Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Kampus


__ADS_3

Kirana menatap tangan itu


"eh,kak Bima.Ngak usa kak,aku bisa ambil tisu di tas ku nanti"Kirana


"udah ambil aja,jangan sungkan lagian tas kamu jauh kan.Itu keringat kamu bercucuran nanti baju kamu basah"Bima


Kirana mengambil handuk itu


"makasih kak"ucap Kirana di iringi senyum manis nya.


Bima pov


kenapa jantung gue berdebar seperti ini melihat senyum itu.Ah memang senyumnya sangat manis sepertinya aku suka,


Sabar Bim tanya dulu dia nya sudah punya doi apa belum jangan gegaba.


***


"halo kak,kak Bima,,kak!!"panggil kirana pasalnya Bima sedari tadi memandanginya dengan senyum tak kalah manisnya.


"eh,,maaf ya hehehee aku ke anak-anak dulu"bima menjauh dari Kirana


Sedari tadi Arkana melihat interaksi mereka berdua,tanganya mengepal entalah mungkin saat ini dia tak ingin kirana dekat dengan Bima.Bima dan Arkana bersahabat dan masih ada dua lagi yang belum bertemu Kirana.


***


Kirana selesai dengan hukumanya saat ini.Perutnya sedang lapar dia pun pergi kekantin sendirian,dilihatnya di kantin tak ada satupun kursi yang kosong,semua terpenuhi oleh Mahadiswa/i baru.


"heii kamu!!"panggil seseorang


"aku?"jawab kirana dengan reflex dab di balas anggukan si pemanggil


"kemarilah,ini ada tempat kosong"katanya lagi


Kirana berjalan pelan kearah meja yang memanggil nya.


"duduklah,apa kau mahasiswi baru?"tanya gadis itu


"hemm"jawab kirana


"Samaan dong kita,oh ya gue Arina,ini Arini kembar gue terus satu lagi Tasya"Kata Arina


"wahh,kembar to kalian,oh iya Aku Kirana Wiliam,bisa panggik Kiran aja"Kirana memperkenalkan diri


Mereka memesan makanan sebelum bel masuk duapuluh menit kemudian makanan mereka datang.Mereka berbicara banyak hal hingga tertawa bersama.Dari meja seberang sana empat cowok tampan sekampus tengah makan siang juga,Arkana terus memandang Kirana dengan wajah datarnya sesekaki Kirana menatapnya namun di palingkan oleh Arkana.


"dasar manusia beku,apa-apaan dia ninggalin aku tadi pagi"gumam Kirana


"tu anak tadi naek apa kemari?ngak mungkin kan dia ngegra*p kan belum tau dia"batin Arkana


"lo kenapa Ka?dari tadi ngelamun mulu?"Tanya Arya


"ho'o,kusut bat tu muka,kek strikaan lecek"Sambung Dito


Bima memandang gadis-gadis itu dengan senyuman yang mengukir indah di bibirnya


Arkana melihatnya dengan seksama.


"kenapa?lo suka sama dia?"Arkana


"Mungkin"Bima


Arkana mengepalkan tanganya.


"hai baby,,kamu disini rupanya.Tadi aku nyariin kamu loh"Rengek Karina manja


Membuat kirana menoleh menatap Arkana dengan mata tajam.


"hahahhaha,,cemburu kan lo"Arkana


"ihhh,kok ngeselin sih,apa dia ngak ngehargain aku sebagai istrinya disini,kok bisa megan-megan tangan cewek lain"gumam kirana tak melepaskan pandanganya dari Arkana.

__ADS_1


"haby,,ayo ntar malam kita keluar,aku mau ajak kamu ke tempat biasa kita berduaan"Karina


Mendengar itu Kirana bangkit dari kursi kantin dan pergi menuju lapangan,


"Kiran lu mau kemana?"tanya Arina


"mau kelapangan"jawab Kirana lirih


Kenapa?kenapa?kenapa? kenapa Kiran? kenapa kamu merasakan sakit?kenapa kamu merasakan sesak?kenapa?apa sebenarnya ini?kenapa perasaanku sesak melihat mereka? kenapa sesak sekali seperti di himpit batu besar,bahkan bernafaspun susah


Apa maksudnya ini semua,,,,hiks,,hiks,hik,


Kirana duduk sendiri di tepi lapangan melihat mahasiswa yang tertawa dengan gembira.


