Kuliah Atau Kuli Ah?

Kuliah Atau Kuli Ah?
Hari Jadi Andreas part II


__ADS_3

Ketiga sahabatkupun menunggu diluar bersama kak Dhika dan Kak Dhoni, sementara aku menunggu didalam kamar. Kamar sudah dikunci oleh Kak Dhika, yang ternyata saat itu meminta duplikat kuncinya pada kak Andreas dengan tujuan numpang tidur karena alasan kosannya sedang direnovasi.


Selang beberapa saat, aku merasa ada suara langkah kaki yang mendekat dan tak lama pintupun seperti dibuka dari luar. Jantungku berdegup sangat kencang, keringat dingin mulai menyeruak dari sekujur tubuhku. "Perasaan macam apa ini? Bukannya aku cuma mau kasih kue ke orang yang ulang tahun kan?" batinku.


Sesaat setelah suara klakson motor dibunyikan, sebagai tanda aku harus keluar dari balik kamar mandi sudah dilakukan oleh kak Dhika. Aku segera membuka pintu kamar mandi dan....


"Happy birthday Kak!!!!" teriakku diikuti oleh ketiga sahabatku yang masuk bersamaan dengan teman-teman kak Andreas yang entah berdatangan dari mana.


Andreas terlihat kaget dan tidak menyangka bahwa ulangtahunnya akan dirayakan saat itu.


"De? Kamu bukannya?"....tanyanya keheranan.


"Hahaha maaf ya itu idenya kak Dhika buat prank kakak supaya cepet pulang" jawabku.


"Tiup lilinnya dong bro jangan lupa make a wish dulu" kata Kak Dhoni.


Andreaspun memejamkan mata saat itu juga, mulutnya memang diam tapi terlihat dengan jelas bahwa dia sedang mengajukan permohonan paling istimewa di hari ulang tahunnya ini.


Aku jadi terbawa suasana, tanpa sadar aku ikut memejamkan mataku. Tanpa mendengar sepatah katapun isi doa dari kak Andreas, aku mengaamiini dengan lancarnya. Seolah saat itu aku tahu apa permintaannya.


"Tiup lilinnya....tiup lilinnyaaa" sorak sorai semua yang hadir saat itu.


Kamar kos Andreas cukup luas, tapi rasanya sangat sempit saat semua orang hadir memberikan selamatnya.


"Fuuuh" dalam satu kali tiupan semua lilin padam.


Aku jadi salah tingkah sekarang, apa yang harus aku lakukan dihadapan Andreas setelah ini? Bagaimana aku bisa menjelaskan alasan mengapa aku mau ikut serta merayakan ulang tahunnya? Huhhhh sahabatku yang lain sih malah enak-enakan makan cemilan dan mengobrol sama kakak tingkat yang lain. Mentang-mentang cantik-cantik, lepas dikit banyak yang ngerumunin" gerutuku.


"Kak selamat ya? Haha aku gak tau loh kakak lahir di bulan yang sama sama aku kita beda beberapa hari doang" kataku.


"Makasih de, oh ya? Emang kamu tanggal berapa?" tanyanya.


"Rahasia hehe" jawabku sambil tersenyum.

__ADS_1


Andreas mengambil kuenya dari tanganku, memotong setiap bagian kuenya dengan rata. Kuenya cukup besar dan rasa krimnya juga enak. Aku jadi mau juga ikutan memakannnya.


"Yas, ayo lo potongan pertamanya mau dikasih ke siapa sekarang? Jangan lu kasih ke gua ya? Gua udah enek dua tahun ini dapet potongan pertama kue dari lu hahaha" gerutu kak Dhika.


Semua yang hadir disitu larut dalam tawa mendengarnya.


Aku sih gak berharap kalau potongan pertamanya buatku, setidaknya aku sadar diri hahaha. Aku ini kan cuma adik tingkatnya yang baru dia kenal beberapa bulan kebelakang.


"Buat kamu de!"


