Kuliah Atau Kuli Ah?

Kuliah Atau Kuli Ah?
Status pura-pura...


__ADS_3

"Gian memang beneran baik ya!" kataku. "Kamu ngomongin aku?" tanyanya. "Eh iya maksudnya kamu baik gitu haha aku cuma aneh aja kamu malah gabung geng singkong!" jawabku. "Eh geng singkong? Apaan?" tanyanya lagi. "Hmmm ngga apa-apa sih" jawabku.


Selama perjalanan, aku dan Gian mengobrol dan kebanyakan tertawa ketika akhirnya Gian tahu kalau geng singkong yang kumaksud adalah Rani dkk.


"Mereka gak suka kamu karena kamu banyak yang suka" kata Gian. "Siapa yang suka aku?" tanyaku. "Hmm aku misalnya" jawabnya.


Gian mungkin cuma bercanda dan mencairkan suasana diantara kami, atau Gian mungkin mencoba mengurangi kekakuanku kali ini. "Kamu bercanda aja Gi" sahutku. "Aku serius!" teriaknya.


Sesampainya di pabrik tas....


"Gian disini aja ya aku aja yang ambil orderannya kedalem!" kataku. "Bukannya berat kan? Mending aku ikut aja jadi sekalian bawain" jawabnya. Akhirnya, kamipun berjalan bersama masuk kedalam pabrik rumahan tas itu dan mengambil pesanan totebagku.


"Lumayan banyak juga ya pesenan kamu, gimana olshopnya lancar?" tanya Gian. "Lumayan lah buat nambah uang jajan hehe" jawabku. Gian lalu tersenyum sambil mengelap keringat yang bercucuran di dahiku karena kelelahan. "Kamu cape ya? Aku traktir kamu makan deh sebagai ucapan terimakasih" kataku. "Aduh maaf aku gak bisa nolak" jawabnya.


Gian memilih sebuah cafe yang letaknya lumayan jauh dari kampus. "Biar adem" katanya. Mungkin Gian mencari suasana baru untuk mengobrol denganku. Aku kemudian mencari-cari kesempatan untuk membuka pembicaraan mengenai Andreas dan Praya, secara Gian dekat dengan Rani yang notabenenya adalah fans garis keras Andreas.

__ADS_1


"Gian hmmm Rani bukannya suka banget sama Andreas kan? Gimana perasaan Rani pas tau Andreas sama Praya sekarang?" tanyaku. "Kamu harusnya tanya sama diri kamu sendiri dulu!" jawabnya.


Aku seketika salah tingkat mendengar jawaban Gian, secara Gian to the point menjawab dengan kata-kata yang langsung menancap di hatiku. "Aku baik-baik ajalah apa hubungannya sama aku?" jawabku. Gian lalu mengubah posisi duduknya untuk menghadapkan mukanya kearahku. "Yakin? Menurutku sih Andreas cuma main-main sama Praya karena target utama Andreas itu kamu Rain!" jelasnya. Aku hanya bisa melihat mata Gian yang berapi-api seolah ingin menjelaskan semua hal yang ia ketahui.


Raina : Gian kamu tahu apa aja sih? Kenapa kamu ngerasa kalau aku bener-bener jadi target Andreas!


Gian : Gini Rain.... Sebenernya Andreas pernah dateng ke aku dan nanya status aku sama kamu.. Mungkin karena dia sering liat aku sama kamu ngobrol bahkan yang terakhir kali pas kita di parkiran berdua ngobrol..


Raina : Dia tau aku sedetail itu? Terus?


Entah kenapa aku ingin menangis saja mendengar cerita dari Gian. Aku cuma pingin mendengar Gian bercerita tanpa harus mengeluarkan respon apapun.


Gian : Jadi gini na setelah aku tanya-tanya dari kakak-kakak tingkat ternyata Andreas dan Praya emang udah pacaran dari Praya jadi maru kaya kamu. Mungkin dia emang nyari sasaran terus dari maru tiap tahunnya.... Ya bukan aku nge judge juga Na tapi mungkin kamu bisa cari tau sendiri... Disini malah kamu yang dituduh jadi orang ketiga diantara mereka..


Gian menyadari kondisiku saat itu, Gian bahkan mengambilkan tissue di meja dan memberikannya kepadaku. "Udah gak usah nangis gak pantes kamu nangisin Andreas!" katanya. Aku bersikeras memikirkan hal apa yang harus aku lakukan untuk membuktikan pada teman-teman di angkatanku bahwa aku dan Andreas memang tidak ada hubungan apa-apa denganku meskipun aku memang punya perasaan sama Andreas.

__ADS_1


"Gian kamu mau bantu aku gak? Karena Andreas udah nanggung nyangka kamu ada apa-apa sama aku jadi gimana kalo kita mainin aja dramanya!" kataku.


"Maksud kamu ... Aku jadi pacar boongan kamu gitu depan Andreas?" jawabnya.


"Iyaa kalo kamu mau itu juga" kataku.


"Kalo depan Andreas doang sih gak akan meyakinkan kayanya mending kita pura-pura didepan semua orang ya inisih demi kamu biar kamu gak dianggap orang ketiga lagi" jelas Gian.


"Tapi Kayi? Kamu sama dia?" tanyaku.


"Kayi sama aku cuma sahabatan Na lagian dia pasti ngerti kenapa akhirnya aku pacaran sama kamu" katanya.


"Maksudnya? Ngerti gimana?" tanyaku.


"Ngga ngga na aku salah ngomong doang" jawabnya.

__ADS_1


Setelah obrolan panjang kami dan kesepakatan yang kami buat, akhirnya kami sepakat untuk pura-pura pacaran didepan angkatanku dan khususnya didepan Andreas dan teman-temannya...


__ADS_2