
Sebulan berlalu.....
Final Duta Kampus diselenggarakan hari ini....
Sejak pagi aku sudah berada di kosan Nunu untuk dirias, Hanifa memilihkanku baju dan aksesoris sementara Arika sibuk menggalang dukungan lewat sosmed.
Aku sudah berada di 20 besar dan rasanya seperti mimpi... Saat dapat kabar bahwa aku adalah satu-satunya wakil dari fakultas yang lolos, aku seperti tak percaya.
Pak Yana dan semua dosen dari jurusanku sudah memberikanku dukungan dengan mengirimkanku bunga, makanan dan minuman untuk pendukungku serta menjanjikanku uang beasiswa sebagai apresiasi.
Aku jadi bersemangat meskipun sempat merasa sangat kelelahan dengan jadwal pembekalan yang padat menjelang final.
Tapi, beruntungnya aku memiliki tiga sahabat yang selalu mendukungku.
"Rain, rambut kamu mau diapain ya hari ini?" tanya Nunu.
"Nu model brideshair kayanya bagus dan cocok sama gaunnya" jawab Hanifa.
"Iya nu, terserahlah aku percaya sama kamu" kataku.
Disaat finalis yang lain memilih untuk make up di salon mahal, aku memilih ketiga sahabatku untuk menjadi tim dibalik layarku.
"Kak Iyas datang kan Rain?" tanya Hanifa.
"Datang ko, dia bilangnya nanti jam 7 malem pas opengatenya" jawabku.
Andreas menjadi sangat manis akhir-akhir ini setelah dia tahu aku masuk babak Final. Dia menjadi lebih sering memposting foto bersamaku di sosial medianya.
"Biar nanti kalau kamu kepilih jadi duta kampus, cowok-cowok yang mau deketin kamu udah tau kalau kamu itu punya pacar" jelasnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah selesai memilih make up, baju, sepatu dan hair do bersama Hanuka, mereka memintaku membaca banyak sekali buku...
"Nih baca!" kata Nunu.
"Buset itu buku apa aja sih Nu?" tanyaku.
"Itu buku sejarah Bandung, pariwasata Bandung dan cara menjawab pertanyaan yang baik dan benar" jelasnya.
"Itu kita minjem di perpus loh Rain, karena kita mau kamu belajar lagi menjelang malam final nanti. Iyasih kita tahu, kalau jawab pertanyaan dalam bahasa inggris dan bahasa sunda kamu pasti bisa. Tapi, kita mau kamu makin pede aja" jawab Arika.
"Iya-iya aku baca, berapa jam lagi menuju make up?" tanyaku.
"Kamu punya waktu 3 jam sebelum kita mulai make up" jawab Nunu.
Hanifa memantau terus live vote yang divoting di stagram dan twitter.
"Kamu masih di tujuh besar Rain, finalis cewenya cuma kamu, Irish dan Yasmin" teriak Hanifa.
"Irish cantik banget ya rain?" sahut Arika.
"Dia mah kaya boneka idup" kataku.
"Tenang Rain, cantik itu kan relatif dan bukan hanya dilihat dari fisik tapi juga dari hati dan pemikiran" kata Nunu yang tiba-tiba bijak.
Setelah selesai membaca buku......
Ayah menelponku menanyakan jam berapa acara akan dimulai, lalu aku bilang bahwa open gate jam 7 malam nanti dan sekita setengah 8 acaranya akan dimulai...
"Yaudah, tadi Iyas nelpon Ayah katanya ngajakin bareng pake mobilnya. Gapapa ya Ayah sama Ibu dan adek-adek kamu dateng?" tanya Ayah.
"Gapapa lah yah, aku malah berharap banget keluarga aku dateng buat kasih support. Tapi, kalau aku gak masuk 5 besar Ayah jangan kecewa ya?" kataku.
"Sayang, mau kamu cuma tampil sekali dan gak menangpun Ayah tetep bangga ko. Yaudah, kamu semangat ya! Ayah dan Ibu doain dari rumah, jangan lupa berdoa dan minta dilancarkan semuanya sama yang diatas" kata Ayah.
"Rain siap kan? Sekarang kamu mandi gih aku udah siapin seember air yang udah dicampur sama minyak esensial yang wangi banget" kata Arika.
"Ya ampun, aku ini mau jadi duta kampus atau mau kawin sih?" tanyaku.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Satu jam sebelum acara dimulai....
"Yu ah berangkat, Rain gak ada yang ketinggalan kan?" tanya Hanifa.
"Nggak ada ko, yu cabut?" ajakku.
