Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah
Reichel-Rachel


__ADS_3

Β 


Arina kembali dari rumah Arkana dengan mengendarai mobil, tangisnya pecah didalam mobil kendaraanya Dia lajukan dengan cepat


Β 


Perasaan bersalah berkecamuk didalam pikiranya saat ini hatinya tidak tenang mengingat Kirana sahabat baiknya dan sang Kakak Karina yang ternyata menjadi musuh dalam selimut diantara Rumah tangga Kirana dan Karina.


"Sunggu licik wanita itu, Aku tidak akan memaafkan mu Karina Aku akan membongkar semua kebusukan mu pada Arkana tunggu saja, Kamu telah salah mencari musuh dengan Arina, ingat Karina Kamu akan membayar semua perbuatan Mu ini pada Arkana dan Kirana, Aku tidak akan tinggal diam"Batin Arina


Karena mobil yang terlalu kencang membuatnya hampir menabrak seorang pria yang mengendarai sepeda motor.Pria itu meminggirkan motornya dan Arina pun mengikutinya Arina turun dari mobil begitupun dengan pria itu.


"Mbak, kalau bawah mobil pelan pelan dong,saya hampir ditabrak loh ini"Ucap nya


"Maaf Mas, saya gak konsen tadi.Ada yang luka gak biar saya antar kedokter"Ucap Arina


"Saya ngak kenapa kenapa,cuma lain kali kalau lagi ada masalah jangan mengendarai mobil sendiri suru supir yang anterin,untung gak ketabrak kalau ketabrak bisa berabe urusanya"Kata pria itu lagi


"Iya, Maaf ya Mas"Ucap Arina lalu memandang pria yang sedari tadi membersikan celananya akibat terkena debu saat kejadian tadi


"Ya ampun Bim, ini Kamu?"kaget Arina


"Eh, Na Kamu---"Bima


"Duh,maaf banget ya Bim Aku ta--"Arina


"Ngak papa lain kali bawah supir kalau lagi gak konsen kan kasian di kamu nya kalau ketabrak"Ucap Bima


"Bim, kapan sih kamu gak bikin Aku baper? tolong jangan perhatian seperti ini kalau kek gini gimana Aku bisa Move On dari Kamu"Batin Arina


"Na, tadi buru buru dari mana?"Tanya Bima


Namun yang ditanya tak menjawab


"........"


"Oiii, Kamu dengar Aku gak?"Bima mengoyangkan bahu Arina


"Eh, Kamu bilang apa tadi?Aku gak dengar"Arina memcoba memalingkan tatapanya agar Bima tak mencurigainya


"Gimana mau fokus, tatapanya serius gitu ke Aku"Ledek Bima


"Apaan sih Kamu Bim"Memukul lengan Bima pelan


"Oh iya, pulang bareng yuk"Ajak Bima


"......"Arina


"Demi apa Bima ngajakin Aku pulang barenga? Ya Tuhan kenapa Dia selalu datang menghibur saat Aku sedih, kenapa sepertinya Dia tau kalau Aku ini lagi down banget"Batin Arina


"Yak !! Kamu suka banget ya melamun? Aku tau kalau Aku cakep tapi liatinya jan segitunya dong kan malu"Goda Bima


"Ya uda ayok pulang"Arina menuju mobilnya


"Na, tunggu"Tahan Bima


Arina berhenti lalu tersenyum sejenak lalu balik dan memasang muka yang pura pura bertanya padahal dalam hati nya senang banget.


"Kenapa?"tanya nya singkat

__ADS_1


"Naik motor aja"Bima


Arina membalikan badanya.


"Tuhan, naik motor berdua sama Bima?mimpi apa Aku semalam, duh muka ku pasti panas nih jan sampai kek kepiting rebus nih, pokonya jangan sampai ketauan kalau aku baper"Batin Arina


"Ayok, mobil kamu biar ntar di ambil supir mu saja"Bima


"Iya" jawab Arina singkat.


*****


Arkana menyiapkan semua pakayanya kedalam koper.Beberapa baju dimasukan nya lalu keluar dari kamarnya dan pergi


Dia turun dari lantai dua ke bawah di bawah sana Karina sedang menunggunya dengan dandanan yang cukup rapi dan terlihat sangat cantik.


Karina menatap Arkana yang sedang menarik kopernya.


