Kuliah Atau Kuli Ah?

Kuliah Atau Kuli Ah?
Andreas si algojo


__ADS_3

Tibalah hari dimana Andreas akan datang ke Bandung....


Mood ku sejak pagi sudah bagus, rasanya ini faktor dari kedatangan Andreas sore ini...


"Teh, Andreas cuma sehari di Bandung?" tanya Ibu.


"Iya bu, cuma ngurusin pendaftaran S2 nya aja sama paling dia kumpul sama temen-temennya" jawabku.


"Yaudah suruh nginep disini aja lagi" kata Ayah.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


K U L I A H ..A T A U.. K U L I A H by NRH


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Siang ini kalian rapat divisi lagi ya? Terus besok kalian harus dateng ke kelas maru buat fiksasi barang-barang yang harus dibawa untuk kaderisasi puncak" jelas Nirwan.


"Besok? Bukannya kita ada kuliah pagi ya wan?" tanyaku.


"Kuliah bahasa inggris umum diganti jadwal, soalnya bentrok sama jurusan sebelah jadi kita harus atur lagi" jelas Nirwan.


"Wah? Berarti kita cuma datengin kelas maru doang dong besok? Soalnya dosen Geodesi dasar juga gak masuk kan?" kata Roby.


"Waah asyik berarti aku bisa nemenin Andreas dari siang" gumamku.


Setelah selesai rapat, aku pamitan pada Hanuka dan mereka sudah tahu bahwa Andreas sudah sampai di Kampus.


"Ciyeee pantesan pake bajunya rapihan dikit, mau ketemu ceumceuman" ledek Hasan.


"Iya san, Raina emang suka pingin keliatan feminin banget kalau ada Andreas" ledek Nunu.


"Udah ah aku duluan ya, dia udah nunggu di parkiran" kataku.


"Iya hati-hati ya" jawab mereka.


Akupun mencari mobil Andreas dan mendapati suara klakson yang berbunyi dari arah pojok parkiran.


Aku setengah berlari menuju mobil itu, sampai ada tangan yang menarikku dari belakang.


"Fasya!!!" teriakku.


"Kamu mau mainin aku? Nomor yang kamu kasih ke aku kemarin itu bukan nomor kamu kan? Dia siapa? Pacar kamu? Bilang sama pacar kamu ya, jangan jadi banci cuma berani ngerusak reputasi orang di sosmed. Suruh dia nemuin aku!!!" teriak Fasya.


"Weyyy, lu gak perlu nyampein ke dia. Sampein ke gue langsung!" sahut Andreas yang keluar dari mobilnya.


Andreas mendatangiku dan mencium keningku dihadapan Fasya.


"Kamu gak kenapa-kenapa? Udah aku bilang jangan lari-larian" katanya masih sempat-sempat menggodaku.


Fasya terlihat sangat kaget saat melihat wajah Andreas.


"Sorry bro, gue yang cium Raina depan lu! Bukan lu yang cium dia depan temen-temen lu!" kata Andreas.


"Sorry bang, gue beneran gak tau kalau Raina cewek lu" kata Fasya sambil memelas.


Aku kaget, mendengar Fasya memanggil Andreas dengan sebutan bang.


"Gue udah peringatin lu kalau lu bakal nyesel saat jadiin cewek gue target mainan lu, tapi lu gak ngegubris peringatan dari gue. Jadi, gue lakuin apa yang bisa gue lakuin untuk buat lu sadar sama siapa lu berhadapan sekarang" kata Andreas dengan wajah yang sangat sinis.


Andreas melingkarkan tangannya dibahuku.


"Yuk dek, kita pergi! Aku pastiin sekarang dia gak akan berani nyentuh kamu sedikitpun" katanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


K u l i a h a t a u k u l i a h ? By NRH


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Didalam mobil....


"Kak, Fasya kenal sama kakak? Kenapa dia manggil kakak bang tadi?" tanyaku.


"Dia adik kelas aku pas basket, dia selama ini aku yang rekomendasiin. Kalau dia gak punya uang jajan aku yang traktir, aku yang bantuin kalau dia susah dan dia dipilih jadi tim inti juga hasil dari ajaran aku" jelasnya.


