
Plak........(anggap suara tepukan)
Karina terkejut lalu berbalik kearah datangnya tepukan di bahunya itu.
"Bima!!!"Kaget Karina
"lo ngapain kesini?" Tanya Bima
"suuuuut, diem dulu, jangan berisik nanti gue jelasinya lo liat disana" Karina menunjukan tanganya kearah Natasya
"itu kan....."kata bima di potong Karina
"iya, gue baru tau hari ini," Karina
"Sekarang, Wiliam akan tau rasanya kehilangan orang yang sangat dia cintai, saya akan membuat kalian merasakan apa yang saya rasakan selama ini, Dulu dia merebut apa yang telah menjadi miliku sekarang aku akan menghilangkan apa yang menjadi kebahagianya" ucap pria Tua itu dengan tawa yang sarkas
Karina kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Ayahnya itu, pasalnya dia tak pernah tau apa pun selama ini termasuk Ibu nya atau keluarga utuhnya.
****
Arkana kembali kerumah dan mendapati seluruh ruang tamu dan dapur berantakan.
Cincin pernikahan yang Kirana kenakan tergeletak di lantai. Arkana berlari mencari Kirana di kamarnya tapi tak menemukanya lau mencarinya keseluruh rumah tak ada juga.
Tiba tiba ponselnya berbunyi.
"Hallo, Ka ini gue Bima, Kirana sekarang di culik oleh Natasya lo harus cepat Kemari gue akan kirim alamatnya ke elo"Ucap Bima cepat lalu mematikan ponselnya
Saat Arkana membuka pintu dan berniat pergi ke tempat yang Bima telah kirimkan pintu Arkana terbuka, Ternyata Orang Tuanya kembali saat ini.
"Kamu mau kemana Nak?"tanya Mama Arkana
"Bun,Yah kalian masuk saja aku pergi, Kirana sedang dalam masalah saat ini" ucap Arkana buru buru
"Ayah dan Ibu akan ikut" Pinta Tun Wijaya
Orang tua Arkana tanpa istrahat pergi dengan Arkana menuju tempat dimana Bima kirim kan alamatnya pada Arkana.
****
"Karina!!!! Papa sudah bilang, jangan ikut campur urusan Papa" bentak Wibowo
"kenapa? apa karena papah takut rencana papa gagal? aku sudah menduga papah kerja sama dengan Jalang ini" Jawab Karina sembari menunjuk Natasya
Untuk mengambil hati Wibowo Natasya berpura pura menangis membuat Wibowo semakin marah kepada Karina
"hentikan Karina, jangan membuat papa marah padamu" ucapnya dengan nada sedikit menekan namun di rendahkan sedikit nadanya
"kenapa? apa jalang ini sudah meracuni papa? hah tidak heran jika dia bermuka dua, dasar jalang Cih." Ucap Karina menatap Natasya sinis
Wibowo mengangkat tanganya dan berniat menampar putrinya namun di tahan oleh tangan Bima.
"om,jangan kasar sama perempuan, dan Lagi dia ini putri Om kenapa tidak pernah percaya pada putri Om" Sela Bima
Kirana sadar dari pingsan dan menatap Mata Pria tua itu.
"mata itu, kenapa matanya sangat mirip dengan tatapan pria itu? apa kah pria yang meneror ayah selama ini dia?" liri Kirana
Membuat semua menatapnya. Mereka menyadari ada orang datang kemarahan Wibowo semakin membesar.
"rupanya kalian telah memanggil keluarga kalian,bedebah" Ucap Wibowo
"lebih baik kalian mati saja, supaya semuanya terbalaskan"lanjutnya
__ADS_1
"hentikan Wibowo, kamu sudah melangkah terlalu jauh jangan sampai saya melakukan hal yang akan membuat kamu menyesali seumur hidup mu untuk kedua kalinya" Ucap Wijaya dengan berlari menghampiri Mereka
"oh ternyata kalian disini semua, baguslah biar ku musnakan saja kalian semua disini sekarang"ucap Wibowo
Wibowo menyadari Karina mengikutinya makanya dia mengantisipasi dengan menyiapkan bodigard untuk mengatasi ini
Karena mereka kalah jumlah mereka di tawan juga oleh Wibowo.
"Pah, tolong dengarkan Karina kali ini saja, tolong jangan sakitin Kirana Aku mohon Pah"Mohon Karina
wibowo mengengam tangan Kirana dengan keras sehingga kirana mengerang kesakitan saat ini. Arkana melihat Kirana kesakitan berdiri dan memukul Wibowo, Satu kali dua kali pukulan mengenai wajah Wibowo
"anda sudah terlalu banyak menyakiti keluarga saya, saya diam selama ini karena memikirkan tidak mungkin anda palakunya tapi sekarang anda membuktikanya sekarang"Ucap Arkana penuh Amarah
Natasya membawah Kirana keluar dari sana
dan mehunuskan sebuah pis*u di leher Kirana.
"jangan mendekat, Jika kalian mendekat aku akan membunuh Kirana" ucapnya sembari berjalan menjauh dari Mereka
Perlahan Kirana membalikan badanya lalu memukul perut Natasya sehingga Natasya melepaskan tanganya lalu Kirana berlari kakinya tersandung di batu sehingga Kirana terjatuh di tangga bangunan dan tertimpah kayu bangunan yang runtuh dan mengenai kepala Kirana teriakanya membuat semua terkejut.
