Kuliah Atau Kuli Ah?

Kuliah Atau Kuli Ah?
Kangen


__ADS_3

Malam perayaan Ulang Tahun kak Dhika....


"Rain, tolong ya nitip kak Dhika bentar disitu tahan gitu soalnya aku masih dijalan sama Papa dan Mamanya" kata Hanifa memintaku membujuk kak Dhika untuk tetap menunggu dicafe.


"Iya, aku sama Nunu sama Arika juga nahan dia sebisa kita ko tenang aja" jawabku.


Sudah hampir setengah jam yang lalu, aku Nunu Arika dan kak Dhika menunggu di Four Season dengan alasan Hanifa masih dijalan karena ban mobilnya bocor. Kak Dhika sama sekali tidak tahu, bahwa Papa dan Mamanya akan datang memberikan kejutan.


Sejak kak Dhika sibuk bekerja, menurut Hanifa Mamanya kak Dhika sering sekali menelpon Hanifa untuk menanyakan kondisi anaknya. Mungkin karena kak Dhika tumbuh dengan cepat, Mamanya merasa kehilangan.


Hanifa memanfaatkan moment langka ini untuk mempertemukan Papa Mamanya kak Dhika dengan anak satu-satunya itu.


"Na, Hanifa ko lama banget?" bisik Nunu.


"Macet katanya di pintu keluar tol" jawabku.


"Sabar sih nu, mending lu makan tuh biar gak berisik" kata Arika.


"Dih, gue tuh lagi nunggu orang" kata Nunu.


"Siapa Nu gian?" tanyaku sambil meledeknya.


"Ciyeee udah diajakin kemana-mana?" sahut Arika.


"Apaansih, kan emang Hanifa sendiri yang ngajak Gian ikut ya dia datenglah" ngeles Nunu.


"Lagian nanti si Gian kesini sama Nirwan ko ka hahaha jadi lu ada temen" ledek Nunu.


"Apaan sih Nu bawa-bawa Nirwan segala" sahut Arika agak salah tingkah.


Tadi pagi sebelum berangkat ke kampus dan sibuk dengan persiapan surprise, aku sempat menelpon Andreas dan menceritakan rencana kami untuk ulang tahun kak Dhika malam ini tapi dia cuma bilang "titip salam ke Dhika ya, nanti kado nyusul gitu"....


Padahal sebenarnya, aku berharap saat ini Andreas ada diantara kami. Kak Dhika kan sudah seperti bayangannya dulu, mereka hampir tidak pernah terpisahkan. Eh sekarang setelah sibuk bekerja, mereka seperti punya dunianya masing-masing.


"Nu, Hanifa nelpon nih katanya kamu minta pelayan reserv tartnya sekarang soalnya dia udah nunggu diluar" bisikku.


"Oke, tunggu aku ke kasir sekalian jemput Gian" jawabnya.


Akupun memanggil kak Dhika yang sedari tadi asyik mengetik sesuatu di laptopnya untuk duduk disebelahku.


"Kak, duduk sini yu? aku ada yang mau ditanyain" kataku.


"Apaan sih bentar" jawabnya sambil membawa laptopnya ke mejaku.


Seketika saja lampu di room yang kami pesan mati, lalu dari arah pintu tiba-tiba ada lilin-lilin dari kue tart yang menyala berwarna-warni terang terlihat dengan indahnya.


"Selamat Ulang Tahun"


"Selamat Ulang Tahun"


"Semoga panjang umur kakak"


"Happy Birthday to you!!!"


Suara Hanifa, kedua orang tuanya kak Dhika, Nunu, Gian dan Nirwanpun terdengar disekeliling ruangan.


Kak Dhika terlihat kaget melihat Papa Mamanya berdiri dihadapannya sekarang sembari membawa kue tart dan kado spesial.


Kulirik, mata kak Dhika berkaca-kaca seperti hendak menangis.


"Papa, Mama ko bisa sama Nifa?" tanya Kak Dhika kaget.


"Iya bisa lah, kan aku yang minta haha jadi Papa sama Mamanya kakak dateng ke Bandung" jawab Hanifa bersemangat.


Kedua orang tua yang terlihat bahagia bercampur haru itupun memeluk anaknya dan larut dalam kebahagiaan, tak lama Kak Dhika juga memeluk Hanifa dan mengecup keningnya seraya berkata "Makasih fa, kamu udah bawa Papa sama Mama kesini"....


Hanifa tidak bisa menyembunyikan tangisan harunya kali ini, dia dan Kak Dhika sama-sama hampir menangis.


"Udah ah meloownya, gimana kalau sekarang kita potong kue" kata Nunu merusak suasana.


