
Setelah pulang dari restoran. Cakra masih saja terdiam, tak ada pembicaraan antara keduanya. rasa cemburu masih mendominasi pikirannya. Ia tidak senang jika istrinya berdekatan dengan pria lain termasuk Rio yang notabenenya adalah anak dari sahabat mertuanya.
Di dalam kamar, Cakra duduk di sisi ranjang sambil fokus memainkan ponselnya. Noureen menatap heran pada sang suami, sejak pulang dari restoran suaminya tampak diam.
Seketika Noureen mendekat." Mas jangan seperti ini, ada masalah apa denganmu?" Tanya Noureen. Tiba-tiba Noureen sudah memeluk Cakra dari samping, melingkarkan tangannya. Mengunci pinggang sang suami.
Laki-laki yang sedang sibuk dengan ponsel ditangannya seketika mengalihkan tatapannya ke samping, menatap sang istri yang sudah memeluknya dengan erat sambil bersandar di dada bidangnya.
Cakra tersenyum kemudian.ย
" Mas baik-baik saja sayang," ucap Cakra tersenyum. Menurunkan pandangannya. Dengan tangan kiri ia merangkul tubuh Noureen lalu mengecup pucuk kepala istrinya.
" Lalu kenapa mas diam sejak tadi?" Tanya Noureen mendongak menatap sang suami.
Senyum paksa diukir Cakra di bibirnya. Lelaki itu kembali memeluk erat sang istri.
" Itu hanya perasaanmu sayang. Mas sudah katakan, mas baik-baik saja." Ucap Cakra. Lagi-lagi kecupan dilabuhkan di pucuk kepala Noureen.
" Mas, jangan membohongiku, aku tidak suka dibohongi, Mas. Ayo katakan sejujurnya," ucap Noureen. mendongak menatap wajah Cakra. Tatapannya sangat serius. Ia menunggu kejujuran dari bibir sang suami.
__ADS_1
Cakra menghela nafas berat. Mencium kembali pucuk kepala sang istri. Menyalurkan perasaan yang ada di dalam hatinya." Mas tidak suka melihatmu berdekatan dengan Rio. Apalagi sedekat tadi!" Jawab Cakra. Masih dengan posisi memeluk sang istri.
Noureen terkikik geli." Oh.. jadi gara-gara itu, mas diam sejak tadi?"
Cakra mengangguk." Pokoknya mulai besok, mas tidak mengizinkan wanita mas berdekatan dengan laki-laki lain. Kamu hanya bisa berdekatan dengan mas." Pinta Cakra. Menatap serius manik coklat yang juga sedang menatapnya.
Noureen hanya bisa mengangguk pasrah, mengiyakan ucapannya sang suami.
" Sekarang tidurlah. tidak baik wanita hamil tidur terlalu larut," ucap Cakra. Membaringkan Noureen lalu menarik selimut dan menutupi hingga batas dada.ย
Cakra tersenyum menatap Noureen. Memberi kecupan sekilas di bibir sang istri. kemudian ia ikut membaringkan tubuhnya. Menarik tubuh sang istri hingga mereka tidur saling berpelukan.
Keesokan harinya.
Pagi-pagi Noureen terbangun lebih dulu dari Cakra. Ia tersenyum kala melihat sang suami tidur dengan sangat pulasnya.
Perlahan, ia memindahkan perlahan tangan Cakra yang melingkar di perutnya. Tidak mau pergerakannya mengganggu tidur suaminya.
Noureen lalu bangkit. Berjalan menuju kamar mandi. Ia akan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan untuk sang suami.
__ADS_1
Butuh lima belas menit untuk Noureen menyegarkan tubuhnya. Noureen berjalan menuju walk in closet. Tepat saat Noureen akan membuka lemari tempat menyimpan pakaiannya. Tangan kekar Cakra sudah membelit perutnya.
" Ahhh!!!" Pekik Noureen terkejut. Cakra mencium pipi Noureen sekilas.
" Mas! Kamu mengagetkanku," ucap Noureen dengan jantung yang masih berdenyut kencang.
Cakra tersenyum lalu menarik nafasnya.
" Maaf, mas tadi mencarimu, tapi kamu tidak ada, jadi mas menyusulmu kesini," ucap Cakra. Membenamkan wajahnya di punggung Noureen. Sesekali tangannya mengusap lembut perut istrinya.
" Mas mau di buatkan sarapan apa pagi ini." Tanya Noureen. Tersenyum saat Cakraย terus mengusap perut.
" Mas hanya ingin sarapan kamu, tidak mau sarapan yang lain." Sahut Cakra. Mengangkat tubuh Noureen membaringkannya di kasur. Kemudian menindih tubuh Noureen dengan posesif dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi.
.
.
.
__ADS_1
vote, like, komen.๐๐๐