Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Episode 48


__ADS_3

Siang itu matahari terlihat sangat terik.  Anaya yang Baru saja kaluar dari kantin kampus sambil menenteng sebuah cup yang berisi es coffee yang ia beli di kantin. Ia berjalan di koridor kampus sambil fokus memainkan ponselnya. Tiba-tiba saja ia menginjak sesuatu.


Buarrr


Anaya terpeleset dan es coffee yang ia pegang jatuh dan terpercik mengenai pakaian seseorang yang berjalan di belakangnya.


Semua Mata yang ada di sana langsung tertuju padanya dan tertawa melihat Anaya yang terjatuh. Anaya menunduk sambil menyembunyikan rasa malu yang tercetak jelas di wajahnya. Ia mencoba berdiri dan membersihkan kotoran di pakaiannya yang ikut terkena tumpahan coffee. Pandangannya kemudian beralih menatap pria yang ada di belakangnya sambil menatap sinis.


Anaya kemudian nyengir. " Maafkan aku, aku ngak sengaja." Ucap Anaya menghampiri pria itu dan mengambil tissue yang ada di dalam tasnya berniat membersihkan percikan tumpahan coffee yang mengenai pakaian pria itu. 


"Sini aku bersihkan." Anaya kemudian mendekatkan tangannya untuk membersihkan pakaian pria itu. Tapi pria itu malah menepisnya. Ia kemudian merebut tissue itu dari tangan Anaya.


" sini gue aja, gue bisa sendiri," ucapnya geram.


Anaya kemudian berdiri mematung tampak jelas rona ketakutan terlihat di wajahnya.


Pria itu terus saja mendengus sambil membersihkan pakaiannya menggunakan tissue. Makanya, kalau punya mata tuh dipakai,  jalan yang benar. Lo bisa gak ganti pakaian gue.


Anaya tampak geram, sejak tadi ia berusaha sopan pada pria ini. tapi rasanya, pria dihadapannya ini Sangat sombong. " Gimana gue bisa menggantinya, buat biaya kuliah aja gue belum cukup, gimana cara gantinya." Gumam Anaya.


Pria itu kemudian mengangkat pandangannya menatap gadis di depannya. Lalu memicingkan matanya.


" Tunggu, tunggu, sepertinya gue mengenal lo."ucap Pria itu Kemudian mulai mengingat-ingat.


Anaya memandang pria itu.


" Lo….ucap pria itu kaget menunjukkan wajah Anaya menggunakan telunjuknya.

__ADS_1


Anaya menatap heran, ia tidak paham dengan tatapan pria dihadapannya ini.


" Lo kan gadis pelayan cafe yang tempo hari menabrak cewek gue.


Anaya kemudian mulai mengingat.


" Oh iya gue ingat,  Maafin gue, gua beneran gak sengaja." Ucap Anaya Menganti panggilannya karena sejak tadi Anaya berusaha baik tapi pria di hadapannya ini sangatlah sombong.


Adrian tersenyum devil. ya, pria yang saat ini sedang bersama Anaya adalah Adrian.


"Tidak..tidak...tidak segampang itu. baju ini, baju kesukaan gue. Jadi Lo harus menggantinya. Lihat nodanya. Ini gak bakal ilang," ucap Adrian sambil memperlihatkan bekas noda itu pada Anaya.


Anaya sudah tidak bisa berkata apa-apa, toh memang dia yang salah.


" Jadi aku harus gimana.? Tanya Anaya pada Adrian.


" Ya Lo harus ganti." Ucap Adrian menatap geram pada anaya.


" Berapa yang gue harus ganti," ucapnya pada Adrian.


" Dua juta lima ratus." Jawab Adrian


Wajah Anaya tampak pias, " dari mana gue bisa nyari duit dua juta lima ratus. Buat bayar biaya kuliah aja, gue harus rela kerja paruh waktu.


Anaya kemudian mengambil uang yang ada di dalam dompetnya." Gue cuma punya duit segini. klo lo mau, Lo bisa ambil, sisanya gue nyicil." Ucap Anaya menyerahkan lembaran 100 ribu Ke arah Adrian.


Adrian Berdecik, cckkk. "Gue maunya kes, gak ada nyicil-nyicil, emang baju gue panci pakai nyicil segala." Ucapnya meremehkan.

__ADS_1


Anaya merasa geram, sungguh rasanya harga dirinya terinjak-injak oleh pria dihadapannya ini.


" Terus mau Lo apa," ucap Anaya seolah menantang.


Adrian membuang pandangannya ke arah lain dan tersenyum mengejek dan kembali menatap Anaya. Ia merasa tertantang oleh gadis gila dihadapannya.


" Gimana kalo Lo ganti, dengan ngebersihin apartemen gue selama sebulan." Gimana.?" Ucap Adrian.


"Nggak,, nggak,, Lo kira gue babu lo, main nyuruh - nyuruh," ucap Anaya menolak.


" Ya sudah, bayar." Ucap Adrian meminta sambil merentangkan tangannya.


Anaya menghembuskan nafasnya berat. Dengan terpaksa ia menerima tawaran Adrian.


" Yaudah kapan gue mulai bersihin apartemen Lo.?


"Besok, sini KTP lo, biar Lo ngak bisa kabur.


" Gak, gua ngak mau nyerahin KTP gue. gue gak bakal kabur." Ucap Anaya sambil memeluk dompetnya.


" Gue gak percaya, bisa sajakan, setelah ini Lo kabur. Cepetan serahin KTP lo. klo ngak, bayar gue." Ucap Adrian menatap tajam ke arah Anayah.


Anaya memutar bola matanya. Dan dengan terpaksa Anaya mengeluarkan KTPnya dari dalam dompetnya. mau tidak mau ia harus menyerahkan KTPnya. Ia tidak punya cukup uang untuk membayar biaya ganti rugi pakaian yang dipakai Adrian.


Adrian menerima KTP Anaya dengan tersenyum. " gitu donk, ingat besok jangan sampai ngak dateng. Klo Lo gak dateng, Gue bakal nyari Lo sampai ke ujung dunia sekalipun," gertak Adrian.


Adrian kemudian mencatat alamat dan unit berapa ia tinggal, lalu menyerahkannya pada Anaya.

__ADS_1


" Ini alamat gue, jangan sampai Lo gak dateng, gue bakal nyari Lo."ucap Adrian menatap tajam ke arah Anaya dan pergi meninggalkan Anaya.


Setelah kepergian Adrian, Anaya mengepal tangannya dan menghentakkan kakinya, "dasar cowok sialan, gak punya hati." Gumam Anaya, lalu mengusap dadanya, sabar, sabar nay. 


__ADS_2