Kuliah Atau Kuli Ah?

Kuliah Atau Kuli Ah?
Aku kecewa


__ADS_3

Aku juga kesal sekali karena aku susah payah merapikan barang berkali-kali dan harus bongkar pasang lagi.


"Kalo ngasih tau tuh jangan tanggung dong" gerutuku dalam hati.


Ketika semua mahasiswa sedang sibuk merapikan barang hujan deras turun tanpa aba-aba.


"Cari tempat berteduh" teriak Andreas.


Barang-barangku masih berantakan dan berserakan di lapangan tapi semua anggota kelompokku sudah berlari ke tepian lapangan untuk berteduh.


Andreas kemudian lari ke arahku dan membantuku merapikan barang-barang "Kamu jangan down ya harus semangat" bisiknya.


Dalam hati aku cuman bilang "ngapain aku semangat banget? Aku emang tau ini skenario tapi aku ga nyangka juga kalau semuanya bakal serumit ini dan dia masih bisa-bisanya ngasih semangat kek gitu menurutku lebih baik aku ngga tau kalau ini skenario supaya aku nggak berekspetasi berlebihan begini dan aku sempet mikir Andreas begitu demi bantuin aku tapi apa sekarang? Aku malah dibuat makin ribet gini".


Semua ketua kelompok dipanggil ke aula untuk diskusi bersama komdis tentang apakah kegiatan bisa dilanjutkan hari ini atau kita batal berangkat dan harus menunggu esok hari.


Jokopun pamit pada kami untuk pergi diskusi namun sebelum itu aku bilang ke Joko "Kamu gak usah banyak berargumen dan buang tenaga untuk minta berangkat hari ini, karena mereka mati-matian pingin berangkat besok kayanya dan ini semua cuma bagian dari film pendek yang mau mereka mainkan" bisikku.


Joko langsung paham maksud perkataanku dan berlalu menuju Aula.


30 menit kemudian.....

__ADS_1


Joko dan ketua kelompok yang lain akhirnya keluar dari Aula dan berkumpul bersama kami,


"kita berangkat besok shubuh katanya tadi Hanung, Nirwan dan anak-anak yang lain bersikeras minta berangkat hari ini karena tanggung udah cape dari pagi tapi mereka dengan segala argumennya bilang mana bisa kita berangkat kalo semua perlengkapan kita basah dan berantakan begini" jelas Joko.


Akusih sudah tidak aneh dengan penjelasannya, secara Andreas dkk pasti sudah merencanakan ini matang-matang. Mereka mana mungkin bisa digoyahkan sekeras apapun kami mencoba melawan.


Mereka mencoba mengetes mental kami. "Welcome to the jungle" begitu kata Lisa yang sudah kehabisan kata-kata karena kelelahan membereskan barangnya secara terus-menerus.


"Yang cewe mau nginep dikosan siapa? Kalian gamungkin pulang kan dalam keadaan gini?" tanya Joko.


"Iya ko kita nginep di kosan yang paling deket ke kampus aja supaya kita gak telat nanti shubuh" jawab Lisa.


Sesampainya di kosan Rara, aku izin tidur sebentar karena kepalaku pusing sekali dari tadi sore hanya saja aku tahan karena gak mungkin meninggalkan barisan.


"Na kamu gak fit bener ya? Mending kita ke klinik yu biar dapet vitamin dan kamu agak enakan" ajak Lisa.


Aku hanya bilang ke Lisa kalo aku akan membaik kalau sudah tidur dan minum obat pereda pusing yang dibekalkan Ibu.


Saat aku hendak menyandarkan kepalaku di bantal, handphoneku berdering "Kak Andre" menelponku.


Semua teman-temanku yang sedang melamun jadi gaduh dan berisik "huaa huaa dia ditelpon komdis haha" seru Rara yang paling berisik.

__ADS_1


Akupun sengaja menyalakan spiker supaya semua teman-temanku bisa mendengar apa yang dikatakan Andreas.


"Kamu nginep dimana de? Jangan jauh-jauh dari kampus ya soalnya jam 3 shubuh udah harus kumpul dan jangan makan aneh-aneh dulu" kata Andreas.


"Urusan aku mau nginep dimana bukan urusan kakak juga lagian kakak begini terus apa untungnya sih? Aku tetep gasuka kakak main peran kaya gitu!" jawabku.


"Udah aku bilang kamu jangan terlalu nganggap semua omongan aku tadi apalagi dimasukin ke hati karena tadi tuh aku emang dituntut kaya gitu" jawab Andreas lagi.


"Aku gak usah dijelasin juga ngerti dan sekarang mending kakak gak usah ngasih tau aku tentang apapun yang kakak tau karena aku taupun semua gak ngebantu aku dan aku gak tau pun kondisinya sama aja buat aku" tegasku.


"De kamu jangan gini dong jangan buat aku serba salah"...


Tututtututttttt sambungan telpon terputus... Aku mematikan telponnya karena aku benar-benar gak mau memperpanjang cerita dengan Andreas. Lisa dan Rara mengerti kalau aku kesel.


Rara cuman bilang "sabar bu" sementara yang lain cuma ketawa-ketawa aja dan kepo "kamu sama kak andreas ada apa?" tapi aku sih cuman jawab "gak ada".


Malam itu kami hanya habiskan untuk latihan pentas yang akan kami tampilkan di malam api unggun nanti dan sesekali kami ngobrol tentang geng singkong itu yang tergila-gila pada Andreas dan Lingga.... HAHAHAHA kalau ada Hanifa dan Arika pasti mereka seneng sih ngegosip begini...


Pikiranku kemudian terbang entah kemana karena yang ada cuma Andreas dan Andreas, setiap perkataan Andreas punya arti tersendiri di ingatanku "gak tau kenapa aku ngerasa Andreas itu tulus ke aku tapi kadang-kadang".


Semenjak malam itu aku berkomitmen pada diriku sendiri untuk jaga jarak dari Andreas karena aku nantinya akan sering bertemu dengan Geng Singkong yang takutnya akan menyulitkanku selama perkuliahan "aku mending cari aman deh".

__ADS_1


__ADS_2