
(Ini Gian yang cerita loh... Kirakira gimana ya pandangan Gian ke Raina, ternyata Gian sudah notice keberadaan Raina dari awal masuk kuliah cuma karena Raina agak diem dibanding dua sahabatnya jadi Gian juga gak bisa berbaur begitu aja dan karena Gian juga termasuk orang yang agak formal, akhirnya bikin interaksi keduanya agak membosankan di awal-awal)
.
.
.
Raina Pramadini
Pertama saya baca namanya ada di buku kaderisasi saya saat itu saya ingat dia ngisi biodata pas kita gak sengaja tubrukan di depan Laboratorium jurusan, waktu itu dia buru-buru dan ditangannya pegang kompas saku warna hijau army.
Saya langsung bilang "kamu anak 2011 kan?" lalu dia jawab "Eh iya kamu juga ya?" dan setelah itu kita bertukar biodata untuk memenuhi tugas buku kaderisasi yang diminta oleh Kakak tingkat.
Saya ingat juga kedua temannya Hanifa dan Arika, mereka bertiga yang paling mencuri perhatian di kelas karena mereka aktif dan cantik-cantik terutama Hanifa yang berwajah agak mirip wanita timur tengah.
Arika yang berbadan tinggi ramping dan Raina yang paling keliatan muda tapi paling dewasa sepertinya karena seringkali lebih pendiam, sedikit bicara dan agak kaku terutama saat berinteraksi dengan mahasiswa laki-laki.
Saya dengar beberapa kabar bahwa Hanifa dan Arika ini anak hits Bandung mereka juga jebolan SMA highclass tapi justru yang menarik perhatian saya adalah Raina yang terlihat sederhana tapi diam-diam mempunyai pesona.
Ketika perkuliahan pertama kami dimulai, Raina datang terlambat dan dia hampir saja kena marah Dosen killer.
Waktu itu, Raina duduk di depan bangku saya. Saya hanya melihat rambut bergelombang sebahu yang menambah kesan fresh Raina yang dia kibas-kibaskan karena kegerahan "kayanya dia habis lari dari bawah" pikir saya.
Sesekali saya juga denger kalau Raina ini dekat dengan seorang kakak tingkat kami yaitu Andreas.
Andreas si ketua komdis yang menyeramkan menurut kebanyakan maru tapi menurut saya sih biasa saja.
"Raina kan lagi deketin Kak Andreas" begitu kata Rani yang sedang asyik gosip bersama Kayi di sebelah saya.
Saya hanya mendengarkan dan sesekali tersenyum saat Rani bilang "Raina kan gak cantik-cantik amat" padahal kenyataannya Raina jauh lebih cantik dari Rani dan Kayi.
Rani dan Kayi adalah teman baru saya karena mereka selalu membantu mengingatkan tugas-tugas kuliah dan perhatian kepada saya. Rani adalah ketua angkatan perempuan sementara Kayi adalah bendahara umum angkatan.
"Si arika dan hanifa itu kan centil tau masa aku pernah liat mereka godain Kak Lingga di parkiran terus pake minta dianterin sampe bawah lagi sama dia tapi si Kak Lingga mau aja lagi" kata Kayi dengan semangatnya.
"Iya tapi si Raina diam-diam main juga tau Kay dia kan sama Kak Andreas udah sering chat gitu di line malah beberapa kali aku mergokin mereka ketemu kaya kemarin tuh di tangga darurat emang sih ada Kak Lingga juga disana tapi aku bisa liat kalau Raina fokusnya ke Kak Andreas doang" tambah Rani.
__ADS_1
Ohyaa sebenarnya saya juga punya teman baru laki-laki namanya Nirwan dan Falma mereka juga sama baiknya dengan Rani dan Kayi. Kami sering makan berlima dan mengerjakan tugas kampus bersama-sama. Nirwan ini sejak pertama masuk kuliah sudah naksir berat sama Arika tapi sayangnya Arika sudah lama pacaran dengan teman SMAnya.
"Wah geus boga kabogoh euy ngaranna Wandi" (Wah udah punya pacar nih namanya Wandi) begitu cerita Nirwan saat kepo twitter punya Arika.
Saya pun tak jarang kepoin twitter punya Raina disana sering sekali saya lihat Raina curhat singkat "Dih beteee gajelas ke kampus 15 menit doang pulang lagi" atau "bingung mau pilih martabak apa nasi goreng soalnya dua-duanya sama-sama enak" saya cuma bisa ketawa kecil baca twit demi twitnya Raina yang kekanak-kanakan tapi sebenarnya kalau saya lihat langsung Raina ini justru lebih dewasa dari bicara dan gesturenya.
.
.
.
Beberapa hari setelah perkuliahan dimulai...
"Na kamu jago sketch juga kan? Gimana kalo nanti kita ke taman kampus buat nyari inspirasi soalnya aku mau ikut lomba sketsa di jurusan seni minggu depan lumayan buat nambah uang jajan dan ngeksis" kata Hanifa.
"Iya boleh tapi aku lebih suka buat sketsa wajah dibanding pemandangan kek begitu" sahut Raina.
"Udahlah segimana nanti disana kalian mau sketsain apa yang jelas aku juga mau ikutan walaupun nontonin doang" rengek Arika.
