Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Kampus


__ADS_3

Pagi itu Arkana seperti biasa, jika marah dengan Kirana dia pasti akan meninggalkanya di rumah sendiri dan kekampus lebih awal. Hal itu di ulangi kembali saat ini.


Kirana barus selesai dengan aktifitasnya seperti biasa lalu turun ke lantai bawah untuk sarapan, untungnya saya pembantu rumah tangganya sudah kembali bekerja saat ini.


Kirana mengambil dua buah roti lalu mengolesnya dengan slay kaya dan memakanya.


"Bi, Arkana sudah bangun?"tanya Kirana


"Den Arka sudah berangkat dari pagi tadi Non"jawab Bi Ira


"dari tadi? cepat banget?"Tanya Kirana


"tadi juga ngak sarapan Non Den Arka nya" Jelas Bi Ira.


"Bi, tolong kupasin bawang merah, cabe sama bawang putih ya dan potong baksonya tipis tipis aku mau masakin nasi goreng buat dia, pasti laper banget nanti dianya Soalnya dia ada kegiatan tambahna nanti" pinta Kirana


"baik Non"


Setelah beberapa menit Kirana selesai memasak, nasi goreng kesukaan Arkana itu di masukanya di tempat bekalnya dan membawanya lalu berjalan menuju terminal bus yang lumaya jauh dari Rumahnya.Setelah sejaman di perjalanan Kirana sampai di halte bus lalu turun dan sedikit berjalan ke kampusnya.Kirana berjalan menuju loket Arkana lalu membukanya dan menaru Bekalnya didalam sana dan kembali ke kelas nya.Ya Arkana sengaja memberi tau Kirana Pin loketnya supaya kalau butuh apa apa tinggal ambil disana.


Arkana berjalan menuju loketnya berniat mengambil baju olaraganya, saat ini mereka ada latihan basket dan dia mengambil bajunya untuk menganti baju nya itu.


Arkana melihat sebuah kotak makanan, awalnya dia tak ingin mengambil nya karena dia pikir pasti dari pengemarnya namun di urungkan lagi dan mengambilnya.Disana ada surat kecil


***Untuk suami dingin ku


Makanlah nanti kamu sakit maafin aku kalau buat kamu marah, jangan lupa makan ini aku buatinya spesial buat suamiku yang super beku ini biar sifat dinginya cari dikit. Heheh bercanda kok akunya, jangan lupa di makan ya aku buat ini pake hati loh. Selamat makan


Semoga suka.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


~Kirana***~


Surat kecil itu sukses membuat Arkana tersenyum lebar dan merona saat ini.Setelahnya itu Arkana mengambil baju olaraganya lalu membawah bekal makanan yang di buat kan Kirana ke tempat latihanya.


Mood Arkana sekarang mulai membaik.


Di kelas Kirana


"duh kok jadi nerves si Akunya, tapi emang iya kata katanya tadi alay banget sumpah Ki kok bisa sih kamu nulis kek gitu" Batin Kirana sambil cengar cengir sendiri sambil memukuli kepalanya dengan pelan


"ni anak kenapa si? dari tadi semenjak datang kelakuanya kek gitu."tanya Tasya pada Arini dan Arina


"Ki!! kamu kenapa si?" tanya Arini yang tak dapat jawaban dari si empunya


"oiiii,,, lo kenapa? kesambet?" tanya Arina


Sontak kirana kaget dan menatap malas sahabat sahabat nya itu.


"bahagia banget pagi ini, ada apa si?" Tanya sahabatnya penasaran


Kirana menarik nafas nya lalu menceritakanya pada sahabat sahabatnya itu.


"jadi gitu ceritanya, gila kan aku alay banget" liri Kirana membuat sahabatnya terkekeh


"apanya yang alay? udah bagus malah dia kan suami lo Ki" Timpal Arina


"Yups betul itu" Tasya dan Arini


"kantin yok, laper ni" Ajak Tasya

__ADS_1


"asik di traktir dong sama yang baru jadian" ledek Arini


"jadian? siapa? tasya? sama siapa?" tanya Kirana


"banyak banget pertanulnya, Ntar gue jelasin kita kekantin dulu gue laper" Tasya


Mereka berjalan kesana di perjalanan Kirana bertabrakana sama Natasya namun Kirana tak mengubris nya lalu pergi.Sampai di kantin seperti biasa mereka memesan makanan favorit mereka disini.


pandangan Kirana dan Arkana bertemu, Arkana tersenyum pada Kirana dan di balas oleh Kirana.


