Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
JPA 166. season 2


__ADS_3

Keesokan harinya Anaya sedang sibuk mengepak barang-barangnya.


"Bawa yang mana yah?" Gumam anaya. Ia mencoba satu persatu pakaiannya dan melemparkannya ke ranjang.


Saat sibuk mencoba semua  pakaiannya, Adrian masuk ke dalam kamar. Ia tertegun melihat kondisi kamarnya yang seperti kapal pecah.


"Nay, apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Adrian.


"Aku sedang mencoba satu persatu pakaian yang akan aku kenakan besok, mas. Aku bingung harus memakai yang mana. Ini kali pertama aku keluar negeri." Cerocos Anaya.


Adrian memukul jidatnya.


"Nay, pakai saja pakaian yang menurutmu nyaman. Kita hanya ke Belanda. Lagipula di sana kau bisa membeli pakaian yang kamu inginkan."


Adrian berjalan mendekat, lalu memilih pakaian yang cocok untuk Anaya.


"Kau pakai yang ini aja. Untuk barang bawaan kau membawa 2 sampai 3 pasang aja. Di sana kita akan berbelanja." Ujar Anaya.


Anaya membulatkan matanya." Tau gitu aku tidak usah capek-capek memilih pakaian, mas." Anaya mengerutu dan mulai membersihkan pakaiannya.


Sedangkan Adrian, ia tersenyum geli melihat tingkah aneh Anaya.


***


Ke esok harinya, mereka sudah siap. Anaya hanya membawa beberapa lembar pakaian, begitupun dengan Adrian.

__ADS_1


Mereka keluar dari apartemennya dengan menyeret satu buah koper kecil. Di lobby apartemen sudah ada Erwin yang menunggu di sana.


Adrian membuka pintu belakang, Anaya masuk di ikuti Adrian yang juga masuk ke kursi penumpang.


"Bro kok Lo duduk di belakang. Gue kan bukan supir." Ujar Erwin.


"Gue udah malas gerak. Cepet masuk." Titah Adrian.


Mendengar perintah Adrian, Erwin langsung memutar kedua bola matanya.


"Mobil, mobil gue, bukan taksi, bukan angkot, kok bawa penumpang." Erwin menggerutu. Namun suaranya dapat di dengar oleh Adrian.


"Lo bilang apa?!" Adrian bersedekap


"Ngak bilang apa-apa kok." Elak Erwin.


"Maaf bro, gue cuma bercanda." Erwin menggaruk kepalanya sambil tersenyum kecut.


"Cepat jalan, ntar gue telat." Titah Adrian.


"Iya, iya bos." Balas Erwin.


Anaya yang duduk di samping Adrian cuma bisa menggelengkan kepalanya saat melihat interaksi bos dan asistennya. Padahal jika di kantor mereka terlihat berwibawa. Tapi saat mereka berdua sering adu mulut. Bentar-bentar akur, bentar-bentar adu mulut. 


Beberapa lama kemudian, mobil Erwin sampai di bandara. Adrian keluar dari mobil di ikuti Anaya yang juga keluar dari mobil.

__ADS_1


Sedangkan Erwin ia mengeluarkan koper dari bagasi mobilnya kemudian menyerahkannya pada Adrian.


"Gue nganter sampai di sini saja. Gue ada meeting pagi ini." Ucap Erwin.


" Gak apa-apa. Gue percayai. Perusahaan sama Lo." Balas Adrian


Erwin mengangguk lalu pamit untuk kembali.ke perusahaan.


Setelah mobil Erwin tidak terlihat lagi, mereka masuk ke dalam bandara. Hampir dua jam menunggu akhirnya mereka di panggil.


***


"Apa kau lelah?" Tanya Adrian. Sejak tadi Anaya hanya bersandar di pundak Adrian sambil Memejamkan mata, sesekali terlihat Anaya mual.


Anaya mengangguk." Iya mas akhir-akhir ini aku sering merasa sangat lelah sekali." Eluh Anaya.


Adrian mengusap kepala Anaya." Tidurlah, perjalanan kita masih jauh."balas Adrian.


Anaya mengangguk lemas.


Namun, tak lama, Anaya kembali mual.


"Kau kenapa, sayang?"


Anaya mengeleng.

__ADS_1


"Entahlah, mas. Tapi sepertinya aku sedang masuk angin." Ucap Anaya.


Adrian kembali mengusap-usap kepala Anaya."tidurlah, semoga setelah tidur kau akan kembali baikan." Titah Adrian


__ADS_2