
Aku segera memakai helm dan jaket untuk bersiap mengendarai motor menuju rumah, sampai aku lihat Gian berlari menuju ke arahku dan berkata "Na mau kemana? Pulang sendiri jam segini?" tanyanya. Lalu kami terlibat obrolan singkat setelah itu aku pergi....
Tidurku dirumah mana bisa nyenyak? dengan durasi yang terbatas, aku hanya bisa membereskan perlengkapan untuk acara besok dan sesekali aku menelpon teman-temanku untuk memastikan apa ada barang yang belum lengkap.
Hingga salah satu notifikasi muncul "tenang aja na kalo masih ada yg belum lengkap kamu bisa cari besok hari ini kita cuma skenario aja ko berangkat fixnya besok shubuh" kata Kak Andreas.
Skenario???? Aku boleh gak yah menyebarkan pesan ini ke temen-temen?? Apa harus aku pendem sendiri?? Hah pusing ah" batinku. Hatiku merasa agak tenang setelah menerima pesan dari Andreas.
Setelahnya aku menelpon Andreas dan agak basa-basi bilang "maafin ya kak kayanya semalem kakak terbebani sama perkataan aku sampe kakak harus bongkar rahasia ini" kataku.
"Ah gapapa de lagian aku udah biasa dibilang begitu tapi kata-kata kamu semalem emang ngena di aku" jawabnya.
Semalam memang aku bilang ke Andreas "inisih gara-gara kalian kakak tingkat yang mengada-ngada barang barang aneh mending kalau maru punya uang buat beli kasian kan yang pas-pasan" kurang lebih seperti itulah yang aku bilang.
Andreas hanya menatapku dan tanpa kata pergi berlalu.
__ADS_1
Aku sampai di kampus dengan santainya dan berjalan menuju kerumunan teman-teman yang terlihat sibuk mempersiapkan tenda dan segalanya.
Kelompokku memang sudah komplit dan semua daftar barang juga sudah terpenuhi. Tidak lama Andreas datang dengan pita merah yang semakin hari semakin besar saja menempel di lengan kirinya.
"Cek perlengkapan kalian satu-satu kalau ada yang belum komplit baris didepan" teriaknya.
Beruntunglah kelompokku komplit semua hanya ada beberapa saja yang belum komplit tapi bukan barang utama jadi kami masih aman.
"kalian kelompok yang aman komplit sendiri kalian ga bantuin kelompok lain yang masih kurang?" tanya kak Lingga sambil menunjuk ke arah kami.
"rese sih pikirin kelompok sendiri aja susah apalagi mikirin kelompok orang kan?" pikirku.
Beberapa kelompok yang masih belum komplit perlengkapannya diperbolehkan untuk mencari dan memenuhi list barang mereka, sementara yang sudah komplit diperbolehkan istirahat sejenak dan membereskan lagi semuanya.
"Na, aku sama Putra mau nyari dulu gergaji besi ya siapa tau disana butuh" kata Joko.
__ADS_1
Akupun mengiyakan, sementara Lisa dan yang lainnya berusaha merapikan perlengkapan memasak kami. Aku bagian mengumpulkan bahan makanannya dan memasukannya kedalam kantong kresek.
"Na kamu bawa obat kan?" tanya Lisa.
"Ngga bukan obat sih penambah darah gitu paling aku bawa" jawabku.
Kamipun bercakap-cakap santai sambil menunggu pukul 5 sore karena kata Andreas kami harus sudah berkumpul kembali di lapangan tepat pukul 5.
.
Skenario yang dikatakan Andreas benar.....
Andreas dan tim komdisnya meminta kami membongkar semua isi tas kami dan menyuruh kami untuk memasangkan pita berwarna sesuai kelompok masing-masing per'itemnya.
"Anj**** ngerjain kita ini namanya" gerutu Joko sambil terlihat kesal.
__ADS_1
Joko dan Putra sudah susah payah membereskan tenda dan melipatnya dengan rapi supaya bisa dimasukkan ke tas jinjing. Belum lagi rangka besinya yang sudah diikat sedemikian rupa, mereka benar-benar membuat kami kesal....