Sesampainya di balai umum, aku melihat begitu banyak teman-teman sejurusan yang datang mendukungku. Mereka membawakan spanduk bertuliskan dukungan-dukungan untukku.
"Rain ayo ke ruang ganti" ajak Nunu.
Didalam ruang ganti, kulihat banyak sekali teman-teman seperjuangan yang sedang bersiap-siap. Ada yang disibukkan dengan gaun, membaca buku dan melihat live voting. Sementara teman-teman laki calon duta kampus juga malah sibuk main game bersama.
"Raina, cantik banget" kata Yasmin setelah melihatku berganti pakaian.
"Suka gitu padahal kamunya lebih cantik" kataku.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Acara pun dimulai, Arika dan Hanifa kembali ke tribun untuk menontonku dari sana. Sementara Nunu tetap dibalik panggung untuk membantuku.
"Semangat ya rain" kata mereka sambil memelukku.
Aku menarik nafas dalam-dalam dan mulai berjalan memasuki panggung.
Rasanya sangat ramai dan sesak, melihat ratusan orang dan berpuluh-puluh kamera ada didepanku.
Mataku langsung tertuju pada seorang lelaki yang menggunakan kemeja berwarna putih dengan lengan yang dilipat hingga ke sikunya.
Wajahnya terlihat memancarkan banyak sekali rasa mungkin bangga, cemas, rindu dan pengharapannya saat itu.
Laki-laki yang duduk diantara malaikat-malaikat penjagaku, ya diantara Ibu dan Ayahku.
"Hwaiting Raina!!!"
Banner yang dipegangnya nampak berbeda dari yang lain. Untuk pertama kalinya seumur hidupku, ada seorang laki-laki yang memperlakukanku seistimewa itu.
Lambaian tangan Recca dan Randy yang terlihat heran, dalam otak mereka mungkin sekarang bertanya-tanya "apa benar aku ini kakak mereka?"....
Tepuk tangan Ayah dan Ibu yang membuat hatiku bergetar saat namaku dipanggil untuk memberikan salam perkenalan.
..........
..........
Pada pertunjukan bakat malam ini, aku akan menampilkan musikalisasi puisi.
Keahlian baruku memainkan gitar membuatku cukup percaya diri, meskipun hanya kunci sederhana yang bisa kuperdengarkan.
Andreas pasti kaget melihatku memainkan gitar.
Untung saja aku punya sahabat serba bisa seperti Hanifa, dia yang mengajariku bermain gitar hingga cukup lancar.
.............................................
Tibalah saatnya aku untuk tampil....
//////////////////////////////////////
/////////////////////////////////////
Lahirnya seorang anak...
\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Katanya, lahir seorang anak bermata coklat...
Suaranya ketika menangis menggetarkan hati...
Membangun harapan kedua orang tuanya...
Merajut asa membina keluarga....
Sang anak kini beranjak dewasa...
Sudah jarang bertatap wajah berlama-lama....
Lebih sering jarak dan langkah tak seirama....
Yang melahirkan tahu, sang anak tumbuh...
Yang dilahirkan kadang lupa diri...
Sang anakpun bersatu dengan yang ditujunya...
Mengejar dunia untuk kebahagiaannya....
Berjalan, berlarian dan kadang berdarah-darah....
Yang melahirkannya pula yang merawatnya....
Hingga bersimpuh bermandikan darah....
Mengeluh berpeluh keringat...
Sang anak tau dia punya tempat pulang....
Kembali pada yang mencintai hingga sampai rela bertaruh mati....
Ibu... Ayah......
Dengan segenap jiwa ini....
Jiwa yang telah dihadirkan itu bersadar diri...
Meminta dikasihi lagi tanpa henti....
Hingga saatnya maut memisahkan kita nanti...
////////////////////////////////////
///////////////////////////////////
Kulihat Ibu dan Ayahku menitikkan air matanya...
Semua yang hadir menjadi haru biru. Suasana sedih menyeruak ke seluruh ruangan.
Tak lama sorak sorai tepuk tangan mengiringi bungkukan tubuhku. Akupun kembali ke belakang panggung dan disambut oleh pelukan hangat Nunu.
"Bagus banget Rain, aku bangga banget sama kamu" katanya.
Setelah ini masih banyak yang harus kulalui, menjawab pertanyaan dari juri, menceritakan tentang diriku dan terakhir menunggu pengumuman 5 besar....
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Apa motivasi terbesar anda untuk hidup sebagai Raina yang sekarang, dengan segala yang anda miliki di dunia ini?
