
Hari sudah semakin sore, seorang perempuan yang kini sedang sibuk di dapur tersenyum, saat ia mencoba mencicipi masakannya.
"Rasanya sudah pas,"lirih Noureen, kembali menaruh sendok kayu ke wadah yang ada di samping kompor yang ada di dapur. lalu mulai menyajikan masakannya ke atas piring.
Saat Noureen sudah memindahkan makanannya ke atas piring, Noureen lalu membalikkan badannya ke belakang di mana Bi Ima sedang menyiapkan piring di atas meja.
"Bi,Tolong bawa ini ke atas meja," ucap Noureen setelah menaruh piringnya di atas kitchen counter.
"Baik non." Balas Bi Ima. Ia mengangguk sembari berjalan menuju ke kitchen counter yang ada di dapur.
Setelah semua makanan sudah tersaji diatas meja. Noureen berjalan keluar menuju ke ruang tamu sambil mengusap-usap perutnya yang Semakin membesar.
Baru saja ia akan mendudukkan tubuhnya. Cakra masuk kedalam rumah dengan tersenyum hangat pada Noureen.
"Mas, sudah pulang?"tanya Noureen. Berjalan ke arah Cakra.
"Iya, sayang," jawab Cakra. Memeluk pinggang Noureen. Mengecup pipi Noureen sekilas.
Noureen tersenyum kemudian. Cakra berjalan masuk kedalam rumah tanpa melepas pelukannya dari pinggang Noureen.
"Mas,"panggil Noureen.
"Iya? Ada apa?"
" Mas, mau makan sekarang atau mandi dulu?"
"Mandi aja dulu,"
Noureen mengangguk.
__ADS_1
" ya. ayo mas ke atas, aku akan menyiapkan air untuk mu."ajak Noureen
"Tidak usah sayang, biar aku saja, kau terlalu kelelahan jika harus naik turun tangga."tolak Cakra
"Ya udah mas, aku tunggu di sini yah."
Cakra mengangguk, tersenyum, mengecup pucuk kepala Noureen lalu melangkah naik menuju kamarnya. Namun, langkahnya terhenti lalu ia menoleh.
"Sayang! Nanti suruh Bi Ima untuk membersihkan kamar yang ada dibawah. mulai malam ini kita tidur di sana.
"Loh? Kenapa mas?"
"Aku kasihan, jika melihatmu naik turun tangga dengan kondisi perut yang besar. Aku takut terjadi apa-apa padamu dan anak kita,"ucap Cakra tersenyum.
Noureen mengangguk, matanya tiba-tiba menggelembung. Ia tersenyum hangat. Sungguh saat ini ia terharu dengan semua perhatian Cakra padanya.
Hampir sejam Noureen menunggu Cakra untuk turun, namun suaminya belum juga turun. entah apa yang dilakukan Cakra di kamarnya sampai Noureen harus menunggunya selama ini.
Cakra lalu menghampiri Noureen.
"Mas, kenapa lama sekali," protes Noureen saat Cakra sudah mendudukkan tubuhnya di samping Noureen.
"Maaf sayang, tadi mas menyelesaikan urusan mas dikamar mandi terlebih dahulu.
Noureen mengeryitkan keningnya.
"Urusan apa, mas?"tanya Noureen heran.
Seketika Cakra mengalihkan tatapannya ke arah senjatanya. Ya tadi saat Noureen memeluknya tiba-tiba senjatanya menegang. Tadi ia sempat menahan hasratnya tapi semakin ditahan semakin tersiksa. Akhirnya ia menuntaskannya dengan caranya sendiri.
__ADS_1
Saat tatapan Noureen ikut beralih ke senjata milik Cakra. Seketika ia terkikis geli.
"Kenapa sayang," tanya Cakra.
Noureen mengeleng sambil mengatupkan kedua bibirnya menahan tawa.
"Kalau mau bilang, mas! Ngak usah malu, nanti pasti aku kasi kok," ucap Noureen masih terkikik.
Cakra tersenyum, sambil mengusap-usap tengkuknya.
"Sudah ah, makan yuk, mas sudah sangat lapar," potong Cakra. Mengajak Noureen menuju ke arah meja makan.
Sesampainya di meja makan. Cakra tersenyum saat melihat semua makanan yang ada di atas meja.
"Sepertinya enak. Yang masak siapa, sayang?" Tanya Cakra saat sudah mendudukkan tubuhnya dikursi.
"Istrimu, mas! Di bantu Bi Ima,"balas Noureen. Ia mengambil piring yang ada di depan Cakra lalu mulai mengisinya dengan nasi dengan berbagai macam lauk.
"Istri yang mana, sayang?"tanya Cakra. Saat menerima piring yang di berikan Noureen.
"Memangnya, mas, punya istri berapa?"tanya Noureen kesal
"Satu,"jawab Cakra tersenyum.
"Udah tau satu, nanya lagi!" Balas Noureen l, ia memanyunkan bibir.
"Canda sayang, gitu aja cemberut" ucap Cakra lalu kembali mengecup pipi Noureen.
" Udah, ah, mas. Makan gih, sebelum makanannya terlalu dingin," balas Noureen lagi.
__ADS_1
Cakra mengangguk.
Mereka berdua pun kini menikmati makanannya dengan nikmat. Sesekali mereka mengobrol. Hingga akhirnya makanan yang ada di piring mereka habis tak tersisa.