Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
JPA 153. season 2


__ADS_3

Sudah seminggu berlalu Namun hubungan Adrian dan Anaya tak kunjung membaik. Setiap pagi Anaya akan bangun lebih awal membuat sarapan untuk Adrian kemudian pergi sebelum Adrian bangun dan saat Adrian pulang, Anaya akan berdiam diri di kamar dan tak menampakkan batang hidungnya.


Seperti pagi ini, setelah Anaya membuat sarapan. ia langsung pergi pagi-pagi sekali sebelum Adrian terbangun. Saat sampai di depan apartemen, Anaya berbalik dan menatap bangun di depannya. Ia menghembuskan nafas kasar saat menatap bangunan di depannya. Tak lama ia berbalik dan langsung meninggalkan tempat itu. Tujuan saat ini ialah Menuju stasiun kereta api menuju ke Bandung. 


Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, Anaya keluar dari taksi. Ia berjalan masuk ke dalam stasiun. Saat ia sampai di ruang tunggu, Anaya menatap tiketnya, masih dua jam lagi. Anaya menghembuskan nafasnya kemudian duduk di kursi tunggu. Rasanya benar-benar berat untuk pergi. Namun, Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Anaya memutuskan pergi meninggalkan apartemen Adrian. Ia sengaja tidak berpamitan pada Adrian, ia tidak ingin perasaan yang sudah mulai tumbuh semakin besar dihati Anaya dan membuatnya sulit melupakan Adrian.


***


"Bagaimana, win." Tanya Adrian yang saat ini duduk di kursi kerjanya. 


"Belum ada hasil, tapi gue akan berusaha mengembalikan rekaman CCTV yang sudah mereka retas." Jawab Erwin yang saat ini masih fokus dengan laptop di depan.


Adrian terlihat berjalan mondar-mandir, Sambil mengusap-usap rahangnya menggunakan jarinya, ia  mencari cara agar ia menemukan bukti lain selain rekaman CCTV yang ada di resort.


"Win bagaimana jika kita menggunakan opsi ke-dua." Ujar Adrian.

__ADS_1


"Maksud Lo?"


"Iya, kita menggunakan opsi kedua."


Adrian lalu berbisik di telinga Erwin dan Erwinpun mengangguk.


"Apa malam ini?"Tanya Erwin.


"Iya, malam ini, malam ini aku sudah janji mengajaknya berkencan sebelum acara pertunangan kami dilangsungkan." Balas Adrian.


Adrian kemudian menepuk punggung Erwin." Terima kasih, bro."ucap Adrian.


Erwin mengangguk." Itu gunanya teman bro."


Setelah itu Adrian meninggalkan Erwin, dan langsung masuk ke ruangannya. Ia harus bersiap-siap terlebih dahulu sebelum ia bertemu dengan Siska Nanti malam.

__ADS_1


Pukul 5 sore Adrian sudah siap, ia sudah Mengganti pakai yang ia gunakan tadi pagi. Saat ini Adrian sudah terlihat tampan dengan stelan jeans, baju kaos dan jas simple. Ia menatap tampilannya di depan cermin yang ada di ruangan pribadinya. Setelah merasa sudah cukup puas. Adrian kemudian keluar dari ruangannya menuju ke parkiran.


Saat ia tiba di parkiran, ia langsung masuk ke dalam mobilnya, menyalakan mesin mobil dan melaju meninggalkan parkiran Abraham grup


Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, mobil Adrian berhenti di sebuah rumah mewah bergaya clasik. Tak lama pintu terlihat terbuka, Siska keluar dengan sedikit berlari." Apa kau sudah lama menunggu, honay?" Tanya Siska ia menekuk setengah kakinya dan menyandarkan dagunya di dekat pintu mobil.


"Tidak, sis. Aku baru saja sampai." Balas adrian.


"Kau ingin mampir dulu atau kita jalan sekarang."tanya Siska.


Adrian menatap jam yang ada di pergelangan tangannya." Lebih baik kita jalan sekarang."balas Adrian


Siska mengangguk dan langsung masuk ke dalam mobil Adrian.


Sepanjang perjalanan, Siska terus bergelayut manja pada lengan Adrian. Adrian juga tidak menolak, ia hanya diam dan sesekali tersenyum menanggapi apa yang di ucapkan Siska. Sejujurnya saat ini ia ingin sekali menghempaskan lengan Siska yang terus bergelayut manja padanya. Namun, apa boleh buat, Adrian harus bersabar agar rencana yang sudah ia susun berjalan dengan lancar.

__ADS_1


Setelah lama berkendara, akhir Adrian sampai di sebuah restoran mewah. Ia lalu keluar dari mobilnya dan langsung membuka pintu untuk Siska. Ia meraih tangan Siska dan membantunya keluar dari mobil." Terima kasih." Ucap Siska dengan senyum yang di buat Semanis mungkin. Adrian mengangguk dan langsung mencium tangan Siska. Seketika wajah gadis itu merona. Sudah lama sekali ia menantikan hal ini, Namun baru kali ini ia mendapatkan perlakuan manis dari pria yang sudah lama ia cintai.


__ADS_2