Motivasi terbesar saya yang pertama, adalah diri saya sendiri. Saya ingin memberikan apresiasi tertinggi kepada diri saya untuk membuat diri saya bangga terhadap usaha-usaha keras yang saya lakukan untuk mendapatkan kebaikan dan cinta dari orang banyak.
Kedua, adalah keluarga saya. Tempat dimana Tuhan sudah menganugerahkan banyak sekali hal baik untuk saya, dimana saya bisa tumbuh dan berkembang dengan baik tanpa kekurangan satu apapun.
Ketiga, semua sahabat-sahabat saya yang selalu mempercayai saya bahwa saya bisa melakukan yang terbaik. Menemani kegagalan saya dan senantiasa meyakinkan saya untuk mencoba dan memulai lagi semua yang gagal itu untuk kemudian saya ubah menjadi keberhasilan di masa yang akan datang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tidak terhingga. Bahkan jaminan seluruh jiwa saya selama saya hiduppun tidak akan mampu mengganti keringat, darah dan air mata yang dikeluarkan oleh orang tua saya untuk memberikan saya kehidupan yang layak hingga detik ini.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bagaimana anda meyakinkan banyak orang bahwa anda layak menjadi garda depan kampus ini untuk memperlihatkan banyaknya potensi dan harapan yang dimiliki seluruh mahasiswa di kampus ini dalam membangun negeri?
Saya mengenal kampus ini dalam masa transisi saya dari remaja menuju dewasa. Kampus ini sudah menjadi rumah kedua bagi saya, tempat dimana saya lebih sering menghabiskan waktu sehari-harinya. Saya membangun banyak mimpi-mimpi saya dan menyiramnya setiap hari dengan harapan dan ikhtiarpun di kampus ini. Saya ingin menularkan semangat dan energi positif dari harapan dan mimpi-mimpi saya kepada banyak orang. Salau satu caranya, dengan menjadi duta kampus. Saya bisa memberikan gambaran bahwa kampus kita tercinta tidak pernah mengutuk mimpi dan harapan tapi justru membiarkannya tumbuh dan berkembang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Berikan kami alasan, mengapa kami harus mempercayai anda?
Saya suka menjelaskan diri saya pada banyak orang, membuat mereka merasa dekat dengan saya dan membuat mereka bisa merasakan semangat saya lewat keseharian saya. Maka bagi siapa saja yang merasa tergerak dan ingin berdampak bagi banyak orang, mari bergabung dengan saya dan kita tebarkan banyak hal baik serta positif dalam mewujudkan
cita-cita kampus ini menjadi kampus yang memiliki mahasiswa yang baik akhlaknya pun besar mimpi dan harapannya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tak terasa ini sudah kali ketigaku berganti kostum...
Ini kostum favoritku dari 2 kostum sebelumnya...
"Rain, Pak Yana sama dosen-dosen nontonin kamu loh tadi" kata Nunu sambil merias rambutku.
"Nu, aku tegang banget. Gimana kalau aku gak lulus lima besar? Duuuh beneran takut deh" kataku.
Nunu memegang tanganku...
"Ya ampun, dingin banget!" katanya.
"Kayanya aku tau deh siapa yang bisa bikin kamu tenang" tambah Nunu.
Tak lama dia keluar ruangan dan kembali bersama seseorang.
"Nah, ini nih Rain obat penenang paling ampuh" ledek Nunu.
"Kakak!!" teriakku kegirangan.
Dia berjongkok dibawahku dan tersenyum dengan manisnya.
"Kenapa? Tegang ya?" tanyanya.
Aku memegangi tangannya dan menyimpan tangannya di kedua pipiku.
"Aaaaaaaahhhh rasanya aku mau pingsan" kataku.
Dia tertawa dan mendekatkan wajahnya ke telingaku.
"Aku bakal kasih kamu kejutan yang gak akan pernah bisa kamu lupain kalau kamu bisa tenang dan melewati malam ini dengan lancar" katanya.
"Kejutan apa?" tanyaku.
"Rahasia, pokoknya sekarang kamu tenang dan tarik nafas dalam-dalam terus ingat bahwa dibelakang kamu banyak banget orang yang kasih kamu dukungan. Jangan mikirin menang atau kalah, namanya kompetisi pasti cuma ada 1 juaranya. Sejauh inipun kamu sudah buktiin sama banyak orang kalau kamu hebat" katanya.
"Rain udah saatnya naik panggung" kata Nunu.