"serasa dunia milik berdua aja, yang lain ngekos" Ledek Dito


"apa sih lu Dit, iri aja lu" selah Arya


"ini ni, habis jadia jadi baper kan" dito lagi


Mata Arkana dan Kirana masih tetap bertatapan tak ada yang berniatemutuskan kontakan mata antara mereka. Sehingga mbak kantinya membawah makanan mereka baru mereka berhenti bertatap.


"ini pesanannya" bak kantin


" makasih mbak" ucap Kirana gelagapan


***Drit........


(ponsel kirana berbunyi ada pesan disana tentunya dari Arkana)


Mr.Es. Makasih sarapanya, enak(emot senyum)


Kirana. Sama sama.


Mr,Es. Besok mau lagi, masakin lagi ya


Kirana. Sip bos


Melihat emot yang terakir sukses membuat Kirana merona saat ini.Kirana tak membalas pesanya membuat Arkana menatapnya. Kirana tersenyum sangat bahagia. Sesimpel itu kebahagiaan gadis kecil itu, hanya mendapatkan emonji seperti itu rasanya dia akan terbang membuat Arkana mengelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya itu.


*****


Hari sudah menunjukan pukul 15:00


Arkana menunggu Kirana di parkiran, saat ini Kirana ada kelas musik tambahan jadi agak telat pulang, sejam sudah Arkana menunggu


Tak seperti Arkana yang sebelumya yang sangat tidak bisa menunggu tapi saat Kirana yang di tungguinya semuanya seakan rela iya tunggui asalakan Itu ada hubunganya dengan Kirana. Saat ini sifatnya sudah mulai berubah sekaran Arkana sudah mulai lembut dan sikapnya berubah sedikit demi sedikit.


Kirana muncul di parkiran dan Arkana melihatnya namun tiba tiba Natasya muncul


"Ka, tolong jangan seperti ini padaku.Aku masih mencintaimu" Natasya mengengam tangan Arkana


"Nat, tolong jangan seperti ini padaku, cari lah lelaki yang lebih baik daru ku, aku sudah menikah tolong jangan dekati aku" ucap Arkana sedikit halus


"bukan kan kamu tak mencintainya? lalu untuk apa kamu mempertahankanya? aku tau kamu hanya cinta padaku" Liri Natasya


Membuat Kirana tertohok mendengar kata kata Natasya.Batinya terus bertanya apakah yang diucapkan oleh Natasya itu benar? bahwa meskipun sudah satu tahun bersama nya Arkana masih tak bisa mencintainya? air mata itu lolos turun di pipi cabinya.


"kamu tidak tau apa apa, Jadi berhenti berbicara omong kosong" Ucap Arkana sedikit menekan karena melihat Kirana yang sedang menangis disini lain saat ini. Arkana berjalan dan menarik tangan Kirana lalu menaikanya di motornya lalu pergi meninggalkan Natasya. Arkana tau saat ini Kirana sangat sakit hati akibat perkataan Natasya tapi apa boleh buat, Arkana sendiri saat ini sedang bingung dengan perasaanya itu.Iya ingin sekali mengatakan pada Kirana bahwa Iya sangat mencintainya tapi di sisi lain dia takut perasaanya hanya bertepuk sebelah tangan sama seperti kejadianya di masa lalu, iya tidak ingin hal itu kembali dan menyakiti hatinya. Di belakang sana Kirana terus terisak meskipun Arkana memakai helm dia dapat mendengar Kirana sedang menangis saat ini. Hatinya hancur melihat Wanita nya terisak karena kesalahanya ini, tetesan Air mata itu jatuh mengenai pipi Arkana membuatnya mengengam tangan Kirana dengan erat yang sedari tadi melingkar di perur nya itu Sesekali dia usapnya agar Kirana lebih tenang.


