Kuliah Atau Kuli Ah?

Kuliah Atau Kuli Ah?
Semangat!


__ADS_3

Andreas mengantarkanku hingga ke jurusan, dia hendak bersilaturahmi dengan para dosen disana.


"Aku duluan ke lab ya soalnya mau kumpul dulu sama anak evaluasi" kataku.


"Yaudah, jangan lari-larian" katanya.


Saat masuk ke lab, ternyata baru ada Agung dan Nirwan.


"Rajin banget buketu" ledek mereka.


"Iya abisnya kata mantan ketua BEM kalau dateng rapat tuh harus on time supaya gak mengganggu jalannya rapat" jawabku.


"Kak Iyas ada disini ya?" tanya Nirwan.


"Ada tuh di kantor jurusan" jawabku.


"Samperin yu ah? Udah lama gak ketemu dia" ajak Agung pada Nirwan.


"Ih terus aku disini sama siapa?" gerutuku.


"Ikut aja dulu yu, lagian kumpulnya masih 15 menit lagi" ajak Nirwan.


Akupun kembali ke kantor jurusan dan mengikuti langkah Nirwan dan Agung yang katanya ingin bertemu dengan kak Andreas.


Dia sedang berbicara dengan Pak Rohmat, sepertinya tentang praktikum kemarin.


Saat dia keluar, Nirwan dan Agung langsung mengerubunginya.


"Kak apa kabar? Weh gaya banget udah kerja di BMKG hahaha" kata Agung berbasa-basi.


Aku hanya duduk di depan kantor jurusan sambil melihat mereka.


Tanpa sengaja, aku melihat ada Rani yang mengintip kami dari arah tangga darurat.


"Rani, pasti dia kangen sama Andreas" gumamku.


Meski aku kesal dan tidak suka kepadanya, tapi dia tetap teman angkatanku yang bahkan mengiodalakan Andreas lebih dari aku.


"Ran, sini" kataku.


Dia memalingkan wajah seolah mengabaikan ajakanku.


"Ran, sini! Kamu mau rapat BEM kan? Kata Nirwan nanti masih 15 menitan lagi. Sini tunggu disini aja nanti kita bareng ke Lab" ajakku lagi.


Tanpa disangka, Rani datang dan duduk disebelahku.


Aku melihat Rani seperti sangat senang saat Andreas ada didekatnya.


Tapi, Rani mencoba terlihat normal karena ada aku disampingnya.


Teman-teman BEMpun berdatangan dan menyalami Andreas satu persatu, mereka terlihat pangling dengan perawakan Andreas yang lebih berisi dan tidak kurus lagi seperti ketika masih menjadi Komdis dulu.


"Kakak, bahagia ya sama Raina? Sampe bisa berisi gini badannya" ledek Aji.


"Eh ji hahaha btw thanks ya kemarin udah jagain Raina" katanya sambil menyalami Aji.


Nirwanpun menghentikan reuni singkat saat itu dan meminta kami segera menuju Lab.


"Ayo ah, udahan dulu reuninya kita rapat dulu sebelum maru pada dateng" ajak Nirwan.


"Semangat kalian, jaga kesehatan dan kekompakan" kata Andreas.


Aku pamit padanya dan dia melambaikan tangannya padaku.


"Aku masuk ya, kakak kabarin aku kalau udah beres! Aku gak lama ko" kataku.


"Iya, aku kayanya yang agak lama soalnya banyak yang harus diurus. Nanti aku telpon" jawabnya.


Saat hendak masuk Lab, aku mendengar teriakan sahabat-sahabatku yang baru saja datang. Mereka menyapa Andreas dengan suara yang sangat keras.


"Weyy kak!!!!"....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


K u l i a h a t a u k u l i a h ? By NRH


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Selama rapat berlangsung...


"Tim Komdis mulai hari ini saya tegaskan gak boleh sama sekali senyum ya? Ini demi kelancaran bersama" kata Agung.


"Hahaha masa senyum dikit doang gak boleh sih Gung? Sayang dong kecantikan gue" sahut Nunu.


Beberapa saat kemudian...


Aku, Roby, Ega dan Firda kebagian tugas mengecek maru dikelas A dimana disana ada Erik.