"Heuh, makan aja lu dari tadi pikirannya" sahut Arika.


"Iya kak, ayo potong kuenya" sahut Hanifa.


Setelah selesai makan kue bersama, tiba-tiba saja mereka duduk berkelompok dan asyik dengan pasangannya masing-masing.


Om dan Tante sibuk mengobrol dengan Hanifa dan kak Dhika, Nunu asyik ketawa-ketiwi dengan Gian sementara Arika terlihat semakin nyaman berduaan dengan Nirwan.


"Yaah, jadi kacang goreng deh" gumamku.


Akupun pamit ke toilet pada Hanifa dengan alasan merapikan rambut.


"Raina" panggil seseorang didepan toilet.


"Eh Fasya" sahutku sambil melambaikan tangan.


"Kamu nongkrong disini juga?" tanyanya.


"Nggak haha, kebetulan aja ada acara disini. Lah kamu ngapain?" tanyaku.


"Biasa disini sih kalau nugas dan kumpul, enak makanannya sama full wifi kenceng" jawabnya sambil tertawa.


"Hmm hahaha, eh iya giman ya stand itu aku belum punya pilihan nomor berapa yang mau aku sewa" kataku.


"Oh ya, kebetulan aku udah bawa daftar nama penyewa sama jenis dagangannya. Kalau mau kamu bisa liat ke meja aku kebetulan kita lagi ada kumpul juga bahas bazzarnya" ajak Fasya.


"Boleh, dimana meja kamu? nanti aku ke meja kamu abis acara aku selesai. Kamu masih lama?" tanyaku.


"Masih, boleh tuh table 4 ya" katanya sambil menunjuk kumpulan teman-temannya.


Sehabis dari toilet, aku bilang pada Hanifa kalau Fasya ada di cafe yang sama dengan kami dan dia mengajakku meeting sebentar untuk menentukan stand sewaan.


"Gapapa ko aku sendiri, kalau pulang gampanglah kalian duluan aja ntar aku bisa pake ojek online" kataku.

__ADS_1


"Beneran? udah malem loh" kata Hanifa agak cemas.


"Janganlah, besok aja meetingnya di kampus ya dek lagian kan masih ada hari esok" kata kak Dhika.


"Gapapa ka, mumpung merekanya lagi meeting juga" kataku.


"Yaudah boleh tapi kabarin ya" kata Hanifa.


Akupun segera ke meja Fasya dan bergabung dengan mereka.


"Wah rasanya kemajuanku pesat ya, padahal dulu boro-boro mau gabung sama anak beda jurusan kaya gini rasanya mau nanya temen sekelas aja canggung" gumamku.


Fasya memintaku duduk disebelahnya, lalu mengenalkanku sebagai teman SMPnya.


"Dulu kita sekelas di tempat lesan villa biru" kata Fasya saat temannya menanyainya tentangku.


"Anak geo cantik-cantik ya, Hanifa tuh yang suka masuk hitskampus gila cantik banget" kata salah satu teman Fasya.


"Iya bener sahabat-sahabatnya juga cantik tau, gue follow stagram mereka" sahut yang lainnya.


"Lah iya si Raina ini salah satu dari mereka" kata Fasya sambil tertawa.


"Pantesan haha" jawab yang lainnya.


Akupun tanpa sadar berbaur dengan semua teman Fasya dan bertukar pikiran sesekali tentang pelaksanaan Orientasi jurusan.


Hingga tak terasa sudah pukul 11 malam...


"Fasya, aku pulang duluan ya? oya untuk dp sewanya paling besok aku ke prodi kamu" kataku.


"Lah, bawa motor sendiri emang?" tanyanya.


"Gak, palingan pesen online" kataku.


"Jangan, rumah kamu masih di daerah Puri Teratai kan?" tanyanya.


"Masih ko, kenapa emang?" tanyaku.


"Aku anterin aja, kita juga udah mau beres kan guys?" katanya.


"Iya raina, jangan sendirian ah udah malem lagian kan lumayan ke teratai jauh dari sini" kata Ahmad temannya.


"Beneran gak papa, aku sendiri aja ih" kataku keukeuh.


"Gak boleh ah, udah tunggu aku beres-beres sekarang ko beneran" katanya sambil membereskan isi tasnya.


Akhirnya, Fasya mengantarkanku pulang...


Di perjalanan, Fasya bilang bahwa aku tidak berubah sedikitpun dari sejak masih les bersamanya dulu.


"Aku berubah gak?" tanyanya.


"Aku gak tau, kayanya dulu kamu kurus banget kan?" jawabku.