"Arkanaaaaaaaa!!!!!!" Teriak Kirana
Polisi sedang membawah Natasya dan juga orang orangnya ke kantor polisi
Arkana berlari menuju tempat Kirana berteriak dan mendapati Kirana banyak luka dan pendarahan
"Kiranaaaaa!!!" Arkana berteriak saat melihat Kirana berbaring tak sadarkan diri
Orang tua Arkana, Karina Bima dan Juga Wibowo yang di bantu Karina jalan menghampiri Mereka.
"Arkana ayo bawah dia kerumah sakit" kata Wijaya
"Ki, bangun jangan tinggalin aku, aku sayang sama kamu, tolong bangun buka matamu Kirana aku mohon" Kata kata itu terus di ucapkan oleh Arkana di telinga Kirana
"Kirana, bangun Arkana sangat mencintai Kirana" lagi ucapnya
Mereka membawah Kirana ke ruangan, Dokter melarang Arkana masuk kedalam
"sebaiknya, anda tinggu di luar pak, kami akan melakukan yang terbaik" ucap Dokter
Arkana melirik kearah Wijaya dan Diana
"Yah, tolong bilang ke dokter selamatkan Kirana" Liri Arkana
Ibu Arkana datang menghampiri nya
"sayang, berdoa lah supaya Istrimu baik baik saja" Ucap Ibu nya menenangkan lalu memeluk Anaknya itu.
Karina berdiri di depan ruangan dengan cemas, langkanya terus berbolak balik kesana kemari sesekali memandangi ruangan tempat Kitana berbaring
"Tuhan, tolong jaga adiku" Batinya lalu meneteskan Air matanya membuat semuanya kaget menatap Karina saat ini.
"tenanglah Karin, Kirana akan baik baik saja kita berdoa saja" Kata Bima menenangkan Karina
Tak lama lampu ruangan menyala, Dokter keluar dari sana. Arkana berdiri mengampiri dokter
"Apa Anda keluarga korban?"tanya dokter
"saya suaminya dok, dan ini keluarganya" jelas Arkana
"Saat ini, pasien mengalami pendarahan dan banyak mengeluarkan darah sangat banyak, saya Kawatir jika tak ada donor darah makan nyawanya tak terselamatkan, saat ini dia sangat membutuhkan Darah" ucap Dokter
__ADS_1
" Dok,lakukan saja dok cepat saya ingin istri saya selamat" Ucap Arkana
"itu dia masalahnya Pak, darah yang di butujkan sangat langka dan hanya orang orang tertentu yang memilikinya" kata nya lagi
"tertentu? memangnya darah golongan apa dok?"Tanya Wijaya
"pasien membutuhkan Darah bergolongan O mines karena pasien bergolongan darah O mines" jelas Dokter
"apa? Yah dimana kita harus mencarinya" Tanya Arkana
"aku bergolongan darah O mines Dok, ambil dara saya saja" Karina
"tidak bisa bu, anda tidak dalam keadaan stabil saat ini, kami tidak ingin mengambil resiko yang lebih tinggi lagi" Jawab Dokter
"ambil darah saya saja Dok, saya bersedia" ucap Wibowo
"baiklah, ikut dengan saya" kata Dokter
"saya ingatkan pak, saat ini pasien harus selalu dalam keadaan sadar, jangan biarkan dia tertidur hal itu akan berkakibat fatal nanti, dia bisa koma dalam waktu yang lama" Ucap Dokter itu lalu pergi
Ibu Arkana segera masuk kedalam mendapati Kirana.
"Kitana sayang, bangun nak Ini Bunda. Kamu tidak ingin ketemu bunda? bangun sayang lihat lah bunda sudah datang, jadi bangun lah sayang jangan tidur jika Kirana Tidur makan kirana tidak bisa lihat Arkana dalam waktu yang lama bangun sayang ini bunda, bunda sayang sama Kirana" Diana meneteskan Air matanya.
"Bundah!!!" lirih Kirana
"sayang, kamu bangun nak?" ucap Bunda Arkana lalu memanggil Arkana dan juga Ayah Arkana masuk
"Arkana mana bunda?aku ingin bertemu" Kirana berbi cara Liri
"Aku disini" Arkana Masuk dan mengengam tangan Kirana
Ayah dan Ibu Arkana keluar dari ruangan itu
"Ka, jika aku pergi apa kamu senang?" tanya Kirana dengan lemas
"jangan ngaco, aku ngak akan biarin kamu pergi"
"kenapa? bukan kah setelah ini kamu akan kembali sama Natasya, itu akan baik kan? aku akan kembali bersama Ayah dan Bundaku diaurga" Kirana
"jangan konyol, siapa yang mengizinkan mu berbicara seperti itu hah?"
"Arkana apa aku boleh jujur?"
"untuk Apa?"
"Aku,,,Aku....."Suara kirana di potong oleh Arkana
"tolong jangan pergi, tolong kuat lah aku tau kau wanita kuat, jangan pergi Aku mencintaimu Kirana jangan tinggalkan aku"Liri Arkana
"Aku juga mencintaimu Arkana, sejak hari itu, hari dimana kamu mengambil semuanya dari ku dari situ aku mulai mencintaimu" Liri Kirana lalu tertidur
Arkana mengerakan tubuh Kirana namun tak ada jawaban Arkana memanggil dokter.
"kami akan melakukan Oprasinya, tolong Anda keluar dulu" ucap Dokter
"I love You Kirana Wijaya, aku tunggu kamu kembali, berjanjilah untuk kembali" Arkana berbisik lalu keluar dari sana.
Diluar sana wajah mereka sangat cemas lebih cemas adalah pria tua di sudut sana yang tengah menangis duduk di sudut ruangan itu.
Semoga suka yaππ
Selamat membacaπππ
__ADS_1