Kuliah Atau Kuli Ah?

Kuliah Atau Kuli Ah?
Kepindahan Andreas


__ADS_3

"Lagi apa sih Rain?" tanya Nunu saat melihatku sedang menulis banyak sekali quotes pada notes di ponselku.


"Lagi nulis quotes hasil nonton seminar tadi haha, keren banget ya dewi dee?" kataku.


"Iya rain, pembawaannya juga santai dan jeniusbanget ya kalau ngomong?" sahut Hanifa.


"Eh, btw hang out yuk? Udah lama tau gak keluar barengan kayanya 3 minggu ini kita sibuk terus gak ada rehatnya" keluh Arika.


"Iya hayu ah? Kemana tapi?" jawab kami serentak.


"Eh rain bukannya kamu mau nyari kosan buat kak Iyas kan? Yaudah kita sekalian aja ke daerah kantornya, pinggirnya kan ada mcd tuh" jelas Arika.


"Oke kalau gitu kita kesana" ajak Hanifa.


Selepas mengikuti seminar di jurusan Yasmin, kami berempat berencana untuk makan diluar sambil melepaskan sedikit kepenatan setelah bekerja cukup keras beberapa hari ini.


Belum lagi, dua hari kedepan kami akan disibukkan dengan persiapan kaderisasi puncak. Kami seperti zombie!


Sesampainya disana, kutanyakan pada salah satu karyawan yang ternyata akan sekantor dengan Andreas. Dia memakai id card yang sama seperti yang digunakan Andreas ketika bekerja.


"Maaf mas, saya mau nanya mas kerja disana ya?" tanyaku sambil menunju ke arah kantor.


"Iya mba, kenapa ya?" katanya.


"Kebetulan temen saya nanti mau pindah tugas kesana, tapi belum dapet kosan dan dia gak mau tinggal mess. Kira-kira mas tahu gak ya kosan buat staff yang letaknya sekitaran sini?" tanyaku.


"Oh, setahu saya sih ada mba di Jalan. Ganda sebelah sini. Ada komplek perumahan dan banyak kosan untuk karyawan juga disana" jelasnya.


............................


............................


Setelah melihat-lihat di maps, ternyata letaknya dekat dengan tempat kami makan. Akupun akhirnya minta izin sebentar untuk melihat kesana secara langsung.


"Nanti aja sih bareng sama kita" kata Hanifa.


"Gak usah, kalian sambil nongkrong disini terus aku nyari kesana sebentar ko ya" kataku.


"Yaudah aku aja yang temenin, biar bisa bawa mobil gak usah jalan kaki kan" kata Arika.


Arika pun menemaniku mencari kosan disekitaran sana...


"Kak Iyas harus yang gede kali rain kosannya" kata Arika.


"Iya soalnya dia gak suka yang sumpek, tapi aku maunya kosannya tuh yang cowok semua" jelasku.


"Iya sih biar enak ya? Kan gak tenang juga kalau kosan cowok disatuin sama cewek hahaha" jawab Arika.


"Itu tuh rain ada plangnya, keliatannya juga gede kosannya" kata Arika sambil menunjuk sebuah rumah disebelah kanan.


Kami berduapun turun dari mobil dan masuk ke rumah tersebut.


Rumah dua lantai yang terkesan mirip dengan kosan Andreas saat masih kuliah dulu.


"Permisi" ...


"Ya, ada perlu apa ya?" tanya seorang Ibu sepertinya pemilik kosan atau penjaganya.


"Saya mau nanya bu, ini kosan staff atau karyawan ya? Apa masih ada kamar yang kosong?" tanyaku.


"Oh, ini kosan khusus laki-laki dek"jawabnya.


"0h iya bu saya tau, memang bukan buat saya tapi buat pacar saya" jawabku.


"Oh ada dua kamar lagi yang kosong, kalau mau dilihat mari silahkan" jawab si Ibu.


Aku dan Arika pun naik ke lantai 2 yang akses tangganya ada diluar dan terlihat sangat nyaman.


"Tinggal yang ukuran besar, kalau yang biasa dilantai bawah sudah penuh semua" jelas si Ibu.


"Hmm gitu bu, kalau boleh tau disini kebanyakan yang kos kerja dimana ya?" tanyaku.