"Ko aku baru tau?" tanyaku.


"Sayang, awalnya aku gak mau kamu benci sama Fasya karena kalian sahabatan dari dulu dan menurut aku Fasya sebenernya cowok baik. Tapi setelah aku tau kamu dideketin langsung aku telpon dia buat basa-basi nanyain kabar dan kuliahnya dia sekarang. Dia malah dengan santainya bilang kalau dia udah bisa jadi playboy, morotin cewek tajir dan deketin cewek-cewek cantik dan hits" jelasnya.


"Jadi itu alesan kakak serius banget pas liat profile picture Fasya waktu itu?" tanyaku.


"Iya begitulah, aku sengaja rahasiain ini dari kamu dan cuma temen-temen kamu aja yang aku kasih tau. Itu semua karena aku tahu, pacar aku gak enakan orangnya. Kalau kamu tahu si Fasya tengil itu temen aku, mungkin kamu gak akan bersikap jutek ke dia kan?" jelasnya.


"Iyasih, yaudah kita mau kemana dulu sekarang?" tanyaku.


"Makan, kamu belum makan kan?" tanyanya.


"Belum sih, tapi aku mau makan di tempat yang jauh" jawabku.


"Kamu mau makan atau mau jalan-jalan sih?" tanyanya.


"Mau apa aja yang penting kita berduaan" jawabku.


Dia tersenyum dan mengelus rambutku, menyadari betapa aku merindukannya setelah sebulan kita tidak bertemu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


K u l i a h a t a u k u l i a h ? B y N R H


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah selesai makan....


"Kakak jadi nginep dirumah aku kan?" tanyaku.


"Aku mau nginep di hotel sebelah kampus aja soalnya mau ketemu sama Doni dan Lingga juga disana. Tolong bilang sama Ibu kamu maaf ya bukannya aku gak mau nginep dirumah kamu" jawabnya.


"Hmm yaudah berarti kakak habis ini anterin aku pulang kan?" kataku.


"Kata siapa? Kamu ikut aku ke hotel lah" jawabnya.


"Masa aku ikut ke hotel sih?" gerutuku.


"Kenapa emangnya? Disana kan ada Doni sama Lingga nanti terus ada anak cewek angkatan aku juga yang mau sekalian reuni dadakan" jelasnya.


"Ibu sama Ayah kan belum tahu, aku juga belum izin sama mereka" kataku.


"Kata siapa? Aku baru aja chat Ayah kamu" katanya sambil memperlihatkan isi pesannya pada Ayah.


"Mending kalau Ayah izinin" gerutuku.


"Diizinin nih katanya "boleh asal jangan berduaan ya!" jawabnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


K u l i a h a t a u k u l i a h ? By NRH


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kak Andreas mengajakku mampir kerumahku sebentar untuk berganti pakaian dan membawa bekal baju untuk besok kuliah..


Ayah dan Ibu sempat mengobrol dengannya dan mereka terlihat lebih akrab dari sebelumnya.

__ADS_1


"Ayo, aku udah siap" ajakku.


"Om.. Tan... Dipinjem dulu ya anaknya" kata Andreas sambil berpamitan.


....


....


....


Sesampainya di hotel....


"Mana? Katanya ada anak-anak angkatan kakak yang udah disini?" tanyaku.


"Hahaha mereka paling nanti agak malem datangnya kan belum pada balik kerja" jawabnya.


Akupun memutuskan untuk mengerjakan tugas sambil duduk-duduk di sofa. Sementara Andreas sedang mandi didalam.


"Dek,tolong ambilin kaos putih dong di tas" teriaknya.


"Bentar" sahutku.


Akupun mencari baju yang dimintanya dan harus mengeluarkan seluruh isi tasnya.


"Ah ketemu" gumamku setelah menemukan kaos polos berwarna putih favoritnya.


"Ini berkas apa ya? Berkas pendaftaran S2 nya gitu?" tanyaku saat melihat map berwarna bening.


"Dek, mana bajunya" teriaknya lagi.


Setelah memberikan kaos polosnya, aku kembali untuk merapikan tasnya dan membuka map bening itu.


