Kuliah Atau Kuli Ah?

Kuliah Atau Kuli Ah?
Gian....


__ADS_3

Aku menikmati akhir pekanku dengan bermalas-malasan dirumah sambil memainkan games cooking city di hp-ku. Sesekali aku merasa kesal saat tidak mampu mencapai target costumer dalam waktu yang ditentukan.


"Ahhhh mutiara ku kurang untuk upgrade" kataku. Saat aku sedang asyik bermain, muncul nomor tidak dikenal menelponku


Dia : Halo ini Raina?


Aku : Iya betul ini siapa ya?


Dia : Saya Gian


Aku : Eh iya Gian ada apa nih?


(hmmm dia Gian yang dimaksud itu aku masih lupa mukanya belum inget bener)


Dia : Kamu inget saya gak sih? Saya satu kelas sama kamu loh


Aku : Ah iya lah tau masa gak tau haha (bohong padahal aku lupa mukanya yang mana)


Dia : Kamu kemarin gak pulang sama kelompok ya? Dijemput sama siapa?


Aku : (Eh kepo banget ya ini Gian kenapa sih) Oh sama Ibu aku Gian hehe emang kenapa? Kamu ada barang di kelompok aku?


Dia : Eh iya ada topi rimba saya ada di ketua kamu katanya ada di tas kamu soalnya ketuker pas tas kamu diberesin temen-temen kamu....


Aku : Oh iya pantes soalnya topi rimba yang ada di aku sekarang gak ada namanya hehe gimana dong maaf ya!


Dia : Iya santai saya ada duasih topi rimba tapi itu warnanya saya suka jadi nanti besok bawa ya!


Aku : Iya gian siap-siap!!!!!


(Hmmmm Gian ternyata formal sekali ya)


Aku menelpon Hanifa dan Arika lalu menceritakan kejadian barusan kalau Gian menelponku.


"Na gimana kalo kamu deketin Gian gih terus bikin geng si singkong itu cemburu sama kamu" kata Hanifa.


Lalu Arika juga mengatakan hal serupa "Na udah sih Andreas kamu waro aja dikit soalnya keknya dia baik dan care sama kamu terus kan lumayan juga buat manas-manasin si singkong dkk".


Ah mereka berdua memang begitu selalu buat jalan pintas untuk ku katanya biar posisi kita bertiga "aman".


Arika sama Hanifa kan sama-sama udah punya pacar juga mereka mana mau kalau disuruh mendekati salah satu kakak tingkat atau teman seangkatan untuk cari aman. HAHAHAHA.

__ADS_1


Padahal mereka itu menurutku yang paling cantik diantara semua mahasiswa baru diangkatanku.


Keesokan harinya di kampus....


Aku datang terlalu awal jadi suasana kelas masih sepi hanya ada beberapa mahasiswa dari luar jawa yang sudah datang dan aku belum terlalu hafal nama-nama mereka dan sepertinya mereka juga belum hafal namaku karena mereka malah memanggilku "Hanifa".


"Aku Raina bukan Hanifa hehe kamu salah panggil nih" kataku.


"Ah iya kalian bertiga mirip sih sama-sama cantik jadi aku sulit ngebedain" katanya.


Ternyata teman yang barusan mengajakku bicara adalah yusuf berasal dari Aceh. Yusuf sangat sopan dan banyak bercanda jadi mudah akrab dengan semua orang.


.


.


Beberapa menit kemudian.....


"Raina topi saya dibawa gak?" kata Gian


"Eh iya aku bawa ko bentar" jawabku sambil mengambil sebuah keresek didalam totebagku.


"Wah dicuci ya? Wangi nih" kata Gian sambil mencium topi rimba yang baru diambilnya.


Gian lalu duduk di sebelahku karena memang tempat duduknya masih kosong.


Tak lama setelah itu Hanifa dan Arika datang bersamaan masuk "weyyy Raina rajin ya pagian" kata Hanifa sambil berjalan ke arahku.