"Rain, si Erik ngeliatin kamu terus" kata Roby.


"Teslah sedikit" bisikku.


Roby tiba-tiba berdiri dan menunjuk Erik untuk maju kedepan kelas.


"Erik, maju coba" kata Roby.


"Coba buka buku kaderisasi kamu, cari yang namanya Andreas di angkatan 2009" pinta Roby.


Erik mencari nama Andreas di lembar demi lembar buku kaderisasinya.


"Udah ini ketemu kak" kata Erik.


"Kamu udah dapet tanda tangannya?" tanya Roby.


"Belum kak, belum pernah ketemu juga" jawab Erik.


"Coba angkat tangan yang sudah punya tanda tangan kak Andreas atau minimal yang sudah tau orangnya yang mana" kata Roby.


Hampir 15 orang mengangkat tangan mereka, saat ditanya oleh Roby kebanyakan dari mereka hanya tahu Andreas yang mana dan belum mendapat tanda tangannya.


"Kak Andreas itu siapa sih kak? Penting emang?" tanya Erik.


Roby terlihat kesal dan melirik ke arahku saat mendengar pertanyaan dari Erik.


"Coba jelaskan ciri-ciri kak Andreas" kata Roby pada salah satu perempuan dikelas itu.


"Tinggi, ganteng, bersih, cukup putih kulitnya untuk ukuran laki-laki, tegas dan berwibawa" jawabnya.

__ADS_1


"Ada lagi yang bisa lebih detail menjelaskan?" tanya Roby.


"Kerja di BMKG kak, mantan ketua BEM dan ketua komdis juga kalau gak salah. Setahu saya bukan orang Bandung" jelas salah satu dari mereka.


"Jutek kak, dingin dan misterius" jelas yang lain.


Aku nyaris saja tertawa mendengar penjelasan mereka tentang Andreas.


"Setahu saya, kak andreas sedang ada di Jurusan sampe siang ini. Kalian bisa minta tanda tangan dia sambil perkenalan, dia mantan ketua BEM dan kalian harus banyak belajar dari dia" jelas Firda.


"Siap kak" jawab maru serempak.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


K u l i a h a t a u k u l i a h ? By NRH


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah tugasku selesai, aku mendatangi kumpulan komdis yang sepertinya juga baru saja selesai rapat.


"Rain, sini gabung" ajak Hanifa.


Aku hendak menanyakan masalah Fasya kemarin, meski sebenarnya tidak penting tapi aku mau tahu kejadian aslinya dari mereka bertiga.


"Aku mau nanya sama kalian bertiga, tapi kalian jawab yang jujur ya" kataku.


"Nanya apa sih rain? Serius amat?" tanya Nunu.


"Soal Fasya, kalian kan yang cerita sama Andreas?" tanyaku


Mereka bertiga saling lirik-lirikan seperti kebingungan.


"Iya Rain, aku malah yang nyaranin kak Andreas untuk beli nomer baru buat kamu. Aku ngerasain aja gimana keselnya saat kamu diganggu terus sama Fasya, aku kasihan dan ikut risih" jawab Hanifa.


"Iya rain, terus aku yang ngirimin rekaman itu ke hape aku terus aku kirim lagi ke kak Iyas. Awalnya kita kaget, pas kak Iyas bilang kalau dia udah kenal sama Fasya. Pas tahu ceritanya dari dia, kita juga gak nyangka kalau dunia bakal sesempit ini" jelas Nunu.


"Jangan marah ya rain? Kita kan niatnya baik. Kita cuma mau kamu aman dan kak Iyas juga berhak tahu tentang ini kan?" kata Arika.


"Hahaha ngapain aku marah? Justru aku mau berterimakasih sama kalian, karena kalau bukan karena kalian mungkin Fasya udah ngambil langkah lebih jauh ke aku. Kemarin, depan muka aku dia diskak mat sama Andreas. Rasanya pus banget tau gak?" jelasku.


Mereka tertawa dan sepertinya lega saat mendengar penjelasanku.


"Yaudah deh, ini buat makan siang kalian tadi kak Iyas beliin. Dia inget sama kalian, dimakan ya? Aku mau nemenin dia daftar, tapi gatau deh dia dimana sekarang.. Belum ngabarin" kataku.