Rasanya sudah lama sejak naik motor malam hari terakhir kalinya, sensasi angin malam menusuk kembali sela-sela tubuhku dan seperti membawa semilir wangi khas seseorang yang sedang kurindukan saat ini.


"Kakak lagi apa ya disana sekarang?" pikirku.


"Weey ngelamun hahaha, gimana kalau makan wedang ronde dulu yu? di sebelah situ tuh" ajaknya.


"Bolehlah" jawabku.


Saat itu aku pikir karena hatiku gelisah terus tidak ada salahnya aku menghabiskan waktu diluar. Nanti akan aku ceritakan pada Andreas, kemana saja aku pergi hari ini.


Sesampainya dirumah....


"Malam amat pulangnya teh, dari mana?" tanya Ayah.


"Abis ngerayain ultahnya kak Dhika, terua tadi ketemu sama Fasya temen se'lesan di villa biru dulu yah" kataku.


"Oh Fasya yang kurus itu?" tanya Ayah.


"Iya bener, Ayah inget ya?" kataku.


"Inget, soalnya Bapaknya kan dulu suka ronda bareng Ayah" jawab Ayah.


"Hah? emang rumahnya Fasya dimana?" tanyaku


"Lah, itu di Teratai Raya diatas komplek kita" jawab Ayah.


"Pantesan tadi dia mau nganterin aku pulang, lah dia aja pulangnya ke sini" kataku.


Saking lelahnya, aku bergegas cuci muka karena malas mandi dan langsung berganti pakaian.


"Drrrrtrrrrtttttrrrrttttt"


Ponselku bergetar....


"Langsung istirahat ya, maaf jadi ikut pulang malem- Fasya"


"Iya gapapa, makasih ya udah anter pulang. Aku baru tau rumah kamu diatas. Jangan bilang kamu nganterin aku pulang karna deketan hahaha"


"Yah gitu sih sebenernya sekalian pulang juga. Yaudah tidur sana udah malem, besok bayar dp sewanya ditunggu hoho"


"Oke thx"


Keesokan harinya dikampus....


"Fa, Fasya minta uang dp nya sekarang" kataku.


"Yaudah, kasih aja uang modal di rekening kamu kan?" tanyanya.


"Iya, terus aku udah pilih juga lokasi standnya hehe mudah-mudahan sih strategis ya" kataku.

__ADS_1


"Aku percaya kamu ko" jawabnya.


Hari ini sepertinya akan sangat melelahkan, selain karena tugas yang nenumpuk juga karena aku harus rapat bem untuk membicarakan keputusanku menerima atau menolak posisi sebagai ketua evaluasi.


"Rain, tugas Geomorfologi udah?" tanya Gian.


"Udah, dikumpulin di kamu emang?" tanyaku.


"Iya, mana sekalian punya Hanifa deh?" pintanya.


"Ini nih tolong ya, makasih" kataku sambil memberikan dua jilid makalah.


Gian bukannya ke ruang dosen, malah duduk disebelahku. Wajahnya berubah serius dan menatapku tajam.


"Kamu udah mutusin, mau jadi ketua evaluasi apa enggaknya?" tanya Gian.


"Belum gi, aku juga masih mikir" jawabku


"Kata aku sih yah kamu terima aja kalau kamu emang tertarik, lagian kan ini prospek yang bagus buat kamu. Cuman aku kasih tau ya, tugas evaluasi itu susah loh. Kamu harus tau karakter maru satu persatu, dateng lebih pagi dari panitia yang lain dan ya bisa dibilang kerja komdis juga tergantung dari hasil kerja tim kamu" kata Gian.


"Iya aku tau ko, aku bikin angket aku harus tau bakat dan kekurangan maru. Aku harus hafal mereka satu-satu karakternya gimana dan rekomendasi dari aku nantinya jadi bahan kerja komdis kan?" kataku.


"Nah itu, terus ini kan juga semester 5 ya semester terpadat dan tersulit lah. Mending kamu pikirin mateng-mateng sebelum mutusin" katanya.


"Iya thankyou ya sarannya" kataku.


"Kak Andreas gimana betah di BMKG?" tanyanya lagi.


"Betah, itu kan kerjaan impiannya haha dia sampe belum ngabarin aku dua hari ini karena lagi kunjungan kerja ke Bali" jawabku.


"Ah iya ada di berita tuh, kaya pertemuan semua pegawai gitu kan?" katanya.


"Iya kali" jawabku.


Setelah semua tugas selesai dikumpulkan, kami berempatpun berangkat ke sekre bem untuk rapat.


