
"Pruk pruk pruk" suara barang berjatuhan kedalam troli tepat disebelahku.
"Wey? lagi belanja juga?" tanyaku pertama kali setelah melihat ternyata Gian juga sedang berbelanja.
"Raina? disini juga belanjanya" sahutnya sambil terlihat kaget.
"Iyanih diajakin Hanifa" jawabku.
"Hmm mana mereka?" tanya Gian.
"Nyebar kali, gatau deh pada dimana haha" jawabku
Akupun berjalan perlahan menuju rak yang menyimpan snack happypos kesukaanku.
"Ah diatas, harus jinjit" gerutuku sambil mengjinjitkan kakiku.
Saat aku sudah berhasil meraih snacknya, tumpuan kakiku agak salah dan malah tepat diantara roda troli. Akhirnya, karena aku susah memposisikan kakiku akupun terpeleset dan jatuh.
"Aw" teriakku karena panggul dan tumitku kesakitan.
Gian yang masih ada di koridor yang sama denganku, berlari kearahku dan membantuku bangkit.
"Rain, gimana bisa gini sih?" tanyanya.
"Haha aku mau ngambil happypos di rak paling atas, eh malah jatoh" jawabku.
"Kenapa gak minta tolong?" tanyanya lagi.
"Ih, udah terlanjur jatuh juga" gerutuku.
__ADS_1
Akupun meraih tangan Gian, mencoba untuk kembali berdiri tapi ternyata kakiku malah keram. Mungkin juga faktor semalam ketiduran di sofa kecil yang membuatku tanpa sadar menekuk lama kakiku selama tidur.
"Kram? apa gimana kerasanya?" tanya Gian.
"Sakit, gak bisa berdiri" jawabku sambil ketakutan.
Maklumlah, aku memiliki banyak trauma masalah keseleo, kesemutan sampe kram begini. Aku sangat tidak nyaman ketika kakiku mengalami cedera sedikit saja, karena gerakanku jadi terbatas.
"Telpon Hanifa ya, biar mereka tau keadaan kamu" kata Gian.
"Jangan kasian, lagian kita kan baru beberapa menit yang lalu belanjanya. Kita juga gak punya waktu buat belanja lagi. Kasihan mereka kalau aku gangguin, mending aku nunggu mereka dikursi deket penitipan barang aja" jelasku.
"Yaudah ayo, aku gendong!" ajak Gian.
"Jangan jangan!! Gak usah!!! aku bisa jalan sendiri ko biar pelan juga haha" jawabku sambil mencoba berjalan sedikit demi sedikit.
Baru beberapa langkah saja, Gian langsung berinisiatif menggendongku di belakang punggungnya. Semua terjadi begitu saja, tanpa sedikitpun aba-aba.
Gian malah tidak menggubris perkataanku, dia terus menggendongku sampai ke tempat penitipan barang.
"Huah, akhirnya" katanya seolah lega setelah menghempaskan badanku ke kursi.
"Udah aku bilang, aku berat kan?" ledekku.
"Sini buku catetannya, ini daftar barang yang kamu mau beli kan?" tanyanya sambil mengambil notes kecilku.
"Iya" jawabku.
"Yaudah, tunggu disini! aku aja yang belanja" katanya sambil meninggalkanku.
__ADS_1
Akupun serba salah saat itu, akhirnya aku pasrah dan memutuskan untuk duduk manis sambil menunggu Hanuka datang dan Gian berhasil membelikan barang-barang untukku.
"Raina??? udah belanjanya??" tanya Hanifa sambil mendorong trolinya yang hampir penuh.
"Aku jatoh keseleo kayanya, jadi aku gak jadi belanjanya" jawabku.
"Hah? mana yang sakit? terus kamu disini dari kapan? kenapa gak telpon aku sih?" tanyanya dengan wajah cemas.
"Panggul sama tumit aku sakit, kaku digerakkin" jawabku sambil menunjuk kearah kakiku yang sakit.
"Aku ada kali disini setengah jam lebih haha tadinya aku mau nelpon kalian tapi kasian takutnya kalian belum beres belanjanya" jelasku.
"Raina... raina... yaudah aku telpon Arika sama Nunu deh biar nanti kita anter kamu ke pak Ibun ya?" kata Hanifa.
"Iya deh" jawabku pasrah.
"Eh tapi tungguin Gian dulu, tadi soalnya dia yang nolongin aku terus katanya dia juga mau belanjain barang aku" jelasku.
"Gian disini juga? oh pantes tadi aku ketemu Nirwan juga disana" jawab Hanifa sambil menunjuk arah koridor kanan tempat dia bertemu dengan Nirwan sahabat Gian.
"Hmm yaudah kita tunggu mereka berdua deh biar bareng-bareng ya?" kataku.
"Okedeh, sekalian nanti kita tanya si Gian soal pembagian lokasi ya kita nego biar kita berdua nanti satu jeep" kata Hanifa.
"Jeep?" tanyaku keheranan.
"Iya katanya nanti disana kita dibagi lagi jadi kelompok kecil tau, satu kelompok 7 orang nah 4 cewek 3 cowok buat dimobil juga" jelas Hanifa.
"Hmmm yaudah minta aja sama Gian haha tapi kamu yang bilang ya?" kataku.
__ADS_1
"Ko aku lebih yakin dia bakal nurut sama kamu hahaha" ledek Hanifa.