
Akhirnya tiba waktunya untuk kami bertukar jaga. Aku dan Gian akan beristirahat, sementara anggota yang lain akan kembali ke pos untuk pengamatan hingga pukul dua dini hari.
"Lis Rim kalau ngantuk atau ada apa-apa bilang aja ya? Chat aja di grup nanti biar kita gantian" kataku.
"Santai aja na nanti kita kabarin kalau ada apa-apa" jawabnya.
Mereka berduapun bergegas meninggalkan basecamp.
Aku sempat melihat Hanifa dan kelompoknya yang sedang berdiskusi, Arika juga sempat menghampiriku dan memelukku "Rain, dinginnnn beuttt" katanya dengan ekspresi manja. Sementara Nunu cuma memukul bokongku saja saat kami berpapasan di jalan.
Aku merapikan peralatan malamku di basecamp, mengeluarkan headlamp dan jaket tebal untuk persiapan nanti ketika bergantian jaga ke pos. Gian juga sepertinya begitu, kulihat dia berlari menuju basecamp laki-laki.
"Rainaa... Tidur aja dulu nanti kalo bagian kita jaga, aku bangunin kamu kesana" kata Gian dalam pesan singkatnya.
Basecamp kami sekarang ini seperti sebuah aula besar untuk balai pertemuan. Tidak ada barang selain meja besar didepan dan juga karpet hitam di seluruh ruangannya. Kami memang harus tidur beralaskan karpet saja, tapi kebanyakan dari kami membawa sleeping bag untuk menjaga tubuh agar tetap hangat. Maklum, daerah penelitian kami ini adalah perbukitan. Suhu udaranya menjelang dini hari bisa sangat dingin.
Aku mana bisa tidur dalam kondisi sedingin ini, teman-teman perempuanku yang lain juga malah asyik bermain uno dan ular tangga.
"Rain sini gabung" ajak salah satu temanku.
"Iya haha" jawabku menurut sambil bergabung dengan mereka.
Obrolan kamipun berlanjut dengan gosip-gosip kampus. Tentang gedung-gedung angker dan spot-spot menyeramkan disekitar lingkungan kampus kami.
"Itu di perpus serem loh, masa ada temen aku yang maru juga kan sempet nyari buku untuk tugas sampe hampir jam 11 malem gitu eh dia liat congpoc" kata Fizi.
"Iya sih perpus emang udah terkenal keseremannya, tapi katanya sebelah FMIPA juga takut loh suka ada sosok cewek gitu yang keliatan lalu lalang" kata yang lain menambahkan.
Aku cuma jadi pendengar saja seperti biasa.
Sejam berlalu, aku merasa mengantuk dan beberapa temanku juga sudah tertidur nyaman dalam sleeping bag mereka masing-masing. Akhirnya, akupun mencari posisi enak untuk tidur. Tapi, karena aku takut kebablasan akhirnya aku memutuskan untuk menelpon Gian terlebih dahulu.
"Halo gi... Aku ngantuk keknya mau merem bentar... Boleh gak? Kamu ngantuk gak? Kalo ngantuk tidur juga deh nanti aku yang bangunin. Lagian aku udah pasang alarm juga ko" kataku.
"Iya raina tidur aja, aku gak ngantuk ko lagian ini lagi asyik maen uno juga sama cowo-cowo yang lain. Kamu tidur-tidur aja santai..." jawab Gian masih dalam nada bersemangat.
Gian emang hebat, dia sepertinya tidak merasakan kelelahan sama sekali dari suaranya. Padahal seharian tadi Gian bawa motor, mengangkut konsumsi, mengangkut peralatan dan lainnya.
Tak lama akupun tertidur....
Dua jam kemudian...
"Rain...rain..." kata seseorang membangunkanku.
"Eh fa, kenapa?" gumamku saat menyadari yang membangunkanku itu adalah Hanifa.
__ADS_1
"Gian ada diluar tuh, dia tadi gak nyuruh aku bangunin kamu sih haha tapi aku ngeri liat Gian ngobrol di pojokan sama Andreas kek gitu hahaha" jelas Hanifa.
"Oh emang sekarang jam berapa?" tanyaku.
"Masih jam 1.35 sih" jawab Hanifa
"Eh bentar-bentar...kata kamu tadi Gian lagi sama Andreas? Dimana mereka sekarang?" tanyaku memburu.
"Itu diluar didepan basecamp cowok" jawab Hanifa.
Akupun segera mencuci mukaku, gosok gigi dan membenarkan rambutku yang berantakan.
"Fa, aku harus gimana? Nyamperin mereka gitu?" tanyaku pada Hanifa karena kebingungan.
