Kuliah Atau Kuli Ah?

Kuliah Atau Kuli Ah?
Doa Ayah, Ibu dan Andreas


__ADS_3

Setelah berbagai kejadian yang tidak mengenakan, kami diminta tetap pulang ke Bandung.


Gian mengabari bahwa kondisi yang lain yang ada di bis itu baik-baik saja, hanya sopir yang luka berat dan penumpang luka ringan karena shock dan terkena pecahan kaca saja.


Kami tetap saja khawatir selama perjalanan, meski kami sudah mendapat kabar lewat grup.


"Hape kamu sama Hanifa ada di aku, palingan besok nyampe kampus dibawa sama anak-anak yang pulang duluan" kata Gian dalam telponnya ke ponsel Nunu.


Akupun cerita pada Hanifa bahwa hape kami ada di tangan Gian dan dia merasa bersyukur.


Kamipun akhirnya tiba di kampus sekitar pukul 11 malam...


Aku meminta Ayah mengizinkanku menginap di kosan Nunu setelah menceritakan semua kejadiannya dalam telpon sesaat sebelum kami sampai. Ayah mengizinkanku dan memintaku untul segera pulang keesokan paginya...


Saat aku dan ketiga sahabatku sudah menuruni bis, kudengar ada suara memanggil kami dari belakang parkiran mobil.


"Kak Dhika!!!" teriakku.


Angkatan kak Dhika memang sudah terlebih dulu sampai di Bandung, sehari sebelum kami lebih tepatnya.


"Rain bukannya kamu sama Hanifa ada di bis itu?" tanya kak Dhika keheranan.


Akupun menceritakan kronologisnya pada kak Dhika dan diapun merasa lega setelah mendengar penjelasanku.


"Andreas khawatir banget, dia sampe nunggu telpon di ruang jurusan dari tadi" kata Kak Dhika.


"Yaudah aku samperin kak Andreas deh ke jurusan" kataku.


Sementara aku ke jurusan, ketiga sahabatku dan kak Dhika memutuskan untuk menunggu di lobby.


Dari dekat kulihat Kak Andreas sedang duduk disamping telpon seolah menunggu kabar dari kami. Aku melihat ekspresinya yang sangat tidak tenang dan risau.


"Kak" teriakku setelah membuka pintu ruangan.


Dia beranjak dan mendekat ke arahku seketika. Dia bahkan memelukku tanpa aba-aba.


Dia tidak banyak bertanya padaku, dia hanya bersyukur aku baik-baik saja dan bisa pulang ke Bandung dengan selamat.


"Ini pasti karena doa Ayah sama Ibu tadi pagi dan karena doa kakak juga" kataku.


"Emang aku doain apa?" tanyanya.


"Pas aku nanya kakak mau oleh-oleh apa, kakak cuma jawab kalau kakak gak mau oleh-oleh dan kakak cuma mau aku segera pulang dengan selamat" jelasku.


Diapun lagi-lagi menunjukan kelegaannya dengan mengelus rambutku dan sesekali tersenyum.


"Kak, aku laper... Oya kayanya aku nginep di Nunu deh malam ini" kataku.


"Jangan di Nunu kan sempit, nginep di kosan aku aja nanti biar aku nginep di kosan Dhika" katanya.


"Yaudah, tapi aku mau makan dulu ya soalnya tadi kita gak sempet makan malam" ajakku.

__ADS_1


"Makan apa ya semalem ini? paling nasgor abang-abang yang suka lewat.. gapapa?" tanyanya.


"Iya gapapa, apa aja deh" jawabku.


"Ah, aku lega banget kamu udah ada didepan aku sekarang... rasanya gak karuan setelah denger kabar bis kalian kecelakaan dan lagi aku tau itu bis kamu" katanya sambil tidak mau melepaskan tangannya dari tanganku.


"Aku kebelet banget, akhirnya aku minta Gian berhentiin bisnya eh ngantri ternyata yaudah aku sama Hanifa duluin yang lain. Ternyata kita ditinggalin disana" jelasku.


"Untung kamu kebelet ya de, tapi hape sama barang-barang kamu di bis itu dong?" tanyanya.


"Iya tapi besok katanya mereka pulang ke Bandung ko, ka tolongin ya ambilin barang aku soalnya aku mau pulang pagi-pagi takutnya barangnya dateng siang" pintaku


"Iya, besok pagi aku anter kamu pulang dan kalo barang kamu dateng aku aja yang ambil ntar aku anterin kerumah" katanya penuh pengertian.


Selepas makan nasi goreng keliling didepan lobby....


"Fa, kamu nginep di Nunu kan?" tanya Arika.


"Iya kayanya soalnya gak punya duit juga kalau pulang dan lagi mau naek apa semalem ini, jauh juga serem" jawab Hanifa.


"Yaudah aku nginep di Nunu juga deh" jawab Arika.


