
Ayah sudah bisa pulang kerumah meski harus dalam pengawasan suster, aku senang dan lega sekali rasanya karena bisa berkumpul dan melihat Ayah berangsur-angsur sehat kembali.
"Ayah beneran izinin aku ke jogja?" tanyaku saat menemaninya dikamar.
"Iya gak apa-apa, pergi aja lagian kan kamu bisa nambah ilmu disana dan bisa sekalian liburan juga. Ayah percaya ko sama Andreas, dia pasti bisa jagain kamu" jelas Ayah.
"Emangnya waktu itu Andreas ngomong apa aja ke Ayah?" tanyaku mengulik.
"Hahaha, kepo ya? hmmm sebenernya sih Andreas gak cerita banyak tentang rencana kalian keJogja. Andreas malah ceritain asal-usul dia, dia anak rantau dan kemarin baru pulang dari Palembang" jelasnya..
"Lah terus dia ngomong apa lagi?" tanyaku penasaran.
"Ayah tanya hubungan dia sama kamu apa, Ayah sebenernya tahu sih kalian udah pacaran soalnya Ibu cerita dan Ayah ngerasa aja kalau anak sulung Ayah udah tambah dewasa dan semangat banget tiap ke kampus"...
__ADS_1
"Akhirnya dia jawab kalau dia sayang sama kamu, dia juga selama di Palembang kepikiran kamu terus soalnya kamu berubah perilaku eh ternyata kamu lagi stress karena Ayah sakit ya? maaf ya sayang"...
"Ayah udah bikin kamu nanggung beban, ngabisin uang tabungan kamu sampe kamu harus jualan ini itu buat bantu keluarga kita... Ayah merasa beruntung punya kamu di hidup Ayah, punya Randy Recca dan Ibu yang selalu support Ayah" kata Ayah sambil menahan tangisannya.
Aku memeluk Ayah dan ikut menangis juga, aku meyakinkan Ayah bahwa aku kuat dan bisa terus bertahan karena juga memiliki Ayah yang memberi contoh baik kepadaku selama ini. Kalau menurut Ayah, beliau beruntung memiliki aku sebagai putrinya... Maka aku jauh lebih beruntung karena memiliki Ayah sebagai orang tuaku...
"Yah, Andreas gimana? menurut ayah sebagai lelaki gitu" tanyaku mencairkan suasana.
"Hmm ganteng, tinggi, kulitnya bersih dan cara bicaranya sopan juga" jawab Ayah.
"Gak papa, yang penting kan Ayah tahu sekarang kalau kamu di tangan orang yang tepat" jawabnya.
Selepas obrolan di kamar Ayah, aku masuk ke kamarku untuk packing sambil mengabari pada Hanifa cs tentang rencanaku berangkat ke jogja untuk penelitian.
__ADS_1
"Keren euy ikut penelitian di semester kedua hahaha mantap semangat ya Naaa" kata Hanifa.
"Na oleh-oleh sih hahaha, canda deng oyaa hati-hati kaki kamu yaaa" sahut Arika.
"Na semangaaat!!! jangan lupa promosiin kita bertiga ke dosen wkwkwk" sahut lagi Nunu.
Mereka bertiga selalu mendukung pilihanku, meskipun karena keberangkatanku ke Jogja membuat rencana menginap kami di Villa lagi-lagi harus diundur.
"Gapapa Na nanti aja seminggu terakhir liburan biar pas masuk kuliah masih fresh hahaha" kata Hanifa.
Setelah beres packing, aku langsung mengirimkan chat pada Andreas dengan maksud basa-basi menanyakan batang apa saja yang harus aku bawa, karena sejak siang tadi dia bilang mau fokus membuat agenda kegiatan untuk di jogja nanti.
__ADS_1
Sebenarnya, saat itu aku mau memintanya mengajakku ke Malioboro untuk menikmati suasana malam kota jogja. Apalagi sambil naik becak berdua, makan gudeg pinggir jalan dan belanja oleh-oleh. Jujur saja, yang ada di otakku adalah pergi ke banyak tempat dengan Andreas bukan tentang penelitiannya hahahaha...
"Semoga ya Andreas paham dan mengajakku ke tempat-tempat yang ingin kukunjungi nanti"....