Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Episode 71


__ADS_3

Cakra mendorong kursi roda yang diduduki Noureen Menuju  keruangan Dokter subspesialis fetomaternal di ikuti dua orang suster di belakangnya.


Sesampainya di sana. Cakra lalu masuk kedalam ruangan Dokter Dian, dokter spesialis feto yang akan memeriksa kondisi kandungan Noureen.


Dokter Dian tersenyum saat Cakra mendorong masuk kursi yang diduduki Noureen.


"Selamat siang, nyonya." Dokter Dian menyapa Noureen


"Siang dok,"


"Bagaimana kondisinya bu?" tanya dokter Dian.


"Baik dok, cuma agak sesak sedikit."


"Itu hal yang wajar bu. karena ibu saat ini ada di fase kehamilan 7 bulan, trisemester ke 3. Ruang gerak janin semakin menyempit. itu sebabnya ibu sering mengalami sesak," balas Dokter Dian tersenyum. Lalu kembali membaca buku rekam medis milik November.


Terlihat dokter Dian mengangguk-anggukkan kepala. lalu kembali berbicara dengan Noureen dan Cakra.


"Menurut hasil pemeriksaan dokter spesialis kandungan sebelumnya, ibu Noureen didiagnosa plasenta Previa totalis dengan curiga akreta.


"Iya benar, dok," jawab Cakra.


"Usia kandungan, 30 Minggu. Tata letak kepala di bawah," Gumam dokter itu mengangguk-angukkan kepalanya sambil membaca rekam medis milik Noureen.


"Silahkan naik ke brankar, Bu. Kita akan melakukan USG fetomaternal terlebih dahulu.


"Baik, dok."


Cakra lalu mendorong kursi roda Noureen menuju ke brankar. Sesampainya di brankar ia lalu menggendong Noureen dan membaringkannya di atas brankar.


" Permisi, yah Bu," ucap Salah satu dari perawatan itu saat menyibak pakaian yang dikenakan oleh Noureen agar terbuka sedikit.


"Dokter Dian mendekat. Mengambil alat transduser, lalu memberikan gel kebagian perut Noureen.


"Permisi, ya, Bu," ucap dokter Dian saat mulai menggerakkan alat transduser ke bagian perut Noureen.


Cakra yang berdiri tidak jauh dari brankar ikut menatap ke arah monitor.


Seketika wajah dokter Dian berubah serius. Ia menatap lekat-lekat tampilan layar monitor yang saat ini menampakkan kondisi bayi dan plasentanya.


Setelah melakukan USG. Dokter Dian menyuruh salah seorang perawat untuk membersihkan perut Noureen kemudian membantu Noureen turun dari brankar.


Cakra  kemudian mendorong kursi roda Noureen menuju meja yang saat ini di duduki dokter Dian. Sesampainya disana, Noureen Lalu menanyakan kondisi kandungan.

__ADS_1


"Kandungannya sehat Bu. Namun, kita ada sedikit kendala. Dokter Dian menjeda ucapannya menatap serius ke arah Cakra dan Noureen. Lalu melanjutkan ucapannya." Dari hasil USG tadi. akreta ibu Noureen sudah hampir mengenai vesica urinaria. Akan terjadi pendarahan hebat saat ibu Noureen melahirkan bayinya. Saya sarankan bapak harus selalu ada saat menjelang persalinan ibu Noureen. Bapak juga harus punya persiapkan matang mulai dari team dokter yang menangani, kantong darah serta dokter urologi.


Wajah Noureen tampak syok, mendengar penjelasan dokter. 


Cakra kemudian menggenggam tangan Noureen. Memberi kekuatan pada sang istri.


"Jadi langkah apa yang harus saya ambil sekarang dok.


"Bapak harus menyiapkan pendonor, menentukan tanggal persalinan istri bapak, tempat persalinannya di mana. serta team dokter yang akan menangani ibu Noureen.


"Baik dok," jawab Cakra.


"Masih ada yang ingin ditanyakan pak?"tanya dokter Dian


"Sudah cukup, dok! Kalau begitu kami pamit."pamit  Cakra lalu berdiri. Menyalami dokter Dian kemudian mendorong kursi roda Noureen Menuju keruangan inapnya.


***


Seminggu kemudian


Di gedung tertinggi SS grup. Cakra berdiri menatap keluar jendela. Satu tangannya ia selipkan di saku celananya. 


