Kuliah Atau Kuli Ah?

Kuliah Atau Kuli Ah?
Ketakutan


__ADS_3

Aku harus senang atau sedih sekarang?


Hari ini adalah hari terakhirku punya pacar mahasiswa...


Beberapa hari lagi pacarku sudah sarjana kan?


Dan aku akan menjadi pendamping wisudanya...


Senang untuk kelulusanmu..


Sekaligus sedih karna harus berpisah denganmu...


Bisa kusebut bahwa diriku tak berprinsip?


Aku takut kesulitan melihatmu...


Setelah nanti kamu pergi dan punya kehidupan disana.. apa semua berjalan baik buat kita?


Apa aku masih dibutuhkan?


Aku pasti selalu penasaran dengan apa yang kamu lakukan setiap harinya disana...


Bolehkah aku menelpon setiap satu jam?


Jangan tertawa, aku serius....


Sore hari saat perkuliahan selesai, kak Dhika mengajakku Arika dan Nunu untuk ikut bersamanya dan Hanifa ke cafe bukit..


Sesampainya disana kami memesan banyak sekali makanan dan minuman.


"Gratis lah hari ini, traktiran pajak jadian" kata kak dhika.

__ADS_1


"Kak, temenin aku ke Bandara yu? Jemput Kak Iyas sama keluarganya???" ajakku pada Kak Dhika yang sedang bercanda gurau dengan Hanifa.


"Wah iya ya besok Andreas pulang? Gak kerasa ya udah sebulan lagi aja?" katanya.


"Bukan pulang, dia ke Bandung sih cuma singgah" jawabku


Ekspresiku sulit kusembunyikan, aku benar-benar sensitif saat itu.


"Na, jangan sedih gitu dong? Kan mau ketemu calon mertua." ledek Hanifa


"Kamu emang gak sedih? Bukannya kak Dhika juga wisuda bareng kak Iyas? nanti kan kalian juga pasti pisah" tanyaku.


"Iyasih, kita juga bakal pisah tapi Bandung Jakarta kan gak sejauh Bandung Palembang dek?" ledek kak Dhika.


Aku semakin terpuruk mendengar candaan kak Dhika, rasanya seperti tidak karuan dan sulit dijelaskan.


"Ih kak Dhika apaan sih bercandanya gak lucu bukannya simpati sama Raina" bela Hanifa.


"Hmm mobil aku juga bisa dipake kan rain? Keluarganya berapa orang?" tanya Hanifa.


"Katanya sih cuma Ibu, om, tante sama ponakannya yang dateng paling 5 orangan" jawabku.


"Nah paslah pake mobil Dhoni sama Hanifa aja, nanti darisana Andreas suruh nyetir punya Dhoni"jelasnya.


"Beneran ya? nanti siapa tau kak Andreas mau bawa keluarganya jalan-jalan juga" kataku


"Iya nanti kakak yang ngomong sama Dhoni" jawab kak Dhika.


Sepulang dari cafe bukit...


Aku merebahkan diriku sambil melihat kembali kado yang aku buat untuk Andreas..

__ADS_1


Rasanya sedih sekali, selama beberapa hari kebelakang ini aku dihadapkan dengan perasaan yang sulit kujelaskan.


"Nanti kak Andreas putusin aku gak ya?"....


Pertanyaan semacam itulah yang terus menerus mengganggu pikiranku, semenjak kenal Andreas aku jadi punya motivasi untuk mengejar nilai tinggi. Alasannya karena aku tidak mau kalah saing dengan pacarku, dia saja laki-laki bisa belajar dengan giat dan seimbang antara akademik dan organisasi. Masa aku sebagai perempuan tidak bisa???


IPK semester kemarin juga lumayan, aku dapat 3,7 yaaa belum sempurna memang karena ada beberapa temanku yang bahkan mendapat 3,8 untuk tahun pertama mereka. Tapi, aku bersyukur bisa menyesuaikan diri lebih cepat untuk melakukan segudang aktivitas yang harus dijalankan bersamaan di kampus.


IPK tahun pertama Andreas juga 3,7 jadi bukan tidak mungkin aku bisa mengejarnya... Memang sih nilai hanya sekedar angka, tapi bagi mahasiswa baru sepertiku nilai itu bisa menjadi pelecut semangat. Intinya sih untuk tahu apa jurusan yang kita pilih ini sesuai dengan kata hati kita atau tidak?....


Ponselku berbunyi....


"Rain, udah tidur?" tanya Hanifa..


"Belum fa, kenapa?" jawabku.


"Kamu lagi gak karuan ya?" tanyanya.


"Haha tau aja, iyanih aku kepikiran aja abis dia wisuda nanti dia putusin aku gak ya? kaya di film-film gitu kan" kataku.


"Iya, sebenernya aku juga mikirin itu dari kemarin. Cuman aku gak berani cerita depan kak Dhika aja takut dia khawatir" jawabnya.


"Tuhkan bener, kata aku juga pasti kamu kepikiranlah meskipun kalian jaraknya cuma Bandung Jakarta tetep aja yang namanya LDR tuh LDR gak mungkin ketemu tiap hari kaya sekarang" jelasku.


"Iyaa iyaa, aku ngaku deh aku juga kepikiran....Di film atau di drama korea kan kebanyakan pas udah wisuda si cowok minta putus atau break ya? dengan alasan kita harus belajar dulu sampe sama-sama sukses" keluhnya.


"Nah iya, terus katanya kalau jodoh pasti gak kemana kan?" jawabku.


"Aaaah pokoknya aku takut" teriak Hanifa.


"Aku juga" kataku.

__ADS_1


__ADS_2