Kuliah Atau Kuli Ah?

Kuliah Atau Kuli Ah?
Tamu


__ADS_3

Aku bermalam di rumah sakit untuk menemani Ayah sementara Ibu dan Randy pulang kerumah.


"Teh, kamu besok ada acara apa? Gak pergi liburan?" tanya Ayah.


"Gak yah, aku kan mau jaga warung haha" jawabku.


"Maaf ya teh, harusnya kamu liburan dan seneng-seneng sama temen kamu. Eh Ayah malah sakit dan bikin kamu sama Ibu harus kerja bantu Ayah" katanya.


"Ayah apaan sih, aku juga seneng ko buka warung grosiran haha rumah jadi rame dan jadi ada kerjaan tiap shubuh ke pasar buat belanja hehehe" jawabku.


"Tetep aja Ayah kasihan dan merasa gak enak, nanti kalau Ayah udah sehat kamu harus pergi liburan ya?" katanya.


Aku malah merssa semakin terharu dengan perkataan Ayah barusan, disaat beliau sedang sakit saja masih tetap memikirkan kebahagiaan anak-anaknya yang seharusnya liburan saat itu.


Ayah memang Ayah terbaik di seluruh dunia!!!


Aku terlelap di karpet tebal tepat disamping kasur pasien Ayah.


Keesokan paginya....


"PANGGILAN TIDAK TERJAWAB (8x) (K' ANDREASđź’•)


"Hah, sepagi ini Andreas menelponku. Ini masih pukul 7 kan? Dia ada perlu apa ya?" pikirku setelah melirik ponsel.


Akupun mencoba menelponnya.

__ADS_1


"Kak, ada apa nelpon sepagi ini lagi?" tanyaku.


"Habis dari semalem kamu ngilang, kamu dimana sekarang?" tanyanya.


"Aku nginep di RS nemenin Ayah, iya maaf batre hapeku abis jadi aku matiin data dan aku charge semaleman" jawabku.


"Hmmm, yaudah bisa minta kirimin alamat rumah sakit sama nomor ruangan Ayah kamu gak sekarang?" tanyanya.


"Oh, bisa di ruang edelweis no.7 aku shareloc aja ya?" jawabku.


"Udah aku kirim" tambahku.


"Buata apa nanyain alamat?" tanyaku.


"Delivery makanan buat kamu sarapan" jawabnya


"Wait.... Dia tadi minta lokasi RS sama nama kamarnya kan? Beneran dia mau kirim paket buat aku?? buat sarapan katanya??? hahaha sosweetnya" gumamku.


Ayah masih lelap tertidur dan aku hendak mencuci mukaku ke kamar mandi sambil meminta suster mengganti infusan Ayah yang sudah hampir habis.


"Aw!!!"


Kakiku sekarang kram lagi, sepertinya efek luka kemarin. Ahhh rasanya sulit untuk berjalan cepat lagi seperti kebiasaanku. Sepertinya, aku harus mengatur ritme cara berjalanku agar kakiku tidak terlalu kesakitan nantinya.


Sekitar pukul 12 siang....

__ADS_1


"Teh pulang gih, makan mandi terus istirahat biar aku yang jaga Ayah" kata Randy setelah sampai di rumah sakit.


"Beneran? Aku pulang mau jaga warung soalnya hahaha" jawabku.


"Iya terserah, sana buruan balik. Oyaa tapi Ibu titip pesen, Teteh harus naek ojek online aja gak boleh setir motor sendiri" jelas Randy.


"Apa? Yaudah pesenin dari hape kamu sekarang" sahutku.


"Lah kenapa gak dari hape teteh aja?" tanyanya.


"Aku gak punya kode promo hahaha" jawabku sambil tertawa.


Sesampainya dirumah....


Aku mandi, makan dan membereskan cucian piring yang menumpuk di wastafel sambil bersenandung. Meski sesekali kakiku merasa sakit, aku tetap bersemangat karena akan membuka warung lagi besok hari.


Sejam kemudian.....


"Tring tring tring tring tring tring tring"


"Tring tring tring tring"


Bel pintu rumahku berbunyi, padahal aku sedang enak merebahkan diriku di sofa sambil baca roomchat Hanifa dkk.


"Sebentar" teriakku.

__ADS_1


Akupun membuka pintu dan betapa terkejutnya aku melihat siapa orang yang datang....


"Ko ada disini?" tanyaku terkaget-kaget.


__ADS_2