"Kenapa? apa aku tak bisa memasuki hatimu? tak ada kah tempat sedikit pun di hatimi untukku?"batin Kirana


"maafin aku Kirana, Aku cinta sama kau Ki sangat cinta, tapi aku takut kau tidak mencintaiku, mengint kau menikah dengan ku hanya karena pintah Ayah mu" Batin Arkana


Mereka tibah di rumah Kirana turun dari mobil lalu berjalan terus ke dalam hingga kekamar nya. Arkana paham saat ini dia butuh waktu sendirian. Kirana berganti pakayan lalu berbaring diatas kasurnya

__ADS_1


Sama dengan Arkana.


Arkana bangkit dari tidurnya lalu mengambil jaket dan juga kunci motornya lalu turun kebawah.


"Den, kan baru samapai kok pergi lagi?" Tanya Bi Ira


"mau nyari angin Bi, bosan di rumah" Jawab Arkana bohong.


Bi Ira juga akan pulang dia sekalian berpamitan dengan Arkana lalu pergi


Setelah Bi ira Pergi Arkana pun pergi dengan buru buru sehingga dia lupa mengunci pintu rumah nya. lalu pergi meninggalkan Kirana sendirian di rumah.


Kirana turun dari kamar setelah selesai dengan aktivitas nya.memasak makan malam itu yang akan dia lakukan


Terdengan dari pintu utama suara pintu terbuka.


"apa Arkana lupa mengunci pintunya? atau itu Arkana? dari mana dia jam segini" batin Kirana


"Ka, jam segini dari mana?" tanya Kirana


Seseorang bertubuh kekar itu masuk dan memeluk Kitana dari belakang membuat Kirana kaget lalu berbalik.


"siapa kamu? apa yang kamu lakukan dirumah ku? keluar kamu"Teriak Kirana dengan Nada tinggi


"sayang, jangan takut kita akan bersenang senang malam ini" ucap pria itu yang sekaligus meringis kesakitan saat kirana memukukinya dengan ulekan cobek di tanganya membuat Pria itu murkan dan memukul tengkuk Kirana hingga Tak sadarkan diri Mereka mengangkat Kirana lalu membawanya ke mobil dan pergi ke suatu tempat yang sangant sepih dan hanya satu gedung tua disana.


***sebelum kejadian


Karina berniat mengambil air minun karena saat ini dia sangat kehausan beberapa langka dia mendengar Ayahnya berbicara dengan seseorang nampaknya seorang perempuan


"lakukan rencana B saya ingin melihat Keluarga Wijaya hancur sama seperti Mereka menghancurkan kekuarga ku. Kamu ingat culik anak perempuan itu lalu bawah dia pergi ke gedung tua itu disana aku akan bertemu kamu" kata Ayah Karina


"siapa yang ayah maksud gadis itu," pikir Karina


" Ya Tuhan, Kirana iya Kirana, aku harus memberitahu Arkana" Sebelum Karina memberit tau Arkana Ayahnya pergi dengan buru buru .


Karina mengikuti Ayahnya ketempat itu


dengan berhati hati dia mengikuti sang Ayah


Betapa kagetnya dia melihat pemandangan yang sangat tak bisa di percayanya itu.


"Papah, Natasya jadi selama ini" batin Karina


"halo sayang" ucap papa Karina ke Natasya


"halo juga sayang"membalas pelukan Ayah Karina dengan sini


Karina melihat Kirana terbaring tak sadarkan diri disana.


"jahat sekali kalian, Ayah apa Ayah tau yang akan ayah singkirkan itu Anak kandung Ayah"jerit Karina


Dengan sigap Iya memberi tau Arkana dan juga Tuan Wijaya akan hal ini dan memberitahu kan tempat Kirana di sekap


Setelah nya itu Karina menaru kembali ponselnya di saku celananya.


Seseorang menepuk bahu Karina lalu Karina berbalik kearah tepukan itu dengan kagetnya dia mendadapati orang itu***.


Ayok siapa yang datang? komen ya siapa Tau tebakanya benarπŸ˜„


Jangan lupa baca, komen dan like ya beri bintang juga supaya Autornya semnagat buat Ngetik dan nulisnya

__ADS_1


Terimah kasihπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2