"Waaah, makasih ya kalian dasar pasangan sweet bisa aja bikin orang seneng" kata Hanifa.


"Duduk aja dulu rain, disini sama kita sambil nunggu Kak Iyas ngabarin. Palingan dia lagi keliling kampus" kata Arika.


Beberapa saat kemudian....


"Kamu dimana? Aku udah beres nih, aku samperin kamu deh" katanya dalam telpon.


"Aku di deket jurusan, lagi sama Hanuka. Kakak kesini? Apa aku yang kesitu aja sekalian?" tanyaku.


"Aku aja yang kesitu, ada anak komdis kan?" tanyanya.


"Ada, mau ketemu mereka?" tanyaku


"Iya, tunggu disitu ya" pungkasnya.


Akupun bilang pada semua anggota komdis yang ada disekitarku kalau Andreas akan datang dan menemui mereka.


"Alamat diomelin nih karena kerjaan komdis gak bener" kata Gian.


"Duh dagdigdug gak sih?" sahut Nunu.


"Tenang aja kali ih, dia gak akan marah ko paling ngasih nasihat doang" kataku.


Sesampainya Andreas ...


"Kamu bisa beliin aku air minum gak di kantin bawah? Tadi aku kelupaan, padahal bentar lagi jadwal aku minum obat" pintanya.


"Iya, aku beliin. Kakak tunggu sini aja" jawabku.


Entah kenapa aku merasa dia menyembunyikan sesuatu dariku, sepertinya dia mau melakukan kumpul singkat dengan para komdis itu dan dia tidak mau aku melihatnya marah jadi dia menyuruhku pergi dengan alibi memintaku membelikan air minum untuknya.


"Kakak gak mau aku liat kakak marah ya?" gumamku.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


K u l i a h a t a u k u l i a h ? By NRH


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah membelikan air minum...


Sebenarnya aku mencoba mengulur waktu agar Andreas punya cukup waktu juga untuk melakukan tugasnya sebagai ketua ikatan alumni dan mantan ketua DPM yang membawahi BEM.


Saat aku datang, wajah teman-temanku sudah berubah tidak seceria saat pertama aku melihat mereka tadi.


"Ko lama banget sih beli minum aja?" tanyanya.


"Aku belinya di koperasi soalnya sekalian beli cilok" jawabku.


"Hmm pantes, yaudah yuk temenin aku packing" ajaknya.


"Pamit ya semua, semangat kalian!!!" katanya sambil melambaikan tangan.


"Fa, ka, Nu aku duluan ya? Kalian jangan lupa makan siang" kataku.


Mereka hanya tersenyum dan tidak heboh seperti biasanya.


"Kakak habis marahin mereka ya?" bisikku.


"Nggak, aku gak ada hak marahin mereka lah. Aku kan udah lulus" jawabnya.


"Terus? Kenapa mereka kelihatan suram begitu?" tanyaku.


"Hahahaha itu kamu tanya aja sendiri" jawabnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


K u l i a h a t a u k u l i a h ? By NRH


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sesampainya di hotel....

__ADS_1


"Jadi kita pisah lagi nih?" tanyaku.


Dia menatapku dan hanya tersenyum sambil merapikan bajunya.


"Ko gak dijawab sih?" gerutuku.


Diapun berjalan kearahku dan memelukku dari belakang.


"Kamu mau sampe kapan pura-pura gak tau?" katanya.


"Maksud kakak?" tanyaku.


"Kamu udah baca surat pemindahan kerja aku kan kemarin? Kamu pikir aku gak ngeuh" katanya.


"Ihhh, ko bisa tau sih?" tanyaku.


"Posisi mapnya beda sama pas aku packing sebelum berangkat ke Bandung, mana flipnya kamu lepas lagi" jelasnya.


Akupun tertawa terbahak-bahak dan malu akan kecerobohanku sendiri.


"Susah ya punya cowok cerdas" kataku.


"Lebih susah punya cewek banyak fans kaya kamu" jawabnya.


"Terus kakak packing buat pulang kesana beneran?" tanyaku.


"Ya iyalah beneran, aku kan baru pindah ke Bandung semingguan lagi" jawabnya.


