
Hari ini Ayah akan dioperasi...
Aku tidak paham jelas operasi apa namanya, mungkin Ibu lebih mengerti. Aku hanya diminta Ibu untuk menjaga dan menunggu di lobby sampai operasinya selesai. Ibu harus mengambil rapot Randy dan Recca hari ini sehingga Ibu meminta aku untuk diam dirumah sakit.
Hanifa menemaniku hingga siang, tepat sebelum Ayah dioperasi dia harus pulang karena ada acara keluarga.
"Aku pulang ya, maaf gak bisa nemenin kamu sampe beres soalnya Papa aku juga baru pulang dari luar kota jadi semua harus ada dirumah" katanya.
Setelah mengantarkan Hanifa hingga depan rumah sakit, Andreas menelponku.
Setelah mendengar perkataan Andreas yang terakhir, air mataku naik dan sulit kubendung. Aku takut kebablasan dan malah menangis di telepon. Akhirnya aku memutuskan untuk berbohong dan menutup sambungan teleponnya.
Meski sebenarnya aku tahu, setelah ini dia pasti akan langsung merasa ada yang aneh dariku.
Benar saja, selama satu jam setelah itu dia tetap memintaku mengangkat teleponnya lagi. Dia bahkan mengirimkan banyak chat yang hanya menanyakan 'apakah aku baik-baik saja'...
__ADS_1
Aku tidak mau membalasnya lebih dulu, lagi pula laporan terbacaku juga ku nonaktifkan sehingga dia pasti mengira aku belum membaca pesan darinya.
Operasi Ayah sedang berlangsung sekarang, saudara-saudaraku yang dekat juga sudah datang kerumah sakit dan menemaniku berjaga.
"Rain, istirahat gih pulang aja dulu mandi dan makan baru nanti kesini lagi" kata Ibu yang baru saja datang.
"Iya teh, pulang dulu gih gantian jaga sama aku" kata Randy.
Akupun menurut meski sebenarnya aku mau ada disana setelah Ayah selesai operasi nanti. Tapi, aku juga merasa lapar dan kegerahan karena dari pagi hingga sore hanya duduk dan menunggu di lobby rumah sakit.
Andreas masih berusaha menelponku dan karena aku kasihan bahwa dia akan khawatir terus menerus, akhirnya aku mengangkat teleponnya.
"De, kamu kenapa sih? Kemana aja?" tanyanya.
Aku tidak mengeluarkan kata-kata sedikitpun, hanya menangis sekencang mungkin dan mengeluarkan semua beban yang aku pikul sendirian selama seminggu kemarin.
"Maafin aku, tapi aku bingung aku takut aku juga gak bisa cerita sama kakak karena takut kakak kepikiran... Ayah masuk rumah sakit dan sekarang lagi dioperasi, aku takut kak aku juga kasihan sama Ayah dan kasihan sama Ibu tapi aku gak bisa apa-apa..." jelasku sambil menangis terus-terusan.
__ADS_1
"De, Ayah dirawat dimana sekarang? Kamu dimana?" tanyanya mencoba menenangkanku.
"Aku dirumah, mau mandi dulu dan nanti kerumah sakit lagi karna Ibu minta aku istirahat padahal aku sebenarnya mau tetep disana" jawabku.
"Kamu dari tadi pagi dirumah sakit ya? Makanya kamu bales chat aku singkat-singkat?" tanyanya.
"Iya, maaf" jawabku.
"Yaudah, sekarang kamu mandi pake air anget terus makan dulu awas jangan sampe gak makan... Tidur sebentar kalau ngantuk jangan maksain, Ayah emang sakit jadi kamu gak boleh nambahin pasien" katanya.
"Iya kak, yaudah aku tutup ya! Kak jangan khawatir, aku baik-baik aja ko" jawabku.
"Iya, aku tau kamu kuat ko...." jawabnya dengan nada yang sangat berat seperti sangat mengkhawatirkanku.
"Yaudah, aku mau mandi dulu nanti aku telpon kakak lagi ya? Ibu mau ngomong sama aku kan nanti?" tanyaku.
"Gak usah nanti aja kalau kamu udah santai baru kabarin aku, jangan dulu banyak pikiran. Jagain dulu aja Ayah dan jangan lupa makan ya!" pungkasnya.
__ADS_1