Begitu percakapan trio charming ini yang saya dengar ketika perkuliahan selesai.
Setibanya di Taman Kampus.....
Saya dan Nirwan duduk bersebelahan menunggu teman yang lain dan dari jarak kurang dari 15 meter, saya lihat Raina sedang asyik melamun dan sesekali tertawa mendengar obrolan Hanifa dan Arika yang ekspresif. "sepertinya mereka lagi ngegosip" karena saya dengar beberapa kali nama Rani dan Kayi disebut. Hehehe... Mereka sama aja ...
Raina hampir saja mergokin saya yang curi-curi pandang ke dia, tapi beruntungnya saya ngelak pandangan dan dia nyapa saya duluan "Gian disini juga?" "Eh raina iya lagi kumpul sama aliansi mahasiswa banten" kata saya.
Hari itu Raina memakai kemeja berwarna hitam dengan jeans lightblue dan sneakers putih serta totebag berwarna hitam yang menambah kesan simple pada penampilannya.
Raina juga gak pernah pake make up tebal, beberapa kali aku cuma lihat dia bawa bedak bayi dan semacam pemerah bibir tapi bening begitu. Hanifa dan Arika memang lebih fashionable karena pakaian yang mereka kenakan selalu senada dan enak dilihat khas-khas anak-anak dengan followers banyak di twitter...
.
.
Raina sesekali tersenyum manis sekali saat Hanifa dan Arika membahas tentang Andreas, mungkin Raina memang menyimpam perasaan sama Andreas.
__ADS_1
Terlebih lagi diantara mereka bertiga hanya Raina yang masih jomblo untuk ukuran maru dengan wajah dan kepribadian menarik seperti Raina sangat mudah menggaet kakak tingkat sekelas Andreaspun bisa dengan mudahnya tertarik pada Raina...
Setelah beberapa menit aku duduk di taman dan mengobrol dengan beberapa teman sedaerahku tiba-tiba Raina memberikan selembar sketsa yang sudah hampir jadi, dengan teknik arsir yang indah seolah membentuk sosok laki-laki yang membelakanginya dan sedang melihat ke langit.
"Ehhhh tungguuu ini sepertinya mirip dengan saya Na apa ini bener-bener saya?" lalu Raina pun tersenyum kecil dan bilang "hehe iya maaf ya jelek aku ga seahli Hanifa kalau buat sketsa cuma ya agak bisa lah lumayan tadi soalnya kamu enak aja buat digambar posisi kamu dan baju kamu juga bagus dijadiin objek hehehe" jawabnya.
"Lain kali kamu harus gambar dengan wajahnya sekalian ya Na haha pasti bagus ini juga bakal aku pajang di kamar" mendengar perkataan saya,
Raina menepuk bahu saya lumayan kencang. "Nah gitu dong aku kamu jangan kaku haha aku emang kaku juga anaknya tapi kalau kamu agak terbuka duluan kan aku juga bisa nyambung ko" jawabnya.
Sepertinya siang itu banyak kupu-kupu di taman karena saya tiba-tiba merasa bahagia yang sumbernya entah darimana. Ini berkat permintaan Raina sih mulai sekarang saya akan mencoba memposisikan diri saya sebagai aku dan dia sebagai kamu.....
.
.
.
Hari Studi keagamaan dimulai....
Aku tidak terlalu tertarik dengan acara macam begini karena ujung-ujungnya posisi kami sebagai maru hanya akan membuat kami dipojokkan dan dimarahi terus-menerus baik benar ataupun salah posisi kami.
Hari itu Raina terlihat sangat depresi, matanya sayu dan tampak lelah sesekali aku liat dia hanya menunduk dan jarang sekali tersenyum. Raina sepertinya sangat buruk mengingat nama dan wajah orang padahal aku sudah beberapa kali mengobrol dengannya tapi dia masih saja salah memanggil namaku Nirwan.
"Hey maaf ya nirwan aku gak sengaja" katanya saat mendahului langkahku sambil berlari mengejar Hanifa yang sudah duluan jalan didepan.
"hmmm kayanya dia lagi buru-buru" kata Nirwan.
"Ya tapi harusnya gak sampe lari-lari kaya gitu kan bahaya bawa barang banyak" sahutku.
"Ciyeee seorang Gian bisa khawatir sama cewek akhirnya ya yan kamu normal juga" goda Nirwan.
"Anji**" balasku.
Saat awarding aku bertepuk tangan sangat keras setelah tahu bahwa pemenang sketsa perjalanan adalah Raina dan ada yang sedikit menarik perhatianku saat itu.
"Raina bikin wajah kamu loh di bukunya" kata Hanifa. Yaa Hanifa dan Arika tiba-tiba saja datang kepadaku dan menanyakan "kamu ada apa sama Raina kenapa dia tiba-tiba inget wajah kamu? kata Arika.
__ADS_1
"Hey rik si Raina banyak kali mantan pacarnya bisa aja itu cuma mirip orang si Raina aja gak inget Gian itu yang mana haha Raina kan buruk banget masalah hafal wajah dan nama orang baru" sahut Hanifa.
Bagaimanapun aku senang karena Raina menepati janjinya untuk menggambar wajahku meski entah sebenarnya apa yang dia pikirkan... Raina makasih!!!