Kue potongan pertamanya ternyata buatku, sontak saja aku kaget dan tidak tahu harus berbuat apa. Sahabat-sahabatku terlihat tersenyum seolah merasa bahagia melihat sahabatnya yang lain mendapat potongan kue pertama dari seorang teman laki-laki.


"Serius buat aku?" tanyaku keheranan.


"Yaelah kaku amat yas, suapin kali masa dikasihin doang" ledek ka Dhika.


"Iya kak, suapin dong Rainanya hahahahaha" tambah Hanifa.


Ketika aku hendak mengambil garfu kecil di tangan Andreas, secepat mungkin Andreas menggunakan garfu kecil itu untuk memotong kue yang ada di tanganku dan menyuapkannya padaku.


"Nih aaaaa" katanya sambil ikut-ikutan membuka mulutnya.


Suasana semakin gaduh saat itu, suara kamera orang-orang yang mengambil gambar pun tak kalah berisik.


Setelah itu, Andreas pun bergabung dengan teman-temannya di luar kamar. Aku dan ketiga sahabatku duduk-duduk diruang tengah sambil ngemil.


Kak Dhikapun mendatangi kami dan mengucapkan terima kasih karena kami berempat sudah membantunya.


"Thanks ya dede-dede unyuku sudah mensukseskan acara ini hahahaha memang ya kalo yang dateng idola-idola di jurusan pasti acara langsung rame hahahaha" katanya sambil tertawa terbahak.


"Sama-sama kak" jawab kami berempat kompakan.


"Rain, kasihin gih kadonya ke kak Andreas abis itu kita pulang soalnya jam 8 kan kita mau nonton?" kata Hanifa.

__ADS_1


"Ah iya Rain gih kasihin cepet" tambah Arika.


"Oya sekalian ngambil bahan buat produksi tas selanjutnya juga kan gengs?" tanya Nunu.


"Iya nu, akhirnya ya setelah sekian lama itu canvas ada lagi wkwkwk" jawab Hanifa.


Akupun segera mengambil kadoku yang kuletakan di totebag. Aku berniat memanggil kak Andreas, tapi belum sempat kupanggilpun dia sudah menyadari keberadaanku.


"Kak, aku ada perlu sebentar!" kataku.


"Iya de... " jawabnya.


"Aku sama temen-temenku mau pamit duluan ya, soalnya ada acara nonton sama mau ngambil canvas bahan buat totebag jualan haha... Oh ya ini aku ada sesuatu buat kakak, tapi gak seberapa bagus sih. Cuman ya semoga aja kakak suka?" jelasku.


"De, repot-repot banget sih pake dibeliin kado segala. Dengan kamu dateng pun kakak udah seneng dan berterimakasih banget" jawabnya.


"Gak papa kak, ini kan beneran dari aku khusus buat kakak. Aku juga pilih sendiri loh hahaha maaf kalo gak sesuai selera kakak!" kataku.


"De, sabtu ini aku ada penelitian ke Boscha. Kalau kamu mau kamu bisa ikut?


Yaa emang survey biasa sih, tapi aku kayanya bakal sendirian. Si Dhika ada acara soalnya, ya itung-itung ngajakin kamu maen? Gimana?" katanya.


(Andreas ngajakin aku maen? Ke boscha? Survey? Duh aku ko jadi gak karuan gini ya, aku harus jawab apa?)


"Oh nanti deh kak, aku kabarin ya kalau aku gak ada acara hehe" jawabku.


"Kalo gak bisa sih gak apa-apa" katanya dengan ekspresi yang suram.


"Pokonya nanti aku kabarin kakak, yaudah ya aku sama yang lain pamit sekali lagi selamat ya kak... Semoga kakak dapetin apapun yang kakak mau di tahun ini! Yang terbaik juga buat kakak!" pungkasku.


"Pasti de! Aamiin!!!" jawabnya.


Kami berempatpun segera masuk ke mobil Hanifa untuk berangkat menuju pabrik pembuatan bahan canvas.

__ADS_1


__ADS_2