"Surat Perintah Pemindahan Wilayah Kerja"


"Hah? Andreas dipindah tugasin ke Bandung?" gumamku saat selesai membaca suratnya.


Aku mau bermain peran, aku mau pura-pura tidak tahu saja sampai dia yang menceritakan sendiri kepindahannya kepadaku.


Akupun kembali ke sofa dan berpura-pura fokus menatap layar saat Andreas keluar dari kamar mandi.


"Kamu lagi apa sih? Ngerjain tugas lagi?" tanyanya.


"Iya hehe sedikit lagi bab 5 nya, bentar ya? Abis ini aku perhatiin kakak deh" ledekku.


Aku mencuri-curi pandang untuk melihat apa yang sedang dilakukan Andreas.


Ternyata dia sedang merapikan berkas yang tadi dan meletakannya di bawah bantal.


"Dek, abis ini beli makanan yu? Buat anak-anak nanti" ajaknya.


"Boleh, tapi aku mau eskrim ya?" pintaku.


"Belilah yang banyak.. Sekalian sama chillernya hahaha" ledek Andreas.


...


....


.....


Kamipun pergi ke minimarket terdekat dengan berjalan kaki.


Saat mau menyebrangi jalan, kulihat ada seorang tunanetra yang menunggu lampu merah sambil kebingungan. Sepertinya, dia hendak menyebrang jalan juga.


"Kak, bentar ya? Tunggu disini" kataku.


Akupun berlari menuju orang itu dan membantunya menyebrang jalan.


"Terimakasih" katanya.


"Ayo masuk" ajakku.


Dia malah menghentikan langkahku dan berkata.


"Ada yang ketinggalan deh kayanya" katanya.


"Apa? Dompet?" tanyaku.


"Kamu, ada yang ketinggalan ya di diri kamu?" tanyanya lagi.


"Apasih ka?" kataku keheranan.


"Sayap kamu. Masa malaikat gak bersayap sih" jawabnya menggodaku.


"Ish nyebelin, kirain serius tapi malah gombal" kataku sambil memukul tangannya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


K u l i a h a t a u k u l i a h by NRH


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Aku senang menjadi milikmu...


Karena aku merasa dimilikki...


Aku senang dicintai olehmu....


Karena aku merasa sangat dicintai...


Kamu ada dihadapanku sekarang...


Rasanya aku ingin waktu terhenti...


Hanya dengan memegang tanganmu saja,


Aku sudah merasa aman...


Apalagi saat kamu memelukku?


Rasanya seperti peluru saja takut menuju kearahku...


Aku suka berada didekatmu...


Alasan terbesarnya adalah karena aku,


Tidak perlu menahan rindu....


 


Raina....


 


::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Malam harinya.....


Kak Doni dan kak Lingga sudah datang dan mereka menceritakan kejadian saat aku dicekik oleh orang yang mengalami gangguan jiwa.


"Oya,nanti aku liat luka kamu ya? Kalau sampe ada bekasnya aku kejar Ibu-ibu itu" ledeknya.

__ADS_1


"Bro, kapan lu daftar S2 disini?" tanya kak Lingga.


"Besok gue urus-urus lah" jawabnya.


"Kak, mau aku buatin minuman anget atau mie cup gitu?" tanyaku pada ketiganya yang sedang asyik mengobrol.


"Mie aja boleh, tapi kamu jangan bikin ya? Kamu makan yang lain aja" jawab Andreas.


"Hmm selalu aja ngelarang aku makan mie" gerutuku.


....


....


Sembari menyeduh minuman dan mie, aku mendengarkan pembicaraan mereka.


"Cewek lu berani banget, ke tempat yang gelap aja santai... Ya meski akhirnya dia teriak karena takut dicekik gitu tapi dia keren!" kata kak Lingga.


"Iya hahaha gue aja yang dengernya takut loh, gue ngerinya tuh orang bawa senjata atau benda tajam gitu kan. Thanks ya bro udah jagain cewek gue" katanya.


"Haha sama-sama bro! Tapi lu harus hati-hati deh, si Gian kayanya masih perhatian banget sama Raina" kata kak Doni.


"Hahaha, lu tenang aja si Gian kan mau pacaran sama si Nunu" jawab Andreas dengan santai.


