Kuliah Atau Kuli Ah?

Kuliah Atau Kuli Ah?
Buku catatan...


__ADS_3

Pukul 2 malam...


Aku terbangun karena hawa dingin yang terasa menusuk, kulihat aku sudah tertidur di atas sofa ruang tamu Andreas. Dengan kasur lantai dibawahnya seolah disediakan untuk menampung tubuhku kalau-kalau nanti aku jatuh saat tertidur.


Hanifa mungkin sudah tidur di kamar, sementara kak Dhika menuliskan pesan di tempelan kulkas.


"Hanifa... Raina... Dhika... Gue kunci dari luar ya takut ada maling, gue ke kampus ditelpon kajur suruh bantuin beresin barang dan ngurusin angkatan 11 yang kecelakaan"...


Aku minum segelas air putih, memakan martabak dan baru kemudian menyadari bahwa kak Andreas tertidur dalam posisi duduk di samping sofa. Dia tertidur seperti seorang ayah yang menunggui anaknya yang sedang sakit.


Aku membangunkannya, menepuk-nepuk pipinya dan berbisik "kak, pindah sakit leher loh entar tidurnya begitu..."...


Dia terbangun dan melirik jam tangannya.


"Jam 2 kamu ko bangun? Gak nyaman ya tidur di sofa? Tadinya aku mau pindahin kamu ke dalem tapi kasian abis kayanya kamu capek banget, pindah dalem gih!" katanya.


"Gak mau, kaka pindah disini nanti aku tetep di sofa" kataku sambil menunjuk kasur lantai.


"Dihhhhh... si dhika mana?" tanyanya setelah menyadari bahwa kak Dhika menghilang.


"Tuh dia nulis notes haha, katanya dapet telpon dari kajur suruh bantuin ke kampus" jawabku.

__ADS_1


"Yaudah aku mau nyusulin Dhika deh, kamu kunci pintu ya" katanya sambil bergegas berdiri dan mengambil kunci motor.


"Gak boleh, udah malem! Nanti aja agak pagian" pintaku.


"Kasian mereka, seenggaknya ada aku disana bisa bantu-bantu dan aku mau tau kondisi temen-temen kamu... Lagian kan barang kamu sama Hanifa juga masih disana, aku harus pergi" jelasnya.


"Yaudah, hati-hati... Diluar dingin kakak pake jaket ya" kataku.


"Iya bawel, kamu lanjut tidur gih tapi kunci pintu dulu nanti aku bawa cadangannya. Pindah ke kamar disini dingin!" balasnya.


"Iya bawel haha" ledekku.


Aku membunuh waktu malam menuju dini hariku dengan melihat-lihat isi kosan Andreas. Ada foto angkatannya, foto ketika dia jadi assisten dosen dan foto ketika kulap. Semuanya ganteng tidak ada yang gagal hahaha!!! Siapa dulu pacarku meski jutek dan dingin begitu, dia tetap menarik dan memiliki sisi yang lembut.


Aku merapikan rak bukunya yang agak berantakan seperti habis diacak-acak. Satu buku terlihat menonjol diantara buku-buku yang lain.


"Buku apa ini? Sampulnya turqouise hahaha lucu" gumamku.


Tidak ada keterangan apapun di sampulnya, hanya saja aku penasaran karena warnanya yang menarik. Bukunya lebih mirip buku catatan pribadi.


"Aku buka gak ya?" gumamku sambil ragu.

__ADS_1


"Ah tapi orang kaya dia masa iya punya diary wkwkwk palingan ini isinya agenda pribadi dia atau mungkin catetan pengeluaran" pikirku.


Akhirnya karena rasa penasaranku terlalu tinggi, akupun membuka halaman pertamanya.


"Raina....Pramadhini...."


Aku bahkan tidak tahu apa penulisan namanya benar atau tidak. Anak itu terlihat berkilauan, dengan warna rambutnya yang coklat tua. Bola matanya bundar dan berwarna hazel. Bulu matanya lentik dan alisnya seperti diukir. Entah dimana saya pernah menemuinya sebelum ini, tapi wajah ini terasa tidak asing bagi saya. Hari pertama aku melihatnya, aku hanya hafal dia saja dari ratusan adik tingkatku. Nanti coba kuingat-ingat lagi, dia itu siapa dan dimana kami pernah bertemu dulu.


Buku itu halaman pertamanya, menceritakan tentang diriku. Tentang ciri-ciri fisikku dengan rinci dan kenapa dia merasa bahwa kami pernah bertemu sebelumnya? Dimana?....


Halaman kedua.....


Aku kayanya ingat, dimana aku pernah bertemu dengan adik kelasku itu. Di olimpiade geografi yang diadakan di kampus saat aku masih tingkat pertama dulu, dia adalah salah satu pesertanya. Dia dulu masih kelas 2 SMA, kami bertemu dibawah pohon dekat lobby waktu itu dia terjatuh karena tali sepatunya terinjak oleh peserta lain. Lucunya.... Aku ingat, karena wajahnya memang mempunyai makna buatku. Wajahnya mirip Ibu waktu kecil dulu,.. Nanti suatu saat, aku akan sejajarkan foto mereka berdua... Bahkan aku sendiri akan kaget melihatnya apalagi Ibuku atau mungkin si anak baru itu.


Halaman-halaman selanjutnya.....


Aku tidak menemukan yang aneh lagi selain coretan rumus dan agenda lapangan.


"Dimana foto Ibunya pas kecil yang katanya mau disampingin sama foto aku?" tanyaku dalam hati.


Akupun menyimpan kembali buku itu kedalam rak dan akan menanyakannya nanti setelah Andreas pulang. Sisanya kulanjutkan lagi membereskan barang-barangnya yang terlihat agak berantakan itu dan mungkin setelahnya aku akan mengantuk...

__ADS_1


__ADS_2