"Apa mereka tidak pernah merasakan kesepian?apa mereka tidak mengalami masalah? mereka semua bahagia,pasti banyak yang menyayangi mereka,tidak seperti ku semua yang menyayangiku pergi dan di tambah lagi menikah dengan orang yang tidak tahu akan menjagaku atau tidak.Apa dia akan mencintaiku atau tidak?atau aku akan selamanya menjadi manusia yang menyedihkan seperti ini"Batin Kirana


Kirana mengapus air mata yang jatuh di pipi cabinya itu saat melihat Arkana berjakan dengan Kirana berpegangan tangan.Tatapan mereka bertemu mata sembab Kirana kini kembali di penuhi genangan benda bening itu,dengan susah paya Kirana menahan nya namun gagal benda bening itu lolos menembus pertahanan Kirana,membuat Arkana bingung menatapnya lalu melepaskan gengaman tanganya dengan Karina.


Kirana berjalan menuju lapangan dengan mata masi sembab bergabung denga teman yang baru di kenalnya di di kantin tadi.


"eh,lu dari mana aja?gue nyariin dari tadi"Tasya


"aku dari sana"kirana menunjukan tempat duduknya tadi


"lo habis nangis Ki?"tanya Arini


"gak.Tadi kena debu jadi ku kucek dan gini deh jadinya"jelas Kirana Bohong


"hati-hati lain kali ya"Arina


Semua Mahasiswa/i berkumpul di lapangan hari ini hari terakir mereka Ospek,Senior menyuru mereka untuk menulis di sebuah kertas apa saja yang mereka tulis mengenai Senior mereka selama masa ospek. Semua mahasiswa/i mengekuarkan kertas mereka tak terkecuali Tasya,Arina,Arini mereka ramai-ramai menulis,suara ribut mereka terdengar sangat bising.


Kirna hanya sibuk dengan lamunanya,entah apa yang ada di kepala gadis itu.Tak mendengar panggilan dari Seniornya yang sedari tadi memanggilnya dengan Toa,siapa lagi kalau bukan Karina.Entah punya dendam apa dia dengan Kirana seperti nya dia tidak akan senang jika tak mengerjai Kirana.


Lamunan Kirana disadarkan oleh sahabatnya


"Ki,Ki,Ki"Tasya mengoyangkan bahu Kirana


"lo di panggil si nenek sihir"ucap Arina


Pasalnya mereka berempat juga tak menyukai Senior cemperng itu.


"uda buruan maju,ntar di teriakin lebih kencang"ucap Arini


Kirana maju kedepa menemui seniornya itu.


Dengan berjalan tunduk Kirana kehadapanya.


"lo itu sebenarnya budek atau sengaja budek?"


Tak ada jawaban dari Kirana


"he!!!! lo dengerin gue ngak?"


"aku dengar kok,aku juga ngak budek"jawab Kirana


"lalu kenapa lo ngak nulis apa yang gue suruh? sekarang lu ngomong tentang lo terus nyanyi"Karina


"udalah Rin,ngak usa lebay apa sih lu mau ngerjain mulu,mereka kan terakir hari ini ngak usa rusakin mood mereka dong"Arkana


Membuat Kirana mengangkat wajahnya dan menatap Arkana, lagi-lagi hanya wajah datar yang di dapatkan.


Setelah Kirana Intro kan dirinya semua mahasiswa/i berjalan keluar parkiran pasalnya saat ini tepat pukul 15:00


Saat nya mereka pulang.


Arini,Arina dan Tasya mengajak Kirana pulang bareng karena jalan kerumah nya memang hanya searah namun kirana memilih pulang belakangan,bukan karena dia takut mereka tahu bahwa dia dan Arkan sudah menikah hanya saja jika Dia di parkiran dan bertemu dengan Arkana pasti dia akan di terkam karena berani memakai motornya tanpa izin


Kirana melirik sekeliling lalu dengan cepat menuju parkiran.


"ahhh,,selamat,akirnya bisa pulang juga"batin Kirana

__ADS_1


Tangan kekar itu menarik tangan Kirana dan memegangnya dengan kuat membuat Kirana menjerit kesakitan.


