
Dari kejauhan Bimo tarus memerhatikan gerak gerik kedua pasangan itu. namun, sudah hampir 2 jam ia memperhatikan ke duanya tetapi tak ada tanda-tanda yang aneh dengan keduanya. Hingga akhirnya sepasang kekasih itu mengakhiri makannya dan keluar dari dalam restoran.
Buru-buru Bimo berdiri dari kursinya hendak mengejar kedua pasangan itu. Namun, langkahnya terhenti ketika waiters memanggilnya.
"Hey, pak. Bayar dulu." Ucap whiters itu dengan membawa bill di tangannya.
Buru-buru Bimo mengeluarkan selembar uang dari dompet dan menaruhnya di atas meja." Ambil saja kembaliannya," tanpa menunggu Jawaban dari whiters itu ia melangkah meninggalkan mejanya.
Whiters itu mengernyit."katanya ambil saja kembaliannya, hey, pak. Ini uangnya pas," lirih Anaya memanyunkan bibirnya.
Setelah bimo keluar dari dalam restoran, ia langsung masuk kedalam mobilnya. Ia memperhatikan mobil Fortuner yang parkir tepat di depannya. Mobil itu belum bergerak sedikit pun. Bimo kemudian keluar dari mobilnya dan pura-pura berjalan melewati mobil Fortuner itu dan benar saja mobilnya kosong. Bimo kemudian meneliti plat mobilnya." Ini memang mobilnya, tapi orangnya kemana, ya?"lirih Bimo. Suaranya nyaris tak terdengar.
Saat Bimo sibuk meneliti mobil di depannya, seseorang tiba-tiba saja memegang pundaknya, seketika ia terperanjat kaget," mati aku,"Bimo berucap sambil memejamkan matanya. Mengira orang yang memegang pundaknya adalah pemilik dari mobil itu.
"Pak! punya mu ketinggalan," ucap Anaya menyerahkan kamera kecil itu pada Bimo.
Bimo bernafas lega. Lantas tersenyum saat mendengar ucapan gadis yang tengah berdiri di belakangnya. Ia lalu berbalik." Benar, ini punyaku," Bimo meraih Kamera yang di sodorkan gadis itu, lalu berucap."trimakasih."
__ADS_1
Gadis itu mengangguk lalu kembali masuk ke dalam restoran.
Dari arah belakang Candra datang dengan mengandeng tangan kekasihnya." Apa yang kau lakukan di mobilku? Kau mau maling, yah?" Candra menatap tajam ke arah Bimo.
Namun, dengan cepat Bimo menetralkan expresinya." Maaf, tuan! Saya habis dari dalam, karena ada barang saya yang ketinggalan." Bimo berucap. Tetapi tak di tanggapi oleh Candra. Candra kemudian masuk ke dalam mobilnya dan melajukan kembali kendaraannya.
Saat mobil Candra sudah pergi, buru-buru Bimo masuk ke dalam mobilnya. Ia kemudian Menyalakan mesin mobilnya lalu melaju mengejar mobil Candra.
***
Di kantor SS grup. Cakra dan Alex kini mulai memeriksa rekaman CCTVnya. Namun, ada beberapa rekaman CCTV yang hilang. Kemungkinan ada yang meretas rekamannya.
"Saya, Tuan!." Petugas itu menyahut.
Cakra lalu memutar tubuhnya.
" Apa yang kau lakukan, hah? Sampai rekamannya bisa hilang seperti ini!" Cakra mencengkram kerah kemeja petugas itu.
__ADS_1
Petugas itu hanya menunduk. Tangan dan kakinya Terlihat gemetar.
"Jawab!"teriak Cakra.
"Saa…...saa..ya ti..da..k..ta..hu, Tuan."balas petugas itu.
"Bagaimana bisa kau tidak tahu apa-apa, sedangkan kau yang bertugas berjaga di sini." Timpal Alex berdiri dari duduknya.
Cakra dan Alex kini saling tatap. mereka merasa ada sesuatu yang aneh dengan petugas ini. Mereka lalu sama-sama mengangguk dan langsung membawa orang itu ke sebuah gudang kosong lalu Alex mengikatnya di sana.
"Tuan, sumpah saya tidak tahu apa-apa, jangan ikat saya di sini, tuan,"tutur petugas itu.
"Kau tidak usah takut jika kau tidak bersalah. Tetapi jika kau terbukti bersalah maka aku tidak akan segan-segan menjebloskan mu kedalam penjara, ingat itu," Alex lalu bangkit dari posisinya lalu berdiri di samping Cakra.
"Aku memberimu waktu satu kali dua puluh empat jam. Jika kau masih tidak mau mengaku. Maka bersiaplah mendekam di balik jeruji besi,"kecam Cakra. Lalu beranjak meninggalkan petugas itu.
trimakasih sudah mampir, maaf jarang up. di perkebunan jaringan hilang-hilang.😭😭😭😭🙏🙏🙏
__ADS_1