Aku memeluk Andreas sebelum pergi, dia mencium keningku dan kembali ke tribun.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Lima besar duta kampus tahun 2013 adalah :
Yasmin Diandra Fakultas Sastra dan Seni
Irish Sandrina Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Mega Darma Fakultas Teknik
Ghea Saputri Fakultas Sastra dan Seni
dan.....
............
............
............
Raina Pramadini dari Fakultas IPS....
Kepada 5 besar yang terpilih, untuk putaran terakhir para finalis akan diberikan 5 menit pertama untuk penampilan solo dan 5 menit terakhir untuk sesi pertanyaan dengan juri...
Silahkan untuk finalis pertama Yasmin Diandra....
.........
......
..
Aku sangat terkejut mendengar bahwa namaku diumumkan menjadi 5 besar finalis duta kampus.
Dengkulku lemas saking tegangnya...
Beruntungnya aku sudah sempat memikirkan penampilan solo keduaku lewat diskusi singkatku dengan Nunu dibelakang panggung.
"Kamu nyanyi aja kan kemarin kamu udah latihan keras buat satu lagu itu" katanya.
Lagu berjudul How am I supposed to lived without you dari Michael Bolton...
I could hardly believe it........
(Aku sulit mempercayainya)
When I heard the news today.....
(Saat aku mendengar kabar hari ini)
I had to come and get it straight from you.....
(Aku harus menemuimu dan menanyakannya langsung padamu)
They said you were leavin'
(Kata mereka kau akan pergi)
Someone's swept your heart away
(Seseorang telah merebut hatimu)
From that look upon your face, I see it's true
(Yang kulihat dari wajahmu sepertinya benar begitu)
So tell me all about it
(Katakan padaku semuanya)
Tell me 'bout the plans you're makin'
(tentang semua rencana yang kau buat)
Oh, tell me one thing more before I go
(Katakan padaku sebelum kau pergi)
Tell me how am supposed to live without you?
(katakan padaku bagaimana aku harus menjalani hidup tanpamu?)
Now that I've been lovin' you so long
(karena aku telah mencintaimu sekian lama)
How am I supposed to live without you?
And how am I supposed to carry on?
(Bagaimana aku harus melanjutkan hidupku)
When all that I've been livin' for is gone
(Saat semua tujuan hidupku hilang)
....
..........
Aku memikirkan lagu itu sejak lama, melodinya selalu teringat di kepalaku. Ayah juga sangat menyukai lagu itu. Randy juga sering memainkannya saat senggang bersamaku.
Lagu itu seperti lagu kebangsaan dirumahku, karena aku sudah mendengarnya sejak kecil.
Liriknya sangat universal, bisa untuk pasangan sahabat kerabat dan keluarga... Menceritakan bagaimana kehidupan seseorang berubah setelah kehilangan yang dicintainya sejak lama.
..................
..............................
Setelah penampilan solo dan sesi tanya jawab selesai....
"Sumpah ya na, kamu buat aku lupa kalau ini acara duta kampus haha asli kaya konser solo" kata Nunu memujiku.
Disaat yang bersamaan Yasmin dan Irish datang memberikan apresiasi mereka.
"Rain, bagus banget ih terharu dengernya" kata Irish.
"Kamu lebih bagus tadi baletnya" kataku.
"Ih rain, kapan-kapan ajarin aku nyanyi dan main gitar ya?" kata Yasmin.
"Aku belum sejago itu ko, masih jagoan adekku" jawabku.
Tak lama kemudian, semua finalis dipanggil ke atas panggung untuk mendengarkan pengumuman juara....
Aku tidak berharap banyak, rasanya sampai di lima besar saja sudah lebih dari ekspetasiku. Hanya saja aku memang punya keinginan untuk menang karena ingin melihat Ayah, Ibu, adik-adikku dan tentunya Kak Iyas bangga padaku.
Meski kata mereka, mereka sudah bangga melihatku ada di panggung dan disaksikan banyak orang. Hanya saja aku ingin membawa satu saja penghargaan untuk diriku. Misalnya sebagai duta persahabatan atau duta terfavorit hehehe......
"Karena hasil voting dan penjurian dari Juri menunjukan angka yang sama, untuk itu Tahun ini Kampus Indonesia memberikan gelar duta kampusnya kepada dua orang sekaligus yang secara bersama-sama akan mempromosikan kampus ini lebih baik dimasa depan.... Orang pertamanya adalah....
RAINA PRAMADINI dari fakultas IPS.....
dan Irish Sandrina dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis....
Selamat kepada kedua pemenang!!!!""""
..............................................................
__ADS_1
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