"Oh, kalau boleh tau kenapa kakak bisa pindah tugas ke Bandung?" tanyaku.


"Ya namanya juga perintah, tiap tahun suka ada aja yang dipindah tugaskan" jawabnya.


"Terus kakak mau tinggal dimana?" tanyaku.


"Sekitaran tempat kerjalah, makanya minggu depan pas aku kesini kamu harus udah nemu kosan yang nyaman buat aku soalnya aku gak mau tinggal di mess" jelasnya.


"Yah dapet PR lagi deh" gerutuku.


"Eh tapi kan kamu kaderisasi puncak ya?" tanyanya.


"Iya sih, tapi bisalah nyariin kosan doang mah cuma paling kakak pindahan sebelum aku pergi" jelasku.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


K u l i a h a t a u k u l i a h ? By NRH


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Beberapa jam kemudian setelah diantar pulang kerumah oleh Andreas....


"Tadi kalian diapain sama kak Iyas?" tanyaku dalam roomchat.


"Dia ngasih kita skenario gitu rain haha, maaf ya bukannya kita gak mau cerita. Tapi ini rahasia kita doang" jawab Hanifa.


"Oh hahaha iya aku ngerti" jawabku.


Skenario yang dimaksud Hanifa pasti skenario Komdis. Dimana mereka akan menjalankan cara kerja yang sama dengan Andreas dulu.


"Untuk membuat kaderisasi menjadi tak terlupakan"...


..................


.......................


........................


Aku menceritakan semua kejadian yang kualami hari ini pada Ibu dan Ayah yang sedang menghitung uang hasil grosir (sepertinya).


"Jadi Andreas pindah tugas ke bandung teh?" tanya Ayah.


"Iya yah di klas I katanya, aku kurang paham sih. Tapi ya seenggaknya kalau deket dia jadi bisa aku perhatiin. Gak kaya disana makan mungkin seingetnya, minum seingetnya" jawabku.


"Raina mirip banget Ibu dulu, Ayah juga mahasiswa rantauan dulunya kurus gak keurus pas pacaran sama Ibu, baru aja jadi ganteng bersih dan berisi" kata Ibu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


kuliah atau kuliah ? By NRH eps.131


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokan harinya, barang pesanan Yasmin sudah siap dan kami bertiga sudah berada dikosan Nunu sejak pukul 6 pagi.


"Seminarnya jadi kan kita datengin?" tanya Hanifa.


"Jadilah" jawabku bersemangat.


Kami berempatpun disibukkan dengan kegiatan mengemas totebag per 50pcs nya untuk mempermudah perhitungan.


Setelah selesai mengemas....


"Rain, nanti kamu sama Nunu yang kasihin ya? soalnya aku sama Arika mau CODan banyak" kata Hanifa.


"Iya, tapi kalian jangan lama ya soalnya Seminarnya kan mulai pukul 11" kataku.


"Iya-iya kita langsung nyusul ko nanti" jawab Arika.


Setelah membereskan tugas, aku dan Nunu kembali ke jurusan untuk sarapan di kantin fakultas.


"Nu, Andreas mau pindah tugas kerja di Bandung loh" kataku.


"Hah? serius? asyik dong gak LDRan lagi?" kata Nunu.


"Iya akhirnya ya" jawabku.


"Kapan pindah tugas kesininya?" tanyanya.


"Pindahannya sih sabtu atau minggu ini, cuma mulai aktif kerjanya hari selasa minggu depan" jawabku.


"Pindahannya pas kita kaderisasi puncak dong?" tanyanya.


"Iya nu, terus udah gitu aku disuruh nyariin kosan yang deket tempat kerjanya lagi. Nanti temenin ya?" pintaku.


"Iya, nanti kita cari bareng-bareng deh" jawab Nunu.


"Oh ya Nu, Gian udah ada nembak kamu belum? atau nyerempet-nyerempet gitu?" tanyaku.


"Belum rain, tapi kemarin-kemarin dia sempet bilang "Nu nanti pas kaderisasi puncak malemnya pas acara kosong kita ke atas bukit yu" terus aku tanya "ngapain malem-malem ke atas?" eh dia jawab "ada deh" jelas Nunu.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2