
Studi Keagamaan is begin...
Aku dan teman seangkatanku sudah berkumpul tepat pukul 6 pagi di lapangan berdebu, dari kejauhan nampak para masing-masing divisi yang berjalan ke arah kami.
"Wait...wait... komdis ko gak ada ya?" Tanyaku dalam hati.
Tiba-tiba Karin yang berdiri didepanku menengok ke belakang sambil berkata "jangan nyariin Kak Andreas na, divisi komdis kan gak dapet jatah di Studi Keagamaan haha tapi katanya mereka ada loh nanti pas jerit malam"..
Aku hanya diam mendengar perkataan Karin malah tanpa respon apapun. Tak lama setelah kami melakukan apel pembukaan dan sesi absensi serta pengecekan barang, kami segera naik bus untuk berangkat ke tempat tujuan.
Selama perjalanan kakak bingkelku memberikan arahan kepada kami untuk menjaga kekompakan dan kesehatan, ya mungkin karena disana nanti kami akan melakukan kegiatan yang melelahkan.
Hawa sejuk Lembang mulai terasa seraya laju bus yang mulai melambat, tanda bahwa pos pemberhentian sudah dekat. Kami hanya naik kendaraan hingga pintu masuk Hutan Raya selepas itu kami harus berjalan kaki sampai ke bukit perkemahan.
.
.
Setibanya di pintu masuk, aku segera menggendong tas carrierlku yang beratnya mungkin ada 10kg saat itu.
__ADS_1
"Semuanya udah siap? Kelompok kita mulai naik setelah kelompok 1 jalan 15 menit ya" kata Karin.
(Kelompokku dapat urutan nomor 2 saat pembagian)
Jarak dari pintu masuk ke tempat kemah cukup jauh, meski jalur pendakian cukup melelahkan tapi karena deretan pohon pinus yang berjejer rapi dan udara yang begitu sejuk ketika dihirup membuat aku dan kelompokku menikmati perjalanan.
Kami diminta menggambarkan sketsa lingkungan yang kami temui sepanjang perjalanan. Skill menggambarku memang agak lumayan dibanding teman sekelompokku yang lain jadi mereka memintaku melakukan tugas tersebut. Karin dan teman-teman yang lain menyemangati dan memberi masukkan kepada sketsa yang aku buat.
"Na pantes ya Andreas suka kamu orang kamu pinter begitu gambarnya, peta kamu juga juara 1 kan ya pas kemarin?" tanya Karin.
"Hhmm kebetulan kali ah yang lain juga petanya bagus-bagus ko" jawabku.
"Kenapa sih orang ngait-ngaitin aku sama Andreas terus?" tanyaku.
"Gini ya na katanya Andreas sampe bilang sama Ketua Angkatan kita untuk jangan macem-macem sama kamu" jawab Karin.
"Lah emang Rani ngapain aku? pake diperingatin segala?" tanyaku lagi.
"Dia tau na kalo Rani marah-marah sama geng kamu (Arika, Hanifa dan Aku) gara-gara kalian cari muka katanya sama Kakak Tingkat" jawab Karin.
__ADS_1
Semua anggota kelompokku mendukungku kata mereka "Rani sirik kali dia gak bisa narik perhatian Andreas".
Andreas oh Andreas kamu ini siapa si? kalo aku dimarahin disangka carmuk harusnya kamu sadar itu karena perbuatan kamu. Bukannya malah kamu so peduli dengan marahin Ketua Angkatan segala. Aku jadi makin illfeel.
Aku dan anggota kelompokku yang lain sesekali mengambil foto untuk mengabadikan momen. Aku menikmati perjalanan kali ini karena semua teman-temanku seolah mengerti bahwa aku tidak seperti yang dituduhkan Rani dan kawan-kawannya.
"Angin yang berhembus siang ini terasa menusuk...
Aku tanpa sadar menggigil...
Matahari padahal terasa semakin dekat...
Layaknya keberadaanmu yang semakin melekat...
Aku tau kamu sekedar tau saja...
tapi sekelilingku meneriakkan namamu terus-menerus...
Aku bertanya untuk apa? Aku siapamu?
__ADS_1
Bukannya kamu hanya menjadikan aku sasaran panah usil senior kepada junior?.........