
Dengan mata yang terus melihat ke layar laptop, Cakra mengamati setiap grafik yang ada di layar laptop 14 incinya dengan merek apel digigit sebelah.
"Mas." Panggil Noureen dengan manja, saat ini Noureen sedang duduk di sofa yang ada di dalam ruangan Cakra.
" Hmmmm" balas Cakra Tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya, Sejak tadi, Cakra hanya diam tanpa memperdulikan Noureen. Ia lebih memilih diam ketimbang meluapkan kemarahannya tanpa alasan Yang jelas. itu bisa membuat harga dirinya jatuh di hadapan semua karyawannya.
Karena tak ada pergerakan dari Cakra, Noureen kemudian berdiri lalu berjalan ke arah meja kerja Cakra, ia bergelayut manja di lengan cakra lalu Mendudukkan tubuhnya tepat di pangkuan Cakra.
"Reen." Panggil Cakra terperanjat kaget saat Noureen duduk di pangkuannya.
"Mas kok kamu diam saja. Kamu marah yah."tanya Noureen saat membelai rahang suaminya.
Cakra masih tak membalas ucapan Noureen. Ia masih fokus menatap layar laptopnya. Itu sukses membuat Noureen emosi. Noureen kemudian turun dari pangkuan Cakra dan berjalan menuju sofa.
" Mas aku pulang sekarang, sepertinya aku tak di butuhkan disini." Ucap Noureen mengambil tasnya dan mulai melangkah kan kakinya keluar dari ruangan.
Cakra lalu bangkit dari kursinya, kemudian menahan Noureen untuk pergi.
" Sayang kamu mau kemana." Tanya Cakra saat meraih pergelangan tangan Noureen.
" Lepas mas, aku mau pulang saja, sepertinya kehadiranku tak dibutuhkan disini." Jawab Noureen lalu menepis tangan Cakra.
Cakra menciut mendengar ucapan Noureen. Ia menggerutu dalam hati. Bukannya dia yang seharusnya marah kenapa sekarang dia yang harus minta maaf.
" Sayang ," maafkan mas." Ucap Cakra meraih tubuh Noureen dengan tangan terulur untuk mendekap kedua bahu sang istri dan membawanya duduk Kembali ke sofa.
__ADS_1
Noureen pura-pura diam, ia berniat membalas perbuatan Cakra tadi, dengan berbalik tidak menghiraukan sang suami.
" Sayang Jangan ngambek donk." Ucap Cakra mulai menggelitik pinggang Noureen.
Noureen tertawa saat Cakra menggelitik pinggangnya. "Ampun mas, Ampun " ucap Noureen saat Cakra terus menggelitik pinggangnya.
" Masih mau ngambek gak..hah…?tanya Cakra tertawa dengan posisi masih menggelitik pinggang Noureen.
" Ia deh mas, ampun." Jawab Noureen yang masih tertawa.
" Gitu donk." Cakra kemudian mendekap tubuh Noureen kembali dan menciumnya." Sayang, mas gak suka jika melihatmu dekat dengan seorang pria, apalagi sedekat tadi." Cakra berbisik tepat di telinga Noureen.
" Jadi tadi mas diam bukan karena sibuk bekerja, Melainkan karena cemburu.?
Cakra mengangguk," ya, mas sangat cemburu, mas tidak suka melihat ada pria yang mendekati istri mas. Apalagi memeluknya. Cakra kemudian mempererat pelukannya." Karena tubuh ini milik mas dan hanya mas yang boleh menyentuhnya.
" Oh iya Sayang, mas lapar, mas belum makan." Cakra baru merasakan lapar padahal sejak tadi ia belum makan, perasaan cemburunya membuatnya melupakan rasa laparnya. Cakra kemudian meraih kotak bekal yang ada di atas meja. Tapi buru-buru Noureen mengambilnya.
" Biar aku saja mas yang menyiapkannya untuk mu."pinta Noureen tersenyum. Dengan telaten Noureen membuka kotak nya lalu menyusunnya di atas maja.
Aroma makanannya tercium sangat wangi membuat perut Cakra berbunyi minta segera diisi." Sayang kamu bawa apa." Tanya Cakra melihat apa yang dibawa Noureen.
" Gulai mas." Jawab Noureen mulai mengisi nasi dan lauk ke dalam piring lalu berniat menyuapi cakra.
" Tidak usah sayang, biar mas yang makan sendiri," ucap Cakra meraih piring yang ada di tangan Noureen.
__ADS_1
Cakra mulai menyuapkan Nasi ke dalam mulutnya, perlahan ia menikmati sesuap demi sesuap nasi yang masuk kedalam mulutnya. Lalu menyuapkan masuk kedalam mulut Noureen." Jangan banyak-banyak mas," nanti aku gendut." Ucap Noureen saat Cakra terus menyuapinya dengan sendok yang penuh.
" Ngak apa-apa Sayang, kamu kan makan berdua. Kamu dan anak kita. Lagian kalau kamu gendut ngak apa-apa sayang, malah makin Cantik." Ucap Cakra mulai menggoda Noureen.
" Mas mengejek ku yah." Tanya Noureen memanyunkan bibirnya.
" Serius sayang, kamu sangat Cantik." Jawab Cakra sambil tersenyum. Lalu kembali menikmati makanannya. tak lama makanan yang ada di piringnya habis tak tersisa sedikitpun.
" Terimakasih sayang, makanannya enak." Ucap Cakra memuji masakan yang dibawa Noureen setelah meneguk segelas air putih yang ada di atas meja hingga tandas.
" Sama-sama mas." Jawab Noureen tersenyum bahagia menatap wajah tampan suaminya.
.
.
.
Terimakasih yang sudah mampir, jangan lupa like, komen, vote, dan beri hadiah.
karna nanti malam pukul 23.59 author akan menentukan pemenang gift awal bulan untuk dukungan terbanyak.
Oh iya Karna berhubungan akhir tahun author ada urusan, jadi doakan semoga secepatnya author bisa menamatkan novel ini.
Trimakasih🙏☺️
__ADS_1
Mampir yuk, nanti ada giftnya juga lho.