Hanifa dan Arika lalu duduk di barisan depanku. Aku agak kurang nyaman kalo gak di sebelah mereka soalnya aku kurang bisa ngobrol sama orang baru. Apalagi orang itu seformal Gian.


.


.


Jam mata kuliah telah usai.....


Aku bergegas keluar kelas sambil mengajak Arika dan Hanifa. "Yu ah makan laper" ajak Arika.


Gian tiba-tiba ikut keluar dengan kami "saya gabung ya" katanya.


"Eh gian iya ayo" sahut Hanifa.

__ADS_1


Di kantin kampus....


Hanifa dan Arika terlihat asyik mengobrol dengan Gian sementara aku hanya jadi pendengar. Tiba-tiba saja gaya bicara Gian berubah jadi bukan "saya" tapi "aku".


Oh berarti Gian udah nyaman kaliya sama Hanifa dan Arika" batinku. Dari kejauhan aku lihat ada Andreas dan Lingga yang berjalan menuju kantin.


Aku jadi tidak nyaman dan salah tingkah karena seketika pikiranku melayang ke malam dimana Andreas mengantarkanku pulang kerumah.


"Mereka komdis sih jadi jaga jarak dan gak nyapa sama sekali cuma senyum doang pas kita sapa" kata Arika.


Aku cuma melihat dari mejaku saja Andreas makan mie ayam dengan lahapnya. Kadang mata kami bertemu dalam hitungan detik tapi kuputar lagi pandanganku kearah berlawanan agar Andreas tidak sadar bahwa sedari tadi aku memperhatikannya.


Nirwan teman sekelas kami yang merupakan teman dekat Gian juga ikut berkumpul bersama kami di meja makan. Kami mengobrol sampai jam istirahat berakhir dan kami harus masuk kelas lagi untuk mata kuliah selanjutnya.


.


.


Seminggu setelah itu.....


Puncak kegiatan kaderisasi pun akan dimulai besok pagi dan sekarang sudah jam 9 malam aku masih berada di fakultas untuk mempersiapkan barang kelompok yang harus dibawa. Seperti biasa aku dan Hanifa juga Arika berbeda kelompok karena setahuku semua mahasiswa yang berteman dekat dipecahkan dalam beberapa kelompok.


Kali ini aku satu kelompok dengan Zia, Lisa, Rara, Dina, Dita dan Joko serta Putra menjadi dua anggota laki-laki yang ada di kelompok kami. Beruntungnya aku karena Zia dan Lisa adalah teman yang sudah lumayan dekat denganku. Aku jadi perlu berkomunikasi lebih dekat dengan yang lainnya saja.


"Na kamu mending pulang deh rumah kamu kan jauh kasian kalo jam segini kamu masih dikampus" kata Joko ketua kelompokku.


"Iya na kita semua kan ngekos kalo kamu harus pulang kerumah terus pasti siapin peralatan juga kan" tambah Lisa.


Setelah aku diizinkan pulang lebih awal, aku segera pamit pada Hanifa dan Arika yang ternyata memutuskan untuk menginap di kosan salah satu teman di kelompok mereka.


Sementara semua perlengkapan mereka akan diantarkan ayah dan ibu mereka besok shubuh. Akhirnya aku harus pulang sendirian pakai motor.


"Raina" teriak seseorang dari belakang


"Eh kak belum balik?" tanyaku pada Andreas.


"Harusnya aku yang nanya ini udah jam 10 dan besok kamu harus dikampus lagi jam 6 sementara kamu masih disini" jelasnya.


"Iya aku kan siapin peralatan kelompok dulu" jawabku.


"Kamu bawa jaket gak? Pake jaket pake masker juga sebelum jalan sekarang kan lagi musim begal kalo kamu keliatan cewek banget pas ngendarain motor takut kenapa-kenapa" tambahnya.

__ADS_1


"Andreas ini palingan pingin aku fit biar dia bisa marahin aku puas-puas besok" kataku dalam hati.


__ADS_2