Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Ada apa dengan Kirana?


__ADS_3

Β 


Kirana bangun pagi, seperti biasa dia menyiapkan Sarapan untuk suaminya saat ini Kirana tak lagi merasakan mual atau munta dan mengidam perut nya mulai buncit dan sudah keliatan membesar. Kada rasa cape itu datang namun tak iya hiraukan baginya ini adalah olaraga agar saat melahirkan tak mengalami kesusahan.


Β 


"Awh, kenapa perut ku sakit banget Tuhan, ini kan belum saatnya tapi kenapa sangat sakit" lirih Kirana lalu mengambil nafas dalam dalam dan menghembuskanya. Perlahan Dia duduk di kursi sambil menenangkan dirinya di elusnya perutnya dengan lembut.


"Sayang, jangan nakal didalam dong Mama gak bisa nahan sakitnya Mama tau kamu ingin berbicarakan sama Mama? Kamu yang sabar ya Nak sebentar lagi Kamu akan melihat dunia yang indah ini, Mama akan ceritakana dan perlihatkan semuanya padamu Nak Cepatlah berkembang Mama dan Papa menunggumu, Mama sayang Kamu Nak" Ucap Kirana sembari mengelus perutnya


"Hem, ternyata Kamu disini Aku cariin di kamar Dek, Sayang jangan nakal disana jangan bikin Mama susah ya Kasian Papa kena marah terus dari Mama"celetuk Arkana


"Mas apaan sih, gak gitu juga kali Mas" cemberut Kirana


"Hehehe Mas bercanda, mana makanan nya Mas mau ngantor cepat soalnya buru buru" Pinta Arkana. Kirana mengambilkan untuk nya Arkana menyantapnya dengan cekatan


"Mas, pelan pelan makan nya nanti tersendat oh ya Mas nanti Makan siangnya Aku antarin ke kantor ya?" Tawar Kirana


"Ngak usah, Mas nanti makan siang dengan Klien, jadi makan nya di luar"Jawab Suaminya itu


Kirana mengangukan kepalanya pertanda setujuh Arkana bangkit dari kursinya lalu memakai jas nya dan pergi.Langkanya terhenti sesaat lalu kembali ke arah Kirana dan mengecup kening nya sertaengelus perut sang istri


"Papa berangkat kerja ya sayang, baik baik dirumah sama Mama, jangan nakal didalam kasian Mama"ucap Arkana lalu tersenyum kearah Kirana


"Iya Papa, Aku gak nakal kok, Aku kan sayang Mama"jawab Kirana terkekeh


Kirana merasakan sakit lagi namun ditahan agar Arkana tak melihatnya kesakitan


"Dek, wajah Kamu kok pucat terus tangan Kamu juga, Kamu sakit? Mas antarin kedokter ya Tunggu aku telfon sekertaris ku......"Pembicaraan Arkana di potong Kirana


"Mas, Aku baik baik aja kok sudah sana kerja.Kamu tau kan Aku itu kuat? jadi jangan kawatir ok, calon Papa harus kerja ok demi masa depan Arkana Junior"ucap Kirana


Arkana tersenyum pada istrinya itu


"Mas pergi ya, kalau ada apa apa telfon Mas Ok"ucap Arkana lalu pergi. Setelah Arkana pergi Kirana duduk di kursi mengatur nafasnya


"Sayang, Kamu baik baik kan didalam? kenapa perut Mama sakit sekali Nak, harusnya bulan bulan seperti ini kamu bergerak didalam perut Mama tapi kenapa Kamu diam Nak? yang ada perut Mama sakit banget"ucap Kirana sambil menahan sakit nya itu.


*****


Mama Kirana datang kerumah Kirana tanpa sengaja Dia bertemu dengan Mertua Kirana mereka pun memutuskan untuk bersama kedalam rumah Arkana dan Kirana.


Saat membuka Pintu utama mereka melihat Kirana duduk di meja makan sambil memegang perutnya, hal itu membuat Kedua Orang tuanya kaget dan menghampirinya.


"Sayang, kamu kenapa? apa kamu sakit?" tanya sang Mama

__ADS_1


"Kirana sayang, apa perut mu sakit?"Tanya Mertua Kirana


"Iya, Bun, Mah sakit banget perut Kirana dari seminggu yang lalu dah sakit begini" jelas Kirana


"Bunda akan telfon Arkana buat nyusul Kita kerumah sakit"Ucap Mertuanya


"Jangan Ma, Mas Arka lagi meeting dengan Klien barunya, Aku pergi sama kalian aja ntar kalau Mas pulang baru di kabarin" Cega Kirana


"Baik lah sayang" jawab Mama nya


Ibu Kirana terus menangis melihat Putrinya itu meringis kesakitan, sesekali Mertuanya menatap dari Spion mobil dan menanyakan keadaanya setelah setengah jam mereka sampai lalu menuju ke ruangan Dokter kamdungan dan di dalam sana Kirana di priksa sementara Kedua Orang tuanya menunggu diluar.