Pikirannya sedang kacau setelah mendapat informasi dari seorang dokter kandungan yang menangani Noureen tentang masalah kandungannya.


Noureen di diagnosis plasenta Previa totalis dengan curiga akreta. Hancur tentu hati Cakra hancur mendengar semua ini, Akibatnya akan beresiko besar dan akan terjadi pendarahan hebat saat Noureen melahirkan bayinya.


Tok..tok..tok.


Seketika Cakra menoleh lalu mempersilahkan orang yang ada dibalik pintu itu untuk masuk.


Alex masuk ke dalam ruangan Cakra dengan membawa beberapa berkas di tangannya.


"Bagaimana, Lex? Apa kau sudah menemukan pendonor yang cocok untuk istri ku?"tanya Cakra saat Alex sudah berdiri didepan.


"Sudah tuan! ini beberapa kriteria pendonor yang anda minta. "Jawab Alex menaruh berkas yang ia bawa ke atas meja atasannya.


Cakra menerima berkas yang diberikan oleh Alex. Ia membaca satu persatu riwayat hidup yang akan menjadi pendonor untuk Noureen.


Setelah membaca dan menentukan pilihannya, akhirnya Cakra memilih 3 orang yang menurutnya paling sehat dan tak memiliki riwayat penyakit apapun.


"Lex, hubungi orang - orang ini. aku memilih ke 3 orang ini, untuk menjadi pendonor untuk Noureen."


"Baik, tuan!"

__ADS_1


"Dan jangan lupa, beri mereka cek masing - masing sebesar 100 juta rupiah.


"Baik tuan."


"Satu lagi! Apa kau sudah menemukan rumah sakit terbaik dan dokter kandungan terbaik di Jakarta?


"Belum tuan! Tapi dari informasi yang saya dapat, ada satu dokter terbaik di Jakarta."


"Siapa? dia bertugas di rumah sakit mana?" Tanya Cakra. Wajahnya tampak serius menunggu jawaban dari asistennya.


"Beliau Prof. Arifin, Tuan. Dari info yang saya ketahui beliau bertugas di Rumah sakit Medistra."balas Alex.


"Cepat hubungi dia dan atur pertemuan ku dengannya,"


"Tapi, maaf tuan. Sebelumnya saya sudah menghubungi beliau. Namun, beliau sedang tidak ada di Indonesia."


"Jadi, dia sekarang ada dimana?," bentak Cakra menatap tajam ke arah Alex. 


"Beli...au sedang di Singapura, tuan,"jawab Alex gugup.


"Ya sudah, kau hubungi dokter itu segera, tanyakan kapan dia akan kembali. Jika dia belum kembali secepatnya. terpaksa, kita yang akan menyusulnya kesana," ucap Cakra. Dengan wajah yang terlihat tegas tanpa expresi sedikit pun.


"Baik, tuan!" Jawab Alex lagi.


"Kau bisa keluar sekarang."


" Baik, tuan!" Alex berdiri. Berjalan meninggalkan ruangan atasannya.


Setelah Alex keluar dari ruangan. Cakra lalu menyandarkan tubuhnya ke belakang, ia mengusap wajahnya kasar.


Dalam hati ia terus berdo'a. Semoga persalinan sang istri lancar dan tidak ada kendala apapun.


Lama terdiam. Cakra lalu bangkit. Ia melihat jam tangan yang ada di pergelangan tangan. lalu memutuskan untuk pulang ke kediaman nya. 


(Plasenta Previa totalis adalah plasenta yang melekat ke bawah di dekat leher rahim dan menutup seluruh jalan rahim.)


(Fetomaternal adalah pemeriksaan ultrasound yang bertujuan untuk mendeteksi kelainan dan masalah pada janin)


(Akreta adalah kondisi ketika ari-ari atau pembuluh dara pada plasenta bertumbuh terlalu dalam pada dinding rahim terlalu dalam)


(Vesica urinaria adalah organ yang penting untuk menyimpan urine sampai siap untuk dikeluarkan)


Cakra keluar dari kantornya tepat pukul lima sore, ia berjalan menuju parkiran yang khusus disediakan untuk petinggi perusahaan.

__ADS_1


Sesampainya di parkiran ia masuk kedalam mobilnya. Dan langsung melaju meninggalkan parkiran kantornya.


Sejam Cakra menempuh perjalanan menuju kediamannya, akhirnya ia pun berhenti tepat dihalaman rumahnya. Ia langsung membuka sabuk pengamannya lalu keluar dari mobil.


__ADS_2