"Macem-macem, ada yang kerja di Bank, Kantor jasa dan ya instansi sekitaran sinilah" jawabnya.


"Bu boleh saya foto gak? Buat saya liatin ke orangnya. Terus saya mau minta kontak Ibu supaya nanti gampang deal-dealannya" kataku.


"Boleh"....


....


....


...


Setelah selesai melihat-lihat, mengambil beberapa foto dan menanyakan rincian harga sewanya. Aku dan Arikapun kembali ke mcd.


"Kamu gak mau liat yang lainnya dulu rain?" tanya Arika.


"Gak usahlah, dia pasti setuju ko sama kamar yang tadi. Soalnya aksesnya paling deket ke tempat kerjanya dan yang paling penting tangganya diluar terpisah terus kamarnya gede. Dia pasti suka" jelasku.


"Eh katanya hasil pkm udah keluar, liat webnya deh judul kita lulus atau nggak?" teriak Nunu saat kami sedang asyik makan.


"Buka-buka fa, liat" kataku.


Hanifa dan Arika pun bergegas melihat pengumumannya di web kampus.


"Yaaah judul kita gak lolos" kata Hanifa dengan wajah sedih.


"Yaudahlah gak apa-apa bukan rezeki kita kali" jawab Nunu.


"Iya fa, lagian seenggaknya kita sudah berusaha keras kan?" hibur Arika.


"Nanti kita coba lagi ya? Tapi nanti setelah semua kegiatan BEM selesai oke?" kataku.


"Iya" jawab mereka serentak.


Beruntungnya kami berempat bukan tipekal cewek yang putus asa dan merundung saat tujuan kami gagal.


Kami hanya akan kecewa untuk beberapa saat dan setelah itu membaik lalu kembali ceria lagi.


Meski proposal kami ditolak hari itu, tapi kami tetap senang karena masih bisa mengerjakan hal yang lain untuk beberapa bulan kedepan.


"Mungkin kita bisa jualan produk baru" gumamku.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


K u l i a h ..a t a u.. k u l i a h ? ..By NRH...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Malam harinya....


"Teh beli martabak yu? Pingin ngemil nih" ajak Randy.


"Ih liat jam dong itu, jam berapa sekarang? Gendut loh kamu makan jam segini" sahutku.


"Ah yaudah aku beli sendiri aja" katanya.


"Eh bentar-bentar, teteh ikut ah" teriakku.


.........


...............

__ADS_1


......................


Sesampainya di tukang martabak...


"Teh, itu bukannya si Fasya? Liat deh itu kan bener kan? Nah itu cewek yang aku liat waktu itu" bisik Randy sambil menunjuk seseorang di sebrang jalan.


"Oiya de, itu sih Firly yang anak kampus sebelah teteh. Ternyata bener ya pacarnya Fasya" jelasku.


"Teh bayangin deh tuh orang pacarnya berapa, tiap hari perasaan beda terus gandengannya" kata Randy.


"Alah udah ah biarin,selama dia gak rugiin kita mah jangan ikut campur" kataku.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


K u l i a h .....a t a u...... k u l i a h ? By NRH


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokan harinya setelah pulang lebih awal dari kampus dan tugas sudah selesai semua....


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


...........................................................


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Itu karena aku menyukaimu, walau aku berikan wajah yang datar...


Hatiku tak begitu, itu bohong.


Setiap detik aku selalu merindukanmu.


Itu karena aku sangat menyukaimu, mungkinkah kamu begitu?


Aku menanyakan hal yang sama setiap harinya...


Bukan padaku tapi pada diriku sendiri...


Aku menunggu lagi dan bertanya-tanya apa yang harus ku lakukan...


Dan di akhir hari, aku yang mengatakan padamu "Aku mencintaimu"....


Setiap malam selalu seperti itu...


Layaknya seorang pemilik rumah yang takut kehilangan penghuninya...


Bibirku berkata bohong, namun mataku mengatakan kata-kata yang benar-benar ingin aku katakan...


Kata-kata yang tersembunyi dalam hatiku.


Diam-diam meski jarang, aku menangis hanya karena hal sepele...


Satu diantaranya adalah mengingatmu...


Juga mengingat dulu, saat aku tak sekuat sekarang...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Dek lagi apa?" tanya Andreas dalam chatnya.


