Kuliah Atau Kuli Ah?

Kuliah Atau Kuli Ah?
Yaaaah....


__ADS_3

"Teh operasi ayah lancar, ayah udah sadar. Kamu kesini sambil bawain baju ganti ya" kata Ibu dalam telpon.


"Syukurlah bu, iya nanti aku bawain sebentar lagi aku otw kesana" kataku.


Aku bergegas pergi ke rumah sakit setelah mengambil beberapa baju ganti untuk Ayah. Meski hari sudah hampir petang dan sedang hujan deras, tapi aku tidak mau menunggu dirumah. Aku mau segera bertemu Ayah.


Jalanan cukup licin dan terjadi kemacetan dimana-mana, aku hampir selalu menurunkan kakiku untuk menahan agar motorku tidak tergelincir.


Aku kurang hati-hati saat hendak mengambil jalan belok untuk memotong arus, hingga akhirnya motorku terperosok kedalam lubang galian pipa. Aku kehilangan kendali dan keseimbangan, hingga motorku jatuh dan harus meminta bantuan kepada orang lain disekitarku.


"Mba gapapa? Itu kakinya berdarah" kata seorang juru parkir yang membantuku.


Aku melihat kakiku dan dari bawah celana memang benar ada darah yang mengalir, mungkin karena masih kaku sehingga aku belum merasakan sakitnya.


"Ah iya pak, masih baal belum kerasa" jawabku.


"Mba duduk aja dipinggir, biar saya yang parkirin motornya" kata beliau sambil menunjuk halte bis didekatku.


"Iya pak makasih" jawabku sambil beranjak.


Kakiku sakit, sudah terasa perihnya. Lukanya entah ada dimana hanya saja saat berjalan, aku merasa ada yang tidak beres. Setelah kulihat ternyata celana ku juga robek di bagian lutut, sedikit tapi rasanya lumayan.


"Neng, celananya sobek tuh luka lagi... Ibu obatin ya? Kebetulan Ibu bawa kapas sama air" kata Ibu disebelahku yang sedang berteduh.


"Ah iya bu, gapapa? Boleh saya minta kapasnya?" tanyaku sungkan.


"Gapapa neng, ini ambil aja. Bisa ngobatin sendiri?" tanya Ibu itu dengan ramah.

__ADS_1


"Bisa bu, makasih" jawabku sambil mengambil kapas dan air minum yang diberikan.


"Neng mau kemana hujan-hujan gini? Sendirian lagi" tanyanya.


"Mau ke rumah sakit, jenguk Ayah saya yang habis operasi bu. Orang rumah udah pada disana, tinggal saya yang belum" jawabku.


"Oh, neng bisa lanjutin perjalanan? Kaki neng lukanya lumayan loh tuh darahnya ngalir terus gitu" katanya.


"Gapapa bu, kuat ko lagian tinggal dikit lagi sampe aku udah tinggal pake jas hujan aja" jawabku.


Akupun mengenakam jas hujan, setelah tadi aku hanya mengenakan atasannya saja dari rumah.


Sesampainya dirumah sakit...


Kakiku mulai sakit dan mulai bisa merasakan luka yang tadi masih baal. Cara jalanku jadi aneh dan aku harus sesekali berhenti ketika menaiki tangga.


"Jatoh, perih nih beliin obat merah gih sama plester" pintaku.


"Iya teh, tunggu!!" jawabnya sambil bergegas menuju apotik rumah sakit.


Akupun masuk ke ruangan tempat Ayah, disana saudara-saudaraku masih berkumpul.


"Bu, ini baju ganti buat Ayah. Bu maaf lama, tadi aku nunggu ujan agak reda dulu terus tadi jatoh dijalan haha nih celana aku robek" jelasku sambil menunjuk ke lututku.


"Itu luka loh, udah dibersihin? Ibu panggil suster ya?" kata Ibu panik.


"Gapapa bu gak usah, aku udah suruh Randy beli obat merah sama plester ko cuman kakiku agak sakit kalo dilurusin atau jalan" jawabku.

__ADS_1


"Udah berapa kali kamu luka pasti di kaki sebelah kiri, apa gak seharusnya diperiksain?" kata Ayah pelan.


"Hahaha, tenang aja yah nanti kalau sakit aku bilang ko" jawabku.


Aku ingin memeluk Ayah saat itu, membisikkan terimakasih karena Ayah sudah berjuang dan terus semangat. Mungkin saja selama ini Ayah sudah merasakan sakit, hanya saja Ayah mencoba untuk tetap terlihat kuat dan tegar didepan kami.


Tiba-tiba saja, rasa haru menyeruak hingga membuatku harus memeluk Ibu dengan tiba-tiba. Ibu memang makhluk paling sempurna di muka bumi ini, bahkan tanpa penjelasan darikupun Ibu paham bahwa aku sedang merasa tak karuan sekaligus lega karena operasi Ayah berjalan lancar.


"Teh, ini obatnya ayo keluar kita obatin" ajak Randy.


Randypun memapahku keluar ruangan, dan kami duduk di depan koridor menghadap ke taman.


"Teh, hape teteh mana?" tanya Randy.


"Ada di bagasi motor, aku matiin soalnya takut basah. Aaah lupa belum aku ambil haha malah ngambil kresek baju ganti Ayah aja tadi. Ambilin gih takut Andreas nelpon" pintaku.


"Pantes, tadi kak Andreas nelpon aku katanya minta nomor aku dari teh Hanifa..." jelas Randy.


"Oh ya? Terus dia bilang apa aja?" tanyaku.


"Dia nanya teteh dimana, kondisi Ayah gimana dan aku bilang aja teteh habis jatoh dari motor terus lutut teteh luka dan berdarah terus jalan teteh aneh dan aku bilang Ayah udah selesai operasi" jawabnya dingin.


"Kamu ihhhh, kenapa mesti cerita aku jatoh dari motor sih ke dia? Nanti dia kepikiran kasian lagian lukanya juga cuma segini doang" kataku kesal.


"Ya abis gimana aku kan gak tau kalau aku harus bohong, yaudah mana kunci motornya? Aku ambilin hape teteh sekarang" katanya mengalihkan topik.


"Nih, cepetan ambil" kataku ketus.

__ADS_1


__ADS_2