Nunu, Arika dan Hanifa menguatkanku untuk tetap pada pemikiran dan keputusan pribadiku.


"Semua terserah kamu rain, kamu berhak nolak ko kalau emang gak mau" kata Nunu.


"Iya, terus kamu jangan mikirin pandangan Rani lah udah biarin aja" sahut Arika.


"Kalau Rani cari gara-gara sama kamu lagi kita juga gak akan tinggal diem" kata Hanifa.


"Hahaha, kesannya kaya kita mau perang aja tau gak? santailah" kataku mencoba mencairkan suasana.


Sesampainya di sekre BEM, semua mata seolah tertuju padaku. Hasan malah sempat-sempatnya mengirimkan finger heart kearahku sebagai tanda support.


"Tuh liat, semua dukung kamu ko jelas-jelas mereka tuh udah cap buruk si Rani" bisik Arika.


Dalam hatiku, sebenarnya aku khawatir kalau aku menerima tawaran Rani nantinya aku sendiri yang akan kesulitan. Mengatur waktu, membagi tugas dan mengejar deadline. Disisi lain aku juga memikirkan teman-teman seangkatanku yang sudah memberikan dukungan mereka kepadaku, supaya aku mau menjadi ketua bidang evaluasi.


Kebanyakan dari mereka mungkin saja kecewa pada sikap dan pernyataan Rani di reuni lintas angkatan beberapa waktu yang lalu. Mungkin sebagian kecil yang masih menemani Rani sekarang adalah orang-orang loyal yang senantiasa berada didekatnya sejak tingkat satu. Orang itu tidak lain adalah Kayi.


Aku duduk agak kurang tenang sekarang, entah apa yang mengganggu pikiranku rasanya tidak enak saja. Apalagi ketika semua anggota BEM sudah berkumpul, Nirwan dan Agung yang jabatannya ketua dan wakil BEM juga sudah datang.


Mereka berdua memberikan beberapa sambutan dan mendeskripsikan secara singkat tugas masing-masing divisi.


Sesaat sebelum Nirwan menanyaka keputusanku, ponselku bergetar dari dalam saku jeansku.



Rasanya seperti mendapat angin segar dan pencerahan setelah membaca pesan dari Andreas.


"Sekarang, aku udah gak ragu lagi. Setelah kamu dukung aku rasanya mau 1000 orang ngelarang aku aja aku gak akan peduli" gumamku.


"Jadi gimana rain? kamu bersedia gak gantiin Rani jadi ketua bidang evaluasi?" tanya Nirwan.


"Mau, aku mau jadi ketua evaluasi. Mohon bantuannya ya semua" jawabku singkat.


"Yeeee raina jadi ketua kita yeeee" teriak Hasan, Rima dan Iria yang ada di bidang evaluasi bersamaku.


"Selamat bekerja bersama ya enam bulan kedepan" kataku sambil melirik kearah mereka.


Hanifa, Nunu dan Arika yang duduk di bagian komdis terlihat bangga dengan keputusan yang aku buat. Mereka tersenyum sambil mengacungkan jempolnya.


"Ah rasanya lega banget".......


Setelah rapat selesai....


Kulihat Andreas sudah menelponku sebanyak 4 kali, aku hanya tersenyum karena terpaksa harus menolak telepon darinya selama rapat berlangsung.


"Halo kak, hahaha maaf tadi kan aku rapat terus gak bisa angkat telpon hehehe"


"Lama banget ih kesel haha gimana rapatnya?"


"Udah beres barusan, kakak lagi senggang ya? sampe bisa video call aku"


"Iya maaf, dua hari kemarin aku beneran gak bisa pegang hape lama soalnya gak enak sama senior. Gimana kamu jadi ngambil keputusan apa?"


"Tebak dong?"


"Pasti kamu terima kan jadi ketua evaluasi haha"


"Ko tau? ada intel ya di angkatanku?"


"Intel darimana, kamu pikir aku gak paham kamu kaya gimana. Kamu kan gak pernah mau bikin orang kecewa, posisinya semua udah ngarep sama kamu dan gak mungkinlah kamu ngecewain angkatan kamu sendiri. Maaf ya disaat-saat kaya gini, aku malah sering ngilang"


"Gapapa, kakak jangan terlalu mikirin aku pokoknya kakak sehat-sehat ya! Maaf juga kalau aku jarang nelpon kakak duluan, soalnya akhir-akhir ini juga jadwal aku padet banget"


Obrolanpun berlanjut sampai aku ditegur oleh Hanifa, Nunu dan Arika.


"Udahan dulu VC nya , kita pulang yuk udah mau malem nih" ajak mereka.

__ADS_1


__ADS_2