"Iya baguslah kalau gitu, soalnya ya siapa sih yang gak suka sama Raina kalau bukan lu cowoknya mungkin tuh anak udah digebet Reka dari dulu. Raina sama temen-temennya punya magnet tersendiri" jawab kak Lingga.


...


....


......


"Hmmm hmmm hmmmm" kataku sambil mendatangi mereka.


"Tuh kata Doni sama Lingga, kamu itu banyak magnetnya. Ayo keluarin!" ledeknya.


"Apasih? Magnet apa? Orang aku manusia biasa" jawabku santai..


"Si Reka sempet ngeceng kamu kan dek?"tanya Kak Doni.


"Emang iya? Masa sih? Gak mungkin ah" kataku.


"Beneran pernah, pas gue pertama jadian sama Raina aja dia personal chat gue nanya kabar itu bener apa enggak. Gue jawab aja bener dan ya dia bilang selamat bang lu dapetin bibit unggul" jelas Andreas sambil tertawa.


"Kenapa sih? Orang tuh manggil aku bibit unggul? Emang aku sejenis tumbuh-tumbuhan apa?" gerutuku.


Aku mengantuk setelah menghabiskan waktu menonton drama sendirian sementara Andreas dan teman-temannya diruang depan masih asyik mengobrol.


Tak lama akupun sepertinya tertidur...


Ketika aku bangun, kulihat diriku sudah berada diatas kasur lengkap dengan selimut dan memeluk guling.


Kulirik jam sudah menunjukan pukul 1 malam..


Aku beranjak dan mencari Andreas yang ternyata sedang mengerjakan sesuatu di laptopku.


"Kakak lagi apa? Anak-anak pada kemana?" tanyaku.


"Baru pada pulang soalnya besok pada kerja" jawabnya.


"Lah kakak lagi apa pake laptop aku?" tanyaku.


"Ngerjain laporan praktikum kamu, bab 4 nya belum kan?" tanyanya.


"Hehe iya belum soalnya aku sama temen-temen kelompokku gak ngerti" jawabku.


"Yaudah lanjut tidur sana, aku aja yang kerjain. Besok kamu harus suspek maru kan jam 9 pagi?" tanyanya.


"Gak mau, aku mau tidur sebelah kakak. Sini tangannya sebelah, kakak kerjain tapi aku mau tetep disini" jawabku sambil menarik tangannya dan melingkarkan tanganku diantaranya.


Dia hanya pasrah dan tersenyum saat mendapati kepalaku yang bersandar di bahunya.


"Susah dong sayang aku ngetiknya kalau kaya gini" keluhnya.


"Biarin, gak mau tau ah mau tidur kaya gini pokoknya" kataku.


.


.


Tanganmu malam ini kupinjam...


Semalaman penuh untuk kujadikan sandaran...


Aku kan sudah bilang...


Kalau kamu ada didekatku...


Aku tidak mau yang lain...


Mauku hanya bersamamu...


Suka atau tidak suka...


Aku akan menjadi manja...


Karna hanya denganmu aku berani...


Menjadi diriku sendiri...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


K u l i a h a t a u k u l i a h by NRH


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokan Paginya....


Aku masih tidur di bahunya... Sementara dia hanya menyandarkan kepalanya ke sofa dan tangan kirinya menahan samping kepalaku.


"Kak, bangun yuk" bisikku sambil beranjak.


"Jam berapa sekarang?" tanyanya.


"Jam 6" jawabku.


"Kamu mandi duluan deh, aku masih mau tidur sebentar lagi" katanya sambil kembali memejamkan mata.


"Heran ya, nginep di hotel mahal-mahal cuma tidur di sofanya doang" gumamku saat melihat kasur yang masih sangat rapi.


"Ih mikirin apa sih aku? Gak boleh rain gak boleh" kataku.


"Kamu ngomong apa barusan?" teriaknya.


"Gak, aku cuma lagi ngomong sendiri" sahutku.


"Jangan suka ngomong sendiri gitulah, mending cerita ke aku!" sahutnya lagi.


"Untuk yang ini, aku gak akan cerita ah hahahah" jawabku.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


K u l i a h a t a u k u l i a h ? By NRH

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2