Dokter memeriksa keadaan Kirana, Dokter terus memeriksa dan mengekengkan kepalanya.


"Dok, Gimana keadaan Anak saya? apa Dia baik baik aja? soalnya Dia tak berreaksi sama sekali Dok, harusnya pada bulan begini Dia akan berkomunikasih dengan Ibunya lewat gerak geriknya didalam sana" Tanya Kirana


Dokter menjelaskan nya pada nya.


"Dok, Saya mohon jangan kasih tau kekuarga saya, katakan saja bahwa kami baik baik saja, Saya Mohon pada Anda"Ucap Kirana memohon


"Tapi Ny Arkana Wijaya, ini sangat berbahaya jika mereka tidak tau gimana caranya kita bisa melakukan proses selanjutnya" Dokter itu berkata


"Saya mohon Dok" Lagi Mohon Kirana


Kirana keluar dengan mata sembab


"Sayang apa yang terjadi? kenapa menangis apa baik baik saja?" Tanya Mertuanya


"Baik baik aja Bund, Dia sehat didalam" Jawab Kirana dengan senyum di paksa


******


Kirana sampai di rumah lalu berjalan menuju ke kamarnya sementara Ibu dan Mertuanya kembali dan membiarkan Kirana istrahat.


Di Kamar


Kirana terus menangis, pikiranya terus tertuju pada kata kata Dokter tadi membuatnya sedikit pusing dan drop badanya panas.Kirana memutuskan untuk berbaring hingga lelap dan tertidur.


Arkana yang pulang kerja menuju dapur dan membuka tudung saji tak ada makanan.


"Kirana tidak masak? apa dia baik baik saja?"Batinya lalu berjalan menuju kamar nya


Membuka pintu kamar dan tersenyum melihat Wanitanya itu tidur terlelap


Berjalan menuju keara Kirana

__ADS_1


"Sayang, dah tidur kamu? Sayang kamu sakit? kok panas badan kamu" Arkana panik dan mengambil Kompres saat Arkana berdiri tanganya di tahan oleh Kirana.


"Mas, Aku mau eskrim coklat vanila" ucap Kirana


"Iya sayang sabar ya Mas ambilkan" jawab Arkana


Setelah beberapa menit Arkana datang.


"Sini Mas, dusuk disini" panggil Kirana


sambil menepuk kasur di hadapanya


"Iya ni Mas datang, kenapa? kangen sama Suami mu ini hem?" ledek Arkana


Kirana memakan eskrimnya dengan lahap


tak sadar air matanya jatuh membasahi pipinya, tanganya menyentu setiap inci dari wajah suaminya itu


"Aku suka mata ini, hidung ini pipi ini, bibir ini, dagu ini dan semuanya Aku suka" Kirana mengucapkan nya sambil menangis terisak membuat Arkana kaget.


"Sayang kamu kenapa? Mas ada salah sama kamu? atau ada salah kata sama kamu? tolong kasih tau Mas biar Mas perbaiki"Kata Arkana


"Gak ada Mas, Mas itu suami yang baik bahkan Aku beruntung bisa menjadi Istri Mas" Tangisan Kirana pecah lalu Dia memeluk Arkaba erat


"Mas, maafin semua kesalahan Ku ya, untuk yang telah berlalu bahkan untuk yang akan datang" Lanjut Kirana


"Ngomong apa si? kek mau pergi jauh aja" Cegat Arkana


"Aku memang akan pergi jauh Mas" ceplos Kirana


"Apa? coba ulang?" tanya Arkana


"Ah, bukan apa apa Mas, Aku hanya salah ngomong" Bohong Kirana


"Apa yang kamu sembunyikan dari Ku Kirana? Kamu tidak pandai berbohong" Batin Arkana


Setelah selesai menyantap eskrim Kirana kembali berbaring dan Arkana pergi membersikan dirinya. Mengingat Perut Kirana saat ini semakin membesar membuat nya kesusahan saat memilih posisi tidur.


Maaf ya up nya telat, ini sempat ku up karena gak tega buat kalian nunggu lama. Maaf juga jika tidak nyaman membaca karena kegajean iniπŸ™πŸ™πŸ™


Typo mohon di maklumi ya...


Terimah Kasih Semoga suka😊😊


πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2