"Samperin aja lagian kamu kan mau ke pos sama Gian" jawab Hanifa.
Arika dan Nunu menyadari bahwa aku dan Hanifa sedang diskusi. Akhirnya mereka berduapun ikut gabung.
"Hey lagi ngapain kalian?" teriak Nunu sambil berlari.
"Ini nu biasa ada yang lagi direbutin" sindir Hanifa.
"Ah si itu ya? Si komdis kan?" gumam Arika.
Akupun cuma geleng-geleng kepala dengan tingkah mereka. Setelah siap-siap, akupun bergegas keluar.
Akupun mengendap-ngendap kearah mereka supaya tidak mengganggu suasana.
"Gi.. Ayo ke pos!" ajakku.
"Eh siapa yang bangunin? Padahal tidur aja gak apa-apa aku sendirian" jawab Gian yang terlihat terkejut melihat keberadaanku.
Andreas langsung berdiri heran dan melihat penampilanku saat itu.
"Kamu baru bangun banget de? Itu mata bengkak gitu" kata Andreas sambil sedikit membungkuk melihat mataku.
"Iya kak gatau alergi aku kayanya kambuh deh" jawabku.
"Itu digigit nyamuk kali ya ka ya?" sahut Gian.
"Iya nyamuk aja doyan sama dia ya?" balas Andreas.
"Ini mereka berdua ngobrolin apa sih barusan? Ko bisa akrab banget sampe tos-tosan begitu ngomongnya?" batinku.
Akupun duduk bergabung bersama mereka berdua, tapi mereka malah sama-sama diam.
__ADS_1
"Aku dateng aja diem" gerutuku.
Ketika jam ditanganku menunjukan pukul 1.50, akhirnya aku mengajak Gian untuk bergegas menuju pos. Sementara Andreas bersiap pergi berkeliling dengan kakak-kakak tingkat yang lain.
"Oke ka next time kita ngobrol lagi ya?" teriak Gian sambil melambaikan tangan.
"Iya lu jangan lupa sama janji lu ya? Hahaha" sahut Andreas sambil tertawa.
"Siap!" sahut Gian lagi.
Di perjalanan dalam kegelapan malam yang pekat bersama Gian, aku hanya fokus memegangi senterku dan mendengarkan musik di handphoneku. Sementara Gian entah apa yang sedang dia pikirkan, karena sedari tadi dia tidak berbicara apapun denganku.
Gian seperti tenggelam dalam dunianya...
Sementara itu, aku cukup penasaran dengan apa yang dibicarakan Andreas dan Gian tadi di depan basecamp. Hanya saja aku tidak mau berlebihan, aku memilih untuk diam dan berharap Gian akan menceritakannya sendiri kepadaku.
Kamipun tiba di pos pengamatan...
"Rainaaa ini kertasnya, gilaa sumpah serem bangetloh disini haha apalagi pas tadi jam 12 teng ihhh si rima liat yang putih-putih diujung sana" kata Lisa sambil memberikan kertas dan menunjuk arah.
"Ada apa sa disana? Rim kamu liat apa? Hahaha" kataku.
"Iya tuh disana ada yang jalan putih-putih gak tau apa aku sama lisa coba terus baca doa hahaha" jawab Rima dengan setengah ketakutan.
"Alah siapa itu orang kan yang mau jalan jalan malem?" ledek Gian.
"Mana ada orang sendirian jalan-jalan ke utan kaya gini?" sahutku.
Rima dan Lisa pun memutuskan untuk menunggu kelompok yang lain daripada berjalan berdua menuju basecamp.
"Kalian tidur ya...Istirahat" kataku pada Rima dan Lisa.
"Iya haha kalian semangat ya haha selamat berseram-seram" ledek Lisa.
Aku dan Gianpun mulai mengamati termometer sambil mengisi form tugas dari Andreas.
"Rain? Kamu percaya cinta pada pandangan pertama gak?" tiba-tiba Gian menanyakan itu kepadaku.
"Hah? Love at first stare? Ngapain kamu nanyain itu? Geli haha" sahutku.
"Ayolah jawab" gerutu Gian.
"Percaya...hhmmm...."
Belum selesai menjawab, Gian menyela dan bilang "oke itu aja jawabnya cukup ko".
__ADS_1
"Entah deh apa yang lagi ada di pikiran Gian, katanya nanya serius lagi ekspresinya eh pas aku mau coba jelasin malah distop padahal aku kan mau bilang kalau aku percaya cinta pandangan pertama itu ada... Tapi tergantung kondisinya, bisa aja cintanya cuma sebatas suka, kagum atau tertarik. Cinta kan gak bisa diartikan sesimpel dan sesingkat itu" gumamku dalam hati.