Kuliah Atau Kuli Ah?

Kuliah Atau Kuli Ah?
Hari-hari baru


__ADS_3

Dia duduk di sofa spot favoritnya biasa. Aku mencoba bersikap senormal mungkin tanpa memperhatikan gerakan matanya yang terus memburu wajahku.


"Sayang" katanya sambil diikuti helaan nafasnya yang panjang.


Aku mendiamkannya, hanya mengangkat sedikit wajahku sebagai tanda bahwa aku mendengarkan perkataannya.


"Aku tadi ketemu temen SMA-ku, sebentar doang cuma buat say hai" jelasnya.


"Oh" balasku.


Dia menyadari perbedaan tingkah lakuku, sehingga langsung beranjak dan duduk tepat disampingku. Kedua tangannya lalu meraih tanganku.


"Namanya Ruri, dia sahabat aku banget" katanya dengan nada suara yang sedikit memelan.


"Iya tahu" balasku.


Aku benar-benar tidak ingin berdebat dengannya, menanyakan bagaimana hubungan dan pertemuan sebenarnya dengan Ruri atau bahkan mengorek-ngorek masa lalunya. Aku hanya ingin, dia jujur padaku jika sedang melakukan sesuatu. Itu saja.


"Sayang, kamu marah?" tanyanya.


Aku beranjak dan mengabaikan pertanyaan terakhirnya sambil mencoba mengubah topik pembicaraan kami.


"Kakak udah makan? Aku buatin makanan ya" kataku.


Dia memelukku dari belakang, tubuhku yang kecil serasa tenggelam dalam dekapannya. Aku merasa kehangatan menjalar di seluruh tubuhku. Ketakutan tentang kehilangannya seketika menguap bersama dengan hembusan nafasnya yang terasa di telingaku.


Aku mulai luluh dan merasa bahwa tidak sepantasnya aku mendiamkannya.


"Ruri itu siapa? Kenapa kakak sampe bohong sama aku cuma buat nemuin dia?" tanyaku.

__ADS_1


Aku membalikan badanku dan mencoba menatap lurus ke wajahnya yang pucat pasi karena takut kumarahi itu.


"Duduk yu sayang, aku jelasin dari satu sampe sepuluh biar gak ada salah paham diantara kita" jelasnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setengah jam berlalu, segala sesuatu tentang Ruri sudah dia ceritakan. Perlahan membuka pikiranku tentang sosoknya yang memang sewajarnya saja disukai oleh kak Iyas.


"Udah ya sayang, gak ada salah paham lagi kan?" tanyanya.


"Tumben-tumbennya panggil sayang dari tadi, takut aku marah ya?" ledekku.


"Kamu kan jarang marah, sekalinya marah kamu diemin akunya lama dan serem sih.. Makanya aku takut kamu gak mau dengerin penjelasan aku" jawabnya.


Seketika aku tersenyum mendengar penjelasannya. Menyadari betapa sulitnya dia menghadapi sifatku yang satu itu.


"Buatin mie instan pake telor mau gak?" tanyaku.


"Boleh sayang" jawabnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


*Ketika kita takut kehilangan..


Saat itu juga tertanam perasaan dan kenangan...

__ADS_1


Menggenang bersama harapan-harapan..


Yang tumbuh seiring waktu yang berjalan...


Aku menyukaimu melebihi suka pada diriku sendiri...


Kamu lebih dari candu yang memabukkan...


Entah suka atau tidak suka...


Aku tidak suka kamu menatap yang lain..


Apalagi hanya serpihan masa lalumu..


Akulah masa depanmu..


Bersamaku nanti kamu akan kucintai...


Lebih dari sepenuh hati*..


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tiga bulan berlalu....


Kampus sudah penuh dengan hiruk pikuk mahasiswa tingkat akhir yang kejar deadline menyelesaikan proposal seminar. Begitupula teman-temanku. Satu persatu dari angkatanku, mulai hilang dan tenggelam dengan ambisi pribadi untuk lulus lebih cepat dari waktunya.


Aku dan ketiga sahabatku yang lain, tidak ingin terburu-buru. Lebih tepatnya, kami mulai tidak bisa membagi waktu antara berwirausaha dan mengejar deadline proposal seminar. Kebanyakan waktu kami dihabiskan untuk membeli bahan baku dan berjualan.


Tugas kuliah beserta segala kepentingan kelas lainnya menjadi agak terabaikan. Sayangnya, dimasa-masa sekarang ini kami berempat lebih sering cekcok dan tidak akur. Sesekali kami mengalami gesekan dan harus saling tidak tegur sapa seharian penuh hanya karena salah satu dari kami membuat kesalahan.

__ADS_1


"Fa, jangan lu dong yang ngatur terus. Sesekali lu kasih kesempatan ke yang lain buat jadi leader kalo ada acara festival dan kita buka booth. Cape gue lama-lama sama sifat lu yang terlalu ambis" teriak Nunu dari dalam kamar kosnya.


__ADS_2