"Lagi dengerin lagu haha, kakak lagi apa? Packing ya?" tanyaku.


"Udah beres ko packingnya, ini aku otw Bandung" jawabnya.


"Ko cepet banget sih? Bukannya ini masih hari kamis ya?" kataku heran.


"Terus itu kosannya yang itu aja fix nya?" tanyaku.


"Iya, aku udah jadi'in satu kamar ko disana. Tinggal pindahan aja" jawabnya.


"Yaudah kalau gitu, kakak kabarin kalau udah deket kosan. Aku nanti kesana" kataku.


"Gapapa? Emang kamu gak cape abis kuliah? Kamu istirahat aja lah" katanya sungkan.


"Gak apa-apa, lagian aku seneng ko ngedesain kamar" jawabku.


"Yaudah sekalian beliin wallpaper dong soalnya kayanya aku kurang suka warna cat dindingnya" keluhnya.


"Hahaha warna pastel ya? Gasuka ya? Yaudah aku beliin wallpaper sekarang deh" kataku.


Beberapa saat kemudian....


"Tunggu sebentar" katanya sambil terdengar memainkan ponselnya.


.........


"Aku udah trf ke rekening kamu, tolong ya?" pintanya.


.......................


.............................


Kulihat dia mengirimkan uang berjumlah banyak.


"Beli wallpaper buat serumah sampe transfernya segini?" gumamku.


Aku mengajak Randy untuk menemaniku ke toko peralatan rumah, karena aku malas menyetir motor sendirian kebetulan juga Randy sudah pulang.


"Temenin yu? Beliin wallpaper sama hiasan dinding buat di kosannya Andreas" ajakku.


"Yaudah bentar, tapi abis ini jajanin ya?" katanya.


"Iya-iya, teteh tunggu dibawah ya?" kataku.


Ibu menanyakan aku dan Randy hendak pergi kemana sore itu, akupun bilang mau membelikan peralatan untuk kosan baru Andreas.


"Yaudah hati-hati si randy ajak aja sampe bantuin beres-beres di kosannya, kasihan kan kalau Andreas beres-beres sendiri" kata Ibu.


Randy yang baru saja turun, mendengar perkataan Ibu barusan.


"Weeey Ibu kayanya punya anak cowok baru ya? Perhatian banget sama kak Iyas" ledek Randy.


"Iyalah calon mantu idaman" jawab Ibu.


"Apasih bu, masih jauh juga udah ngomongin mantu-mantuan aja" gerutuku.


Ibu dan Randy hanya saling tatap-tatapan saja dan seolah meledekku saat itu.


.........


,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


....................................


Sesampainya di toko....


"Kak iyas seleranya simpel kan teh?" tanya Randy.


"Iya simpel, kaya kamu lah" jawabku.

__ADS_1


"Yaudah ini aja teh bagus warnanya semangat tapi manly" kata Randy sambil menunjuk sebuah wallpaper dinding berwarna abu muda bermotif seperti marmer.


"Yaudah itu aja, Ran cariin tong sampah sama sapu kecil sama kaca juga" pintaku.


"Oke" jawab Randy.


Sementara Randy berkeliling, kepalaku tiba-tiba pusing dan seolah semua benda di sekitarku berputar.


Aku berusaha duduk dan menenangkan diri.


Beberapa saat kemudian....


"Teh, ini udah dapet" kata Randy mendatangiku.


"Iya Ran bentar teteh pusing" kataku.


"Anemia teteh kambuh lagi kali" kata Randy.


"Iya kayanya, vitamin teteh juga abis terus vitamun dari Andreas juga belum teteh minum" jelasku.


"Yaudah yu kita pulang, sini uangnya aku aja yang antri. Teteh duduk dulu disitu tungguin" kata Randy membantuku.


.....


.............


.....................


Sesampainya dirumah...


"Bu, buuu" teriak Randy.


"Kenapa sih baru pulang ko manggil Ibu?" tanya Ibu kaget.


"Teteh tuh sakit, kepalanya pusing lagi" jelas Randy.


Ibu mendatangiku yang sedang duduk di teras sambil membawakanku air minum.


"Gak papa ko bu, kayanya karena vitamin aku abis aja jadi begini" jelasku.