"Mau kemana?"Tanya Karina


"Mau pergi"jawab Arkana singkat


"Kemana? kok gak kasih tau Aku?"Karina


"Emang Kamu siapa?"Tanya Arkana


"Yak, setidaknya kasih tau Aku kamu mau kemana? bukanya hari ini kita mau jalan makan diluar kan lagi free" Karina


"Aku punya urusan lebih penting dari jalan jalan sama Kamu"Arkana


"Kenapa ketus banget si Ka?Aku punya salah ya? Kalau ada kasih tau biar ku rubah"Karina


"ini apa?"lanjut Karina


"Tiket? mau kemana?"tanya Karina


"Nyusul Kirana"Jawab Arkana


"Aku ikut"Karina


"Gak usa, Aku buru buru"Arkana


Arkana pergi meninggalkan Karina sendiri di rumah nya.


******


Kirana dan Tante Ani sibuk menyiapkan makanan dan minuman untuk acara pemberian nama untuk kedua buah hatinya.


Teman masah kecil Kirana disana juga membantunya menyiapkan semua


"Gimana Ki semua sudah selesai?"Tanya tante Ani


"Sudah Tan, rasanya mudah karena di bantuin sama Ari makasih ya Ri" ucap Kirana


"Sama sama Ki, sudah wajip lah ku bantu kan teman kecil ku"Jawab Ari


Semua orang berdatangan kerumah Kirana tetangga dan sanak saudaranya datang keacara pemberian nama itu.Kirana memakai gaun khas daerah disana membuatnya terlihat sangat anggun bahkan tidak terlihat seperti seorang Ibu mudah. Dia mengendong bayi nya satu dan satunya lagi di gendong oleh Ari.


"Nak, Bapak nya dimana? Ini ya Bapaknya?"tanya ibu 1

__ADS_1


"Bukan Bu, Ini teman saya dari kecil sama sama jadi Dia yang bantuin saya ngurus Anak anak saya, Bapak nya lagi----"Kirana


"Maaf ya saya telat, Saya lagi ada kerjaan di Jakarta jadi Saya datangnya belakangan maaf sudah bikin Kamu nyiapin ini sendirian sayang"Ucap Arkana dari luar pintu


Kirana menatapnya dengan kaget dan sedikit tersenyum melihat kedatangan Arkana.


"Mas, Kemarilah"Panggil Kirana


Arkana masuk dan duduk di samping Kirana dan tersenyum padanya.


"Mas namanya bagus gak? lihat deh nih"Kirana memberikan nama kedua buah hatinya kepada Arkana


"Reichel Arkana Wijaya dan Rachel Arkana Wijaya" Arkana


"Namanya bagus Dek, kamu emang terbaik lah Dek"lanjut Arkana


"Kamu ma suka gitu mas" Kirana


"Tolong jelaskan semuanya padaku malam ini"Bisik Kirana


"Sip Ny Arkana Wijaya"Jawab Arkana dengan senyu manis


Semua tamu berbisik disana sati sama lain


"Nak, cakep banget ya Suami mu ini, Kalian berdua sangat cocok" Kata Ibu 1


"Hehehehehe makasih, Bu atas pujianya"Ucap Arkana


"Sama sama Nak, semoga bahagia selalu ya Nak"kata Ibu itu


Acaranya telah selesai semua undangan sudah pulang ke rumah mereka Kirana menyiapkan pakian Arkana dan menyurunya untuk mandi.


"Mas mandilah Aku akan siapkan baju mu"Kirana


"Mau mandi bareng Kamu Dek"Manja Arkana


"Ihhh dasar mesum !! pergi sana mandi sendiri saja Aku sudah mandi"Kirana


"Tapi kan mau mandi bareng Kam---"Arkana


"Udah sana mandi bau ihhh"Kirana mendorong Arkana kekamar mandi


"Tapi mau dimandiin sama kamu dek, janji kok gak akan bikin adek buat Reichel dan Rachel kok dek"Arkana


"Ya ampun Tuan Arkana wijaya kang mesum sana mandi sendiri gak ada mandi atau di mandiin sendiri"Kirana


"Tega banget Kamu dek, Kan Mas kan rindu pengen ena ena aan, kan dah lama di anggurin adek ku ini"Arkana


"Iya sana mandi dulu, nanti mainya kalau dah mandi mau berapa ronde pun jadi Aku juga rindu sama Mas"Goda Kirana


"Sejak kapan Kamu bisa gombal? siapa yang ajarin?"Arkana


"Mas yang ajarin kan,udah buruan gak tahan ni"Goda Kirana lagi


"Astaga dek kamu ini bikin Mas Horni aja"Arkana


***Holla readers ku Aku up lagi


Selamat membaca semoga suka

__ADS_1


😘😘😘😘


SalanghaeoπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ***


__ADS_2