"siapa yang ngijjini lo pake motor gue ha?" bentak Arkana dengan tatapan mata tajam membuat Kirana semakin takut


"lo itu orang kampung.Lo tidak berhak buat sentu-sentu barang gue ngerti lo"lanjut arkana dengan nada lebih tinggi


Kirana mematung,Mendapat perlakuan Arkana,pasalnya dia tidak pernah melihat Arkana semarah ini padanya.


"mamaafin aku"ucap kirana lirih


Arkana mengambil kunci motor dan menelfon orang rumah nya untuk mengambil mobil nya


Setelah mengambil kunci dari Kirana dia pun meninggalkan kirana sendiri di parkiran kampus.Kirana masih tetap mematung menatap Arkana yang semakin menjauh,


Matahari tertutup dengan awan tebal sebentar lagi langit dengan pasti akan menumpahkan air matanya. Sementara kirana masih mematung disana sudah limabelas menit dia disana tak ada pergerakan sedikitpun. Air matanya mengalir dengan deras bukan karena di tinggal Arkana melainkan hatinya hancur seketika melihat Murka Arkana yang begitu besar padanya,jika hanya masalah memakai motor bukan kan Kirana sekarang istrinya?apa kah salah dia memakai apa yang suaminya punya? kenapa jika tidak bisa haruskan di bentak seperti itu? apa sebenarnya yang buat Arkana bisa semarah itu.


Tetesan hujan sudah mulai turun sedikit demi sedikit sehingga menjadi lebat saat ini


kaki mungil itu berjalan dengan gemetar


bajunya yang tipis itu tak bisa melindungi tubuh mungilnya sehingga rasa dingin menusuk hingga tulang.


Kediaman Wijaya


Arkana menuruni anak tangga sudah rapi dengan gaya cool nya.Dia melirik kamar Kirana masih terkunci rapat


"Bi,Kirana sudah pulang?"


"Bekum Den,non kirana belum pulang sedari pagi"jawab Bi Ira


Bi ira ini pembantu rumah tangga Wijaya yang menjaga Arkana dari kecil.


"apa!!dari pagi?bibi sudah lihat dikamar?"tanya Arkana memastikan


"sudah Den"


Arkana dengan cepat mengambil kunci mobil nya lalu berjalan keluar.


"ahh,sial kemana si tu anak nyusahin banget si"pekik Arkana


Arkana kembali ke parkiran kampus berharap Kirana masih ada disana,namun dia salah kirana bahkan tak ada disana.Da berputar dan kembali menyusuri jalan di lihat dari jauh badan mungil itu berjalan sempoyongan sedikit lagi terjatuh


Saat Kirana akan terjatuh seseorang menopangnya membuat Arkana mengepalkan tanganya lalu turun dari mobil


"Ki,apa yang terjadi sama lo?tolong bangun"ucap pria itu


"kak ..."sebelum kirana menyudai perkatanya tiba-tiba


Tangan itu menghujam waja Bima.Arkana memukulnya berkali-kali


"jangan pernah lo dekatin Kirana,paham kan lo?"bentak Arkana


"apa-apaan si lo?gue cuma nolongin dia emang lu siapa dia ha?berhak banget lu ngatur dia"pekik Bima


Arkana tak perduli dengan perkataan Bima.Arkana mengendong Kirana menuju mobil nya semua baju nya basah karena kehujanan.


****


Mereka sampai di rumah Arkana membuka mobil nya lalu mengendong Kirana menuju kamar Kirana.Arkana menyuru pembantunya menyiapkan Kopi susu hangat untuk Kirana.


Arkana menganti semua pakiyan Kirana,awalnya dia tak ingin tapi dia menepis pikiran jahat nya laku membuka nya dengan mata tertutup dengan kain.Setelah selesai di selimuti Kirana dengan selimut tebalnya.


"kenapa gue peduli sama cewek kampung ini"gumam Arkana dengan sedikit senyum di bibirnya


***Hallo readers ku jangan lupa saranya ya.


Oh ya mau ngak di Capt selanjutnya aku up Visual nya Arkana dan Kirana? kalau iya komen ya


Selamat membaca maaf kalau gaje


Beri dukungan nya biar aing tambah semangat

__ADS_1


Terimahkasih🙏🙏🙏🙏***


__ADS_2