"Tapi masa tiap abis obat kamu begini terus sih teh? Apa gak sebaiknya ke LAB aja?" kata Ibu.


"Gak usah ah, oh ya bu di kamar aku ada vitamin yang dikasih sama Kak Iyas. Tolong minta Randy ambilin dong bu" kataku.


Akupun istirahat dan tidur sejenak sambil menunggu kabar dari Andreas.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


...


...


Beberapa jam kemudian....


"Beebeepbbeeeppppbeeebbpppp"


"Hai kak, udah sampe mana?" tanyaku.


"Udah sampe exit tol nih, kamu aku jemput aja ya kerumah?" katanya.


"Yaudah iya, aku tunggu di rumah ya?" kataku.


Tak sampai satu jam, Andreas sudah datang.


Dia menyalami Ibu dan memberikan oleh-oleh. Recca yang baru saja bangun tidur siang, sangat senang bertemu Andreas dan Andreas langsung saja mengajak Recca untuk membeli es krim kesukaannya.


"Yaudah yu, kita pergi keburu sore banget" ajakku.


"Iya, tante Andreas pinjem Raina lagi ya?" katanya sambil tersenyum.


"Iya yas, teh gak jadi ngajak Randy?" tanya Ibu.


"Kasihan bu ah, dia udah tidur tuh capek kayanya" kataku.


Aku dan Andreaspun berangkat menuju kosan barunya....


"Ini mobil kantor juga?" tanyaku saat menyadari bahwa mobil yang dibawanya berbeda dengan yang terakhir kali aku lihat.


"Bukanlah, lihat tuh platnya warna hitam" jawabnya.


"Terus mobil siapa dong?" tanyaku lagi.


"Mobil aku, ini hadiah dari Ibu katanya sebelum Bapak meninggal Bapak udah nabung buat belikn aku mobil tapi baru kesampean sekarang karena Ibu yang nambahin" jelasnya.


Saat dia menceritakan Bapak dan Ibunya, saat itu juga aku melihat kesedihan tersirat diwajahnya. Dia pasti sangat merindukan sosok Bapak, yang selama ini selalu memberikan yang terbaik di hidupnya.


"Bapak pasti seneng ko kakak sukses, makanya Kakak harus jaga bener-bener mobil ini kan ini pemberian Bapak" kataku sambil memegang tangannya.


Dia melirik kearahku dan menyunggingkan senyuman khasnya.


"Gitu dong jangan jadi mellow lagi ya?" pintaku.


"Kamu kenapa pucet banget? Gak make up?" tanyanya yang menyadari kepolosan wajahku saat itu.


"Pertama aku emang gak make up, tapi aku bawa lipstik ko di tas. Kenapa jelek ya?" tanyaku.


"Gak sih, tetep cantik ko. Gak penting juga make up atau engganya. Nah itu kan alasan yang pertama terus alasan kedua nya apa?" tanyanya.


"Aku kayanya kurang darah deh, apa kurang gula darah ya? Masa tadi pas beliin wallpaper buat kakak, aku pusing banget semuanya kaya muter gitu" jelasku.


Setelah mendengar ceritaku, dia malah memutar arah mobilnya dan tanpa berbicara langsung mengubah arah tujuannya.


"Bukannya kosan kakak ke arah sana?" tanyaku.


Dia tidak menjawab dan terus saja menyetir...


"Kak!!" teriakku.


"Kita mau kemana dulu?"


"Kak ihhhhh"


"Ke rumah sakit" jawabnya dengan ekspresi seperti orang marah.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌻II🌻II🌻II🌻II🌻II🌻II🌻II🌻II🌻II🌻


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sesampainya dirumah sakit...


Dia tidak mengajakku berbicara, malah langsung saja membukakan pintu dan menggiring tanganku untuk masuk kedalam.


"Kak, aku gak apa-apa ko" kataku.


Tapi dia masih saja tidak menghiraukanku.


"Kak, balik lagi yu? liat antri gitu nanti aja ya kita kerumah sakitnya" kataku.

__ADS_1


"Kak, udah dong jangan marah. Emang aku salah apa?" tanyaku keheranan.


"Nanti setelah aku tahu kamu kenapa, baru kamu boleh ngobrol lagi sama aku" jawabnya.


__ADS_2