Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Episode 44


__ADS_3

Setelah menebus resep obat dari dokter Anita, Cakra lalu berjalan menuju parkiran. Sesampai di parkiran, ia lalu masuk kedalam mobilnya, ia tersenyum kala menatap wajah Noureen yang tertidur pulas, Cakra lalu mengusap pucuk kepala sang istri, lalu tersenyum.


" Sayang kamu lelah yah." Ucap Cakra masih menatap wajah sang istri yang tertidur pulas, sungguh saat ini Cakra begitu sangat bahagia.


Cakra lalu menyalakan mesin kendaraannya dan melajukan mobilnya. tak lama Ponsel Cakra berbunyi, tertera ID Alex asistennya yang memanggil, ia kemudian mengambil earphone bluetooth dan memasangnya di telinga, lalu mengangkat panggilan dari Alex.


" Hallo Lex." ucap Cakra


" Maaf mengganggu Tuan, ada berkas penting yang harus Tuan tanda tangani hari ini juga."ucap Alex pada atasannya.


" Apa tidak bisa ditunda." Jawab Cakra.


" Maaf tuan sepertinya tidak bisa." Ucap Alex.


Cakra lalu menatap jam yang ada di pergelangan tangannya.


" Sejam Lagi aku kesana." Ucap Cakra pada asistennya.


" Baik Tuan," ucap Alex diseberang sana.


Setelah mematikan ponselnya, Cakra Lalu melajukan mobilnya menuju perusahaan SS, Corp. Sesekali ia membunyikan klakson mobilnya karena kemacetan di ruas jalan ibu kota.


***


Mobil berhenti tepat di depan lobi perusahaan.


" Sayang," ucap Cakra. dengan pelan Cakra mengusap pucuk kepala sang istri lalu membangunkan Noureen yang masih betah di alam bawa sadarnya. Seketika Noureen mengeliat, perlahan ia membuka matanya.


" Sudah sampai yah mas," ucap Noureen lalu menguap dan menutup mulutnya menggunakan tangannya. Noureen lalu menatap keluar.

__ADS_1


" Kita dimana mas,?tanya Noureen pada Cakra.


" Kita di kantor mas, mas mampir sebentar, ada berkas penting yang mas harus tanda tangani sekarang," jawab Cakra menatap Noureen dan tersenyum.


Noureen lalu mengangguk - anggukan kepalanya. dan dengan sigap Cakra lalu membuka sabuk pengaman yang dipakai Noureen. wajah Noureen memerah, saat di perlakukan semanis ini oleh suaminya, selama ini Cakra memang bersikap baik padanya, tapi Noureen tak pernah melihat ketulusan dari mata suaminya.


Noureen kemudian membuang wajahnya keluar jendela, untuk menutupi wajahnya yang memerah. Cakra lalu tertawa gemas melihat tingkah Noureen. sungguh saat ini, rasanya Cakra ingin sekali menerkam tubuh sang istri.


Cakra kemudian keluar dari mobil, dan berlari kesisi samping mobilnya untuk membukakan pintu untuk Noureen. setelah pintu mobil terbuka, Noureen keluar. seketika Cakra menggenggam tangan sang istri dan berjalan menuju pintu lobi, Noureen lagi-lagi tersenyum dengan perlakuan manis yang ditunjukkan Cakra padanya. didepan lobi, Cakra lalu memberikan kunci mobilnya pada seorang security.


" pak tolong di parkirkan." ucap Cakra pada seorang security yang berjaga di sana.


di kantor Cakra terkenal dengan sifat dinginnya, ia termasuk golongan yang introvert, jarang berbicara kecuali hal yang penting. tapi berbeda jika dengan orang terdekatnya ia menjadi orang yang ekstrovert .


Cakra dan Noureen kemudian berjalan masuk kedalam kantor dengan Cakra menggenggam tangan Noureen.


semua Mata karyawan tertuju menatap ke arah mereka, dan memuji ketampanan dan kecantikan ke duanya. terlihat Noureen tampak gugup, saat ia berpapasan dengan beberapa karyawan yang melihatnya. ini kali pertama Cakra mengajaknya kekantor.


"iya mas," jawab Noureen sambil mempererat genggaman tangannya. lalu masuk ke dalam lift menuju lantai teratas ruang Cakra berada.


setelah tiba di lantai paling tertinggi, pintu lift terbuka, Cakra lalu membawa Noureen menuju ke ruangannya tanpa melepas genggaman tangannya.


didepan pintu ruangan Cakra, seorang wanita menyapanya.


" selamat siang tuan, nyonya ," sapa Sinta sekretaris Cakra sambil tersenyum manis.


" siang," ucap Cakra dengan wajah datarnya.


" sin, antarkan semua file yang harus aku tanda tangani.

__ADS_1


" baik tuan," jawab Sinta.


setelah itu, Cakrapun berlalu meninggalkan Sekretarisnya dan masuk ke dalam ruangannya.


saat tiba didalam ruangan, Cakra lalu mengajak Noureen untuk duduk di sofa. Noureen kemudian mendudukkan tubuhnya dan bersandar di sofa. ia menatap disekelilingnya ruangan.


" mas interior ruangan mu sangat Bagus, dan terasa nyaman," ucap Noureen merasa kagum dengan interior ruangan kerja suami, sederhana tapi terlihat sangat mewah.


Cakra tersenyum menanggapi ucapan istrinya.


" Alex yang mendesainnya sayang, mas sisa terima hasilnya," ucap Cakra.


Noureen pun mengangguk-angukkan kepalanya, dan berdiri dari sofa berjalan-jalan disekitar ruangan kerja suaminya. tiba-tiba matanya menangkap sebuah bingkai foto di rak penyimpanan file yang ada di ruangan suaminya. Noureen kemudian mendekat, lalu mengambil bingkai foto itu. seketika kecemburuan menghinggapinya, saat melihat foto Cakra memeluk Alea dari belakang, terlihat tampak mesra.


Cakra meneguk ludahnya kasar, ia lupa menyuruh Alex untuk membuangnya. dengan cepat ia berjalan mendekat kearah Noureen.


" sayang. maaf, mas lupa membuangnya," ucap Cakra lalu mengambil bingkai foto itu dari tangan Noureen.


Noureen tak menjawab, ia lalu berjalan melewati Cakra dan duduk di sofa. Cakra kemudian membuang bingkai foto itu ke tong sampah yang ada di ruangannya, lalu menghampiri Noureen yang diam sambil mengerucutkan bibirnya.


"sayang," panggil Cakra.


Noureen hanya diam, Cakra pun menjelaskan dan berusaha membujuk Noureen. perlahan Noureen luluh, seketika Cakra mendekatkan bibirnya ke bibir Noureen, baru saja ia akan berciuman tiba-tiba seseorang mengetuk dan masuk kedalam ruangan.


.


.


.

__ADS_1


Terimakasih untuk kalian semua yang sudah mampir. jangan lupa like, komen, beri hadiah dan vote karena di awal bulan dan diakhir kisah author akan bagi-bagi hadiah menarik cek @pengumuman di atas☝️


 


__ADS_2