Kuliah Atau Kuli Ah?

Kuliah Atau Kuli Ah?
I miss you


__ADS_3

Malam ini sepertinya aku akan kesulitan tidur, aku harus menunggu kabar dari kak Andreas. Angkatan Kak Andreas berangkat dengan mobil yang memungkinkan mereka harus menempuh perjalanan lebih dari 30 jam.


Keputusan untuk menggunakan transportasi darat sudah disepakati bersama, selain untuk menekan biaya transportasi juga untuk menurunkan anggaran masing-masing. Tujuan ke Lombok bukan untuk sekedar berpariwisata, disana kata Kak Andreas nantinya mereka akan memiliki jadwal yang cukup padat untuk mendatangi beberapa lokasi kajian.


Aktivitas yang dilakukan diantaranya : meneliti lokasi, wawancara dengan pribumi, membuat video, membuat paragraf deskripsi dan kebanyakan berdiskusi dengan teman sekelompok tentang permasalahan-permasalahan yang mungkin timbul di lokasi tersebut. Aspeknya banyak bisa meliputi: sosial, ekonomi, pariwisata dan lainnya.


Aku tahu banyak, karena kak Andreas sempat memberikanku gambaran tentang bagaimana cara kerja di Kuliah Lapangan. Maklumlah, ini adalah kali pertamaku menjalani Kulap. Dia juga banyak memberikanku saran untuk membawa barang secukupnya, jangan berlebihan, jangan terlalu konsumtif selama disana, dan jangan beli banyak oleh-oleh katanya.


"Kamu itu nanti seminggu dipantai, nginep di penginapan pinggir pantai, makan di pinggir pantai bukan mau jalan-jalan. Pake baju yang tertutup, meskipun panas tapi harus! Jangan makan yang aneh, disana kan kamu ngurus diri kamu sendiri jadi harus sehat!" begitulah kira-kira yang dia katakan saat dalam telepon.


Sudah jam 9 malam dan dia bahkan belum mengirimkan pesan apapun, sementara kulihat dari sosial media teman-teman seangkatannya mereka sudah sampai di jatim.


"Sepertinya tinggal nyebrang pulau" gumamku.


Akupun kembali menatap layar ponselku, kali ini untuk melihat-lihat beranda instagram.


"Eh kak Dhika ngetag apa nih" tanyaku saat kulihat ada notif masuk.


Akupun segera membukanya, dan ternyata itu adalah postingan yang dibuat sekitar 3 menit yang lalu.


"Oh ternyata foto kak Andreas lagi makan di bis" gumamku sambil tertawa kecil.


Wajahnya terlihat sangat lelah, seperti biasa matanya akan terlihat sayu dan rambutnya sedikit berantakan.


Akupun mengomentari postingan itu.


"Belum sampe ya? kasian pasti cape ya:( take care please:)"

__ADS_1


Dalam hatiku, aku agak sedikit jengkel. Bagaimana bisa kak Dhika memposting sebuah foto tapi kak Andreas sama sekali tidak melihat ponselnya. Terakhir kali dia mengirimkan chat adalah 3 jam yang lalu saat dia bilang bahwa kakinya bengkak karena terlalu lama duduk.


"Trings!!!" notifikasi masuk lagi.


"Hahaha iya de, aku bakalan hati-hati. Eh kamu bilang hati-hati ke aku kan? ini kan akun aku" balas kak Dhika.


"Iya buat kak Dhika ko! kak Dhika kan bales akunya gercep gak kaya itu tuh hahaha" balasku lagi.


Selang beberapa detik saja setelah aku mengirim balasan di postingan kak Dhika, kak Andreas langsung menelponku.


πŸ‘¦ : Halo dek, kamu ngambek? hapeku lowbat dipake nelpon orang hotel dan lain-lain jadi gak bisa ngabarin kamu. Ini juga baru aku cabut,batrenya baru keisi 50%. Jangan marah ya!


πŸ‘© : Hahaha, si kak Dhika bilang ke kakak ya? Iya gapapa, cuma aku khawatir aja gitu. Yaudah di charge lagi aja gih! besok kakak perlu banget kan? gapapa yang penting aku udah tau kakak mau sampe.


πŸ‘¦ : Kamu gak bisa tidur? Yaudah aku temenin sampe tidur, kamu tadi ngapain aja? jadi belanja gak sama Hanuka?


πŸ‘¦ : Hanifa, Nunu dan Arika hahaha.


πŸ‘© : Belum, besok kayanya soalnya tadi hujan deres banget sampe maghrib. Jadi semuanya pada mager deh.


πŸ‘¦ : Yaudah dari sekarang catet gih, kamu mau beli apa aja pas belanja nanti biar bener-bener kamu cuma beli barang yang kamu butuhin aja.


πŸ‘© : Beli sabun cair, sikatgigi kecil sama odol kecil juga.Hmmm apalagi ya?


Obrolan kamipun berlanjut sampai aku tertidur. Entah siapa yang menutup telpon pertama kalinya, aku bahkan tidak ingat. Hahahaha. Aku hanya ingat kalau semua kekhawatiranku seketika hilang saat kak Andreas menelponku.


Keesokan harinya, aku sudah bersiap-siap untuk pergi belanja dengan Hanuka.

__ADS_1


"Aku jemput kamu kerumah ya rain? kita pake mobil aku aja, kalau-kalau nanti ujan kan aman" ajak Hanifa dalam grup chat.


"Asyik dijemput satu-satu nih?" tanya Arika.


"Aseeeek!!!! ditunggu ya fa!!" sahut Nunu.


"Iya-iya princess-princess terhormat ditunggu g jemputannya!" jawab Hanifa.


"Hahaha asiiikkk. Oke fa!" balasku.


Setibanya di pusat perbelanjaan.


"Kita misah ya! biar bebas dan puas beli-belinya hahaha!" kata Nunu sambil mengambilkan troli satu persatu untuk aku dan kedua temanku.


"Legooo!!!" jawab kami bertiga kompak.


Akupun kemudian membuka catatan kecilku, tulisannya memang berantakan karena faktor ngantuk semalam. Tapi, aku masih bisa membacanya.


"Hahaha, aneh ya belanja barang pake catetan kaya gini" gumamku.


Saat aku hendak mengambil sekotak tissue, tiba-tiba ponselku berbunyi. Ternyata ada notifikasi chat dari kak Andreas.


"De, kamu lagi belanja ya? aku baru mau berangkat ke lokasi kajian pertama nih! kamu doain ya semoga lancar. I miss you deπŸ–€"


Seketika senyumku mengembang setelah membaca chat tersebut.


"Iya, aku lagi belanja sama Hanuka. Wkwkwk. Kakak jangan lari-lari ya! hahahaha. Semoga lancar aamiin and i miss you tooπŸ–€" jawabku.

__ADS_1


__ADS_2