku sangat mabuk berat dan pas bangun pagi aku sadar dan tidur dengan wanita ini"Ucap Arkana menatap Rani sinis


 


plakkkk.....


Tamparan itu mendarat di pipi nya, kali ini sang Ayah yang menanparnya dengan keras.


"Kurang ajar, Ayah sudah memilihkan istri yang baik untuk Mu, Apa yang kamu lakukan ini sudah sangat keterlaluan apa aku harus membunuh mu saja hari ini" Wijaya


"Dania, Aku malu pada besan Ku, Aku malu pada Kirana Aku telah menjodohkan Dia dengan Anak yang tidak tau di untung seperti Dia ini" Menunjuk Arkana yang saat ini terdiam di sofa dengan bibir yang berdarah.


 


\\\\


 


Karina datang dari rumah sakit, Ia melihat semua orang di rumah Kirana pagi ini sangat berbeda.


"Ada apa ini? kenapa kalian seperti ini, apa yang terjadi? dan Jalang ini?"menunjuk ke arah Rani membuat yang empunya nama megeraskan rahang nya.


"Mah, Ada apa?"Tanya nya pada Rania


"Sayang, gimana keadaan Adik mu? siapa yang menjaganya disana?" Tanya Rania mengalihkan pertanyaan Karina


"Mah, Mamah belum jawab pertanyaan Ku--"Karina


"Nanti Mamah akan jelaskan"Rania


"Aku membawah berita bahagia, saat ini Kirana sudah melewati masah Koma nya dan kita berdoa saja supata Kirana cepat sadar" Jelas Karina membuat semuanya tersenyum bahagia kecuali Rani


"Sialan, bagaimana dengan diriku? Aku sudah bersusa paya menjebak nya masa iya gagal lagi" Batin Rani


"Apapun rencana mu, Aku yang akan megagalkanya paham kamu, bila perlu Aku akan mengirimu kepenjara sama seperti Kakak mu yang jalang itu" Ucap Karina di telinga Rani


"Aku harus melakukan sesuatu"Batin Rani


"Ah, lalu bagaimana Aku dan Anak ini?" Kata Rani pelan


Karina balik dan menatap Rani dengan pandangan Aneh


"Anak? maksuda Kamu anak siapa?"Tanya Karina


"Tanyakan pada Adik Ipar Mu" Jawab Rani

__ADS_1


Karina menatap Arkana berharap mendapat jawaban, namun Arkana hanya menunduk


Membuat Karina mengerti.


Karina maju dan berhadapan dengan Rani


Plaaakkk...


"Apa Kamu pikir dengan melakukan hal ini Saya percaya sama kebohongan mu ini? hah hei Rani saya paham betul asal usul keluargamu itu hem, jadi saya tidak akan tertipu dengan itu" Karina


"Apa kamu pikir Aku membohongi kalian? Aku akan memberikan bukti nya padaMu" Rani mengeluarkan hasil tes kehamilanya


"Bodoh, Hal yang sama pun di lakukan oleh Kakak mu itu dulu pada Ayah ku" Ucap Karina.


Karina maju dan menyentuk wajah Rani


"Dengan wajah ini, siapa pun pria yang melihat mu pasti akan tertarik. Mengerti kan maksud ku?" Karina


Merasa di permaluka Rani pergi dari sana


dengan tangisan di matanya.


*****


"Sudah lebih baik Kita semua kerumah sakit Kirana sedang membutuhkan Kita saat ini" Ucap Karina


Mereka semua pergi menemui Kirana yang tidak membutuhkan waktu lama mereka tibah disana, Mereka masuk dan menenui Kirana


Di lain tempat


***Rani pov


Karina, lihat saja setelah ini Kau akan merasakan pembalasanKu, berani beraninya kamu memperlakukan ku seperti itu didepan keluarga mu, Akan ku buat Kau dan Adik kesayangan mu itu hancur berkeping keping sama seperti kau menghancurkan keluarga ku. Lihhat saja apa yang akan ku lakukan pada Kirana, Jika Dia tidak mati maka Aku yang akan membuat Dia menjemput ajal nya.


Rani Pov end***


Hari sudah mulai sore, Keluarga Kirana dan Arkana kembali kerumah saat ini yang menjaga Kirana adalah Arkana karena Karina tahu jika Arkana yang menjaga Kirana pasti Rani akan datang kesana makanya sebelum Dia kerumah memberitahu kan keadaab Kirana dia memasang Kamera pemantau disana tanpa di ketahui siapa pun.


Karena Arkana sangat lapar Ia pun memutuskan untuk mencari makanan di dekat rumah sakit.


"Sayang, Aku akan keluar membeli makanan sebentar, Kamu gak apa kan disini sebentar Aku lapar banget nih" Bisik Arkana di telinga Kirana setelahnya Dia pun pergi.


Selang beberapa menit Arkana pergi seseorang membuka pintu dan masuk kedalam


"Hai Kirana apa kabar mu? gimana kesehatanmu selama dua bulan ini? ini Aku Rani, wanita yang pernah kau tampar karena menyukai suami mu itu, apa kau tau Aku sedang berusaha mendapatkan nya hahaaha apa kamu bisa menghalangiku dan datang menamparku lagi? ku rasa tidak akan bisa melihat kondisi mu yang menyedikan ini hahahha Aku sudah melakukan sesuatu yang dapat membuat aku bisa menikah dengan Arkana dan akan ku ceritakan pada mu ya" Ucap Rani


Iya Kaget saat Arkana muncuk di belakang nya


" Sudah lama disini?"Tanya Arkana


"ahh, Kau bikin aku kaget saja"Rani


"sejak kapan disnana?"tanya nya lagi


"Baru saja tiba, ngapain kesini?"Tanya Arkana lalu duduk disisih Kirana


"Syukur deh dia gak dengar yang sebenarnya"Gumamanya


"Dengar apa?" Tanya Arkana


"Ah, tidak aku tadi hanya lewat disini sekalian priksa anak Kita" jawabnya membuat Arkana terdiam


"Aku pulang ya bay" Rani


Arkana terus terdiam, batinya terus bertanya apa benar anak yang Rani kandung itu anak nya atau Anak dari orang lain. Kepalanya sangat pusing terus menerus di acak rambutnya dengan kasar sesekali air matanya menetes saat mengengam tangan Kirana.


Hallo saya kembali lagi, maaf ya Manteman baru bisa Update soalnya sibuk natalan dan tahun baruan.


Oh iya HAPPY NEW YEARS READER KU🎐🎊🎉🎉


Terimahkasih sudah menunggu updatan ku ya🙏🙏🙏🙏


Maaf banget membuat kalian menunggu terlalu lamah. Sekarang Aku bisa aktif lagi updatenya tapi sehari 1 chap bisanya


Semoga kalian suka


🙏🙏🙏🙏🙏🙏


Maaf membuat kalian menunggu

__ADS_1


Terimah kasih banyak


 


__ADS_2