"Iya boleh bebaslah ayookkk" sahut Nunu.


"Kaka bawa motor ko fa, kaka anterin ya sampe rumah?" sahut kak Dhika.


"Na, kamu pulang apa nginep di Nunu jadinya?" tanya Hanifa.


"Serah lo yas, lo kan punya kunci duplikatnya" jawab kak Dhika.


"Yaudah, aku pulang aja deh. Kakak beneran mau anterin aku?" tanya Hanifa.


"Iya mau, tapi aku harus anterin Nunu sama Arika dulu ke kosannya" jawab kak Dhika.


"Kak, anterin Arika gih pake motor kakak ke kosan Nunu biar kak Dhika gak usah bulak-balik" pintaku.


"Lah kamu nunggu disini gapapa?" tanyanya.


"Gapapa kan ada Hanifa" jawabku.


"Yaudah ayo ka, kita ke kosan Nunu. Kamu nebeng motornya Andreas tuh" kata kak Dhika sambil beranjak.


Kak Andreas dan kak Dhikapun akhirnya mengantarkan Nunu dan Arika ke kosannya Nunu. Sementara aku dan Hanifa menunggu di lobby.


"Na, yakin mau nginep di kosan kak Andreas?" tanya Hanifa.


"Yakin, lagian kosannya luas enak haha banyak cemilan juga. Udah sih kamu ikut aku aja nginep disana dari pada pulang capek, nanti pagi-pagi minta kak Dhika anterin kamu pulang kerumah sekalian nunggu barang-barang kita" ajakku.


"Bener juga ya? Lagian kosan Dhika sama Andreas kan deketan ya?" tanyanya.


"Iya, lagian takut gak sih pulang jam segini musim geng motor sama begal juga kan?" kataku.

__ADS_1


Akhirnya setelah berpikir panjang, Hanifa memutuskan untuk ikut menginap di kosan kak Andreas yang menurutnya luas juga.


Tak lama kak Andreas dan kak Dhika kembali...


"Kak, Hanifa ikut aku nginep di kosan kaka gapapa kan? Jadi kakak gak perlu nginep di kosan kak Dhika.. Kakak tidur diruang tamu aja, aku sama Hanifa di kamar kakak hahaha boleh kan?" tanyaku.


"Boleh ko, oh ya ini titipan dari Nunu katanya ini pouch make up kalian sama ada baju yang dia pinjemin buat kalian tidur" katanya sambil memberikan dua kantong kresek kepadaku.


Akhirnya aku dan kak Andreas serta diikuti kak Dhika dan Hanifapun bersama menuju kosan kak Andreas.


Sesampainya di kosan...


"Kak, aku boleh numpang mandi kan?" tanyaku.


"Boleh, tapi pake air anget ini udah malem soalnya" jawabnya sambil bergegas masuk ke kamar mandinya untuk mengambil air dan memanaskannya untukku.


"ka Dhika, beli martabak gih didepan buat ngemil soalnya cewek-cewek suka manis" pinta Hanifa.


"Iya de" jawabnya.


"Untung kita nginep disini ya na? Kebayang kita nginep di kosan si Nunu gerahnya gimana belum sempit kasian kalau kita tidur berempat disana" kata Hanifa.


"Iya fa, makanya tadi untung aja kak Andreas minta kita nginep disini" jawabku.


"Tuh udah panas airnya, mandi gih tapi jangan lama-lama anduknya udah ada didalem" kata kak Andreas.


"Makasih" jawabku.


Akupun mandi dengan nyamannya, bagiku membanggakan saja memiliki pacar yang bersih dan rapi seperti kak Andreas.


Kamar tidurnya, kamar mandinya dan semuanya terlihat rapi dan bersih. Tidak kalah dari kamar anak perempuan kebanyakan.


Selepas mandi...


"Fa mandi gih?" kataku.


"Iya mau" jawabnya sambil masuk ke kamar mandi.


Akupun mendekati kipas angin dan bermaksud menyalakannya untuk membantu mengeringkan rambutku yang basah akibat keramas barusan, tapi kak Andreas malah melarangku.


"Ya ampun, malem begini keramas mau dikeringin pake kipas angin lagi... Gak takut masuk angin kamu?" gerutunya.


"Abis kalo didiemin lama keringnya, aku ngantuk" jawabku.


"Yaudah duduk di sofa, aku kipasin pake kipas manual aja. Kamu tiduran aja kaya di salon" suruhnya.


Akupun menuruti permintaannya, dengan menengadahkan kepalaku sambil menahan rasa kantuk yang sedari tadi menyerang.


"Baru kali ini aku liat kak andreas semanis ini, sampe mau ngipasin rambut cewe hahaha" gumamku sambil meliriknya yang terlihat fokus menyisir sambil mengipasi rambutku yang basah.


Entah berapa menit kemudian, aku merasakan aku mulai tumbang dan tertidur.

__ADS_1


__ADS_2