
Saat pintu terbuka, Cakra kemudian menelan salivanya saat melihat wajah sang istri. Noureen mengerucutkan bibirnya, tampak jelas kekecewaan di wajah cantiknya, genangan air mata yang menanak di ujung kelopak matanya yang ia sembunyikan, pertanda saat ini ia benar-benar sedang kecewa.
"Sayang kamu kenapa," tanya Cakra meraih tangan Noureen. Noureen kemudian menggeleng.
" Aku tidak apa-apa mas, cuma kelilipan," jawab Noureen menghapus air matanya yang sudah hampir terjatuh sambil mengalihkan tatapannya ke arah lain.
Cakra kemudian berjongkok, dan mengelus punggung tangan Noureen.
" Kalau ada masalah bicaralah, jangan memendamnya sendiri, mas siap mendengarkan seluruh keluh kesah mu sayang." Ucap Cakra sambil terus mengelus punggung tangan Noureen.
Noureen memutar bola matanya jegah, dan menghembuskan nafasnya kasar.
"Mas, aku tidak punya masalah apapun, aku hanya pengen makan siomay, aku pengen makan siomay mas, mas kok kamu gak peka sih." Gumam Noureen dalam hati.
Noureen kemudian menggeleng, aku gak apa-apa mas.
Lalu apa yang membuat sayang ku sampai meneteskan air mata." Ucap Cakra tersenyum sambil mengusap jejak air mata yang masih tersisa di pipi Noureen.
"kalau tidak ada masalah, ayo kita makan.
Cakra lalu mengusap perut Noureen.
" aku tidak ingin membuat istri dan anak ku kelaparan. jadi ayo kita makan, kamu boleh memesan semua makanan yang ada disini, kalau kamu mau, restorannya pun ikut aku beli untuk mu.
Cakra kemudian berdiri dari berjongkoknya dan meraih tangan sang istri, Noureen keluar dari mobil lalu Cakra menutup pintu mobil dan berjalan masuk restoran sambil menggenggam erat tangan sang istri.
Saat tiba di dalam restoran. Restoran saat ini terlihat sedang ramai, semua kursi terisi penuh. Cakra kemudian mengedarkan pandangannya mencari tempat kosong dan nyaman untuk Noureen. Karena restoran saat ini sedang ramai, akhirnya Cakra memutuskan memesan Ruangan private agar Noureen merasa nyaman.
__ADS_1
Setelah memesan ruang privat. Seorang pelayanan datang menghampiri mereka dan mengantarkannya ke ruangan yang sudah dipesan Cakra.
Seorang pelayanan berhenti tepat di sebuah ruangan, dan membuat pintu ruang itu.
" Silahkan masuk tuan." Pinta sang pelayan tersenyum ramah.
Cakra dan Noureen kemudian masuk kedalam ruangan itu diikuti seorang pelayanan. Mata Noureen berbinar melihat pemandangan di depannya, Cakra memesan tempat lesehan yang menyatu dengan alam agar Noureen dapat merasa nyaman.
Cakra lalu mengajak Noureen duduk. lalu seorang pelayan memberikan buku menu pada Cakra.
Cakra lalu membaca deretan menu yang ada di sana. Lalu bertanya pada Noureen.
" Sayang kamu mau makan apa,? " tanya Cakra, menyerahkan buku menu itu ke hadapan istrinya.
Noureen menggeleng, "aku tidak ingin makan apapun mas," jawab Noureen.
Cakra mengerutkan alisnya.
Noureen menunduk, Entah kenapa rasa sesak menjalar ke dalam dadanya. air mata yang ia coba sembunyikan, akhirnya tumpah menetes jatuh membasahi lantai.
Cakra kemudian mengalihkan pandangannya ke arah pelayan.
" Bisa tinggal kami sebentar," ucap Cakra datar pada pelayan. Pelayan pun mengangguk dan keluar meninggalkan Cakra dan Noureen didalam.
Setelah kepergian pelayan, Noureen masih saja setia menunduk, Cakra kemudian menggeser posisi duduknya lebih mendekat ke arah Noureen.
Cakra meraih tubuh Noureen, dan memeluknya, menyandarkan kepala Noureen tepat di dada bidangnya kemudian mengusap punggung Noureen.
__ADS_1
" Sayang bicaralah, kalau kamu ada masalah. aku siap menampung seluruh keluh kesah mu.
Bukannya menjawab, Noureen malah menumpahkan seluruh tangisannya. Setelah Cakra merasa Noureen tenang. ia kemudian melepas pelukannya dan menatap wajah Noureen, Kedua tangannya terangkat lalu menangkup wajah Noureen.
" Sayang bicaralah, aku siap mendengarkan apapun itu, sekalipun kau ingin membeli restoran ini, hari ini juga. aku siap membelinya untuk mu. Bicaralah," ucap Cakra pada Noureen sambil tersenyum.
Noureen menggeleng, "aku tidak ingin apapun mas."
"Lantas apa yang membuat sayang ku sampai seperti ini, ayo bicaralah, mas akan memenuhi seluruh keinginan mu.
" Mas janji akan memenuhi keinginan ku," ucap Noureen mencari pembenaran di wajah Cakra.
Cakra mengangguk
" Aku hanya ingin makan siomay mas," jawab Noureen ragu.
.
.
.
.
🍂Terimakasih untuk kalian semua yang sudah mampir. jangan lupa like, komen, beri hadiah dan vote karena di awal bulan dan diakhir kisah author akan bagi-bagi hadiah menarik, untuk dukungan terbanyak. cek @pengumuman di atas☝️
🍂oh iya, author mau ngumumin kalau Author ada novel satu lagi, judulnya ( bukan salah takdir, author putriyani mursalim) diakhir kisah, author bakal kasi hadiah menarik lagi. untuk dukungan terbanyak 1, 2, 3, 4. dan untuk dukungan terbanyak 1, hadiahnya 1 set lipstik implora terbaru sama dengan ( 12 warna).
__ADS_1
salam sayang dari author 😘