Kuliah Atau Kuli Ah?

Kuliah Atau Kuli Ah?
Pertemuan menuju hari-hari penuh rindu


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, tidak terasa sudah hampir 2 bulan aku menyandang status berpacaran. Entah bagaimana semuanya bermula, aku bahkan lupa. Aku hanya ingat, Kak Andreas menjadi bagian terpenting di kampus setelah ketiga sahabatku.


"Raina!!" teriak seseorang memanggilku dari arah lobby.


"Eh Gian!" sahutku sambil menatap kearahnya.


"Mau kemana? bukannya hari ini gak ada kelas ya?" tanyanya keheranan.


Maklum saja Gian heran, hari ini tidak ada jadwal perkuliahan karena sudah memasuki masa kuliah kerja lapangan. Angkatanku akan berangkat ke daerah Selatan Jawa Barat tiga hari lali, sementara hari ini adalah jadwal keberangkatan Kak Andreas dan kawan-kawannya.


"Iya haha aku mau nganterin ini ke kak Andreas, sama ini ada titipan dari Hanifa buat kak Dhika hahaha" jawabku.


"Oh hahaha, rajinnya... Btw kamu bis berapa nanti?" tanyanya.


"Aku bis 3 sama Hanifa, Nunu sama Arika bis 1 hehe. Kamu bis berapa?" tanyaku balik.


"Aku bis 3 juga, berarti kita satu lokasi kajian ya nanti?" sahutnya.


"Iya, selamat menjadi rekan beberapa hari kedepan ya?" balasku.


Saat sedang asyik mengobrol dengan Gian, dari belakang ada suara yang memanggilku diikuti dekat langkah kaki yang sangat cepat hampir seperti berlari.


"De!" teriaknya.


"Kakak!" sahutku sambil melihat ternyata Kak Andreas yang memanggilku dari belakang.

__ADS_1


"Yaudah, aku duluan ya Na?" tiba-tiba saja Gian pamit dan berlalu sesaat sebelum kak Andreas menghampiriku.


"Kamu ko disini? sendirian lagi... Ngapain???" tanyanya tergesa-gesa.


"Aku mau kasih kakak bekel haha, nih buat di bis. Aku yang bikin tau ada sandwich, sushi sama lemper wkwkwk" jelasku.


"Aku tanya kamu sendirian kesini?" tanyanya dengan ekspresi serius.


"Ya iya sendiri, pake motor aku. Nih kuncinya!!! Lagian kenapa sih? aku kan udah jelasin ke kakak semalem, Hanifa lagi ada acara sama temen SMAnya jadi gak bisa nemenin aku kesini" jelasku.


"Ohhh iya, kalo kakak penasaran tadi aku ngobrol sama siapa. Barusan ada Gian disini, kita papasan gak sengaja ko. Dia nanya aku nanti di bis berapa pas KKL, eh ternyata kita sama di bis 3. Selebihnya kita gak ngobrolin apa-apa ko!" tambahku.


"Lagian muter-muter nanyanya, kenapa gak langsung nanya tadi kamu sama Gian ya disini hahaha" ledekku melihat wajahnya yang sangat tidak nyaman itu.


"Iya, aku jaga jarak ko sama Gian" jawabku.


"Yaudah sini bekelnya?" katanya sambil mengambil totebag berisi kotak makanan di tanganku.


"Bagi dua sama kak Dhika ya? soalnya aku bikinnya sama Hanifa berdua jadi dia pasti seneng kalau kak Dhika ikut makan" jelasku.


"Jangan bilang kamu dukung sahabat kamu selingkuh loh?" ledeknya setelah menyadari perkataanku tentang Hanifa dan kak Dhika.


"Ish ish ish, bukan gitu cuma ya aku gak tau sih kak.... feeling aku bilang kalo Hanifa tuh punya rasa sama kak Dhika. Terlebih dari dia udah punya pacar yang LDRan itu" jelasku sambil memasang ekspresi kebingungan.


"Aku juga sih de, baru kali ini aku ngerasa Dhika punya alasan buat senyum lebar lagi" katanya.

__ADS_1


Akupun langsung menatap mata kak Andreas saat itu, menyadari betapa dalamnya kepedulian kak Andreas pada sahabat semata wayangnya itu. Meski mereka berdua memang terlihat paling tegar seperti batu karang, tapi entah kenapa aku merasa mereka rapuh dan bersama karena saling menguatkan.


"Yaudah kalau gitu, aku pamit ya? kakak hati-hati jangan kecapean! kabarin aku kalau udah sampe Lombok" cerewetku.


"Kamu mau langsung pulang? aku kan berangkat masih satu jam lagi?" rengeknya sambil menahan tanganku.


"Kayanya kakak lupa ya kalo kakak ketua KKL tahap ini, mending kakak cek deh semua persiapannya lagian kakak pasti jadi orang yang paling dibutuhkan juga sekarang" jelasku sambil mengelus rambutnya yang sudah mulai gondrong.


"Kayanya di kehidupan sebelumnya aku udah berbuat satu kebajikan deh" katanya tiba-tiba seolah membanggakan diri sendiri.


"Maksudnya?" tanyaku keheranan.


"Ya karena di kehidupan sekarang, aku bisa punya cewek sepengertian kamu" jawabnya sambil tersenyum.


"Ish ish ish, udah sana ke parkiran tuh dari tadi ad chat masuk berisik banget" kataku sambil menunjuk ponsel di saku kemejanya yang sedari tadi berbunyi.


"Yaudah, kamu hati-hati ya? pas kamu berangkat nanti kamu juga harus kabarin aku? jangan kecapean juga! dan......"


Belum selesai kak Andreas menasehatiku, aku sudah mengerti arah obrolannya.


"Jangan deket-deket sama Gian" jawabku sambil tertawa.


"Good girl!" pungkasnya sambil berlari meninggalkanku di lobby.


"Padahal cuma pisah dua mingguan, tapi rasanya gak rela. Mana abis ini libur sebulan penuh juga, dia pulang ke Palembang dan aku disini hahahaha lengkaplah